Dana PNPM Rp57 juta raib di jok motor
Rabu, 05 Maret 2014 - 06:33 WIB
Dana PNPM Rp57 juta raib di jok motor
A
A
A
Sindonews.com - Sedikitnya Rp57 juta dana Program Nasional Pemberdayaan Masyakarat (PNPM) Desa Pesanggrahan, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon, hilang dicuri saat disimpan di bawah jok sepeda motor.
Pencurian diduga dilakukan ketika sepeda motor Honda Beat E 6094 IK diparkir di salah satu warung bubur Pasar Plumbon, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon, sekira pukul 12.00 WIB. Sedianya, uang tersebut akan digunakan untuk perbaikan tiga rumah tak layak huni (rutilahu) milik warga Desa Pesanggrahan.
Berdasarkan informasi, peristiwa itu bermula ketika korban, Watini (38) dan Rotipa, Ketua Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) berboncengan menggunakan sepeda motor untuk mengambil uang PNPM di BRI Plumbon. Setelah menerima uang dari pihak bank, uang tersebut disimpan dalam bagasi di bawah jok sepeda motor.
Keduanya tak langsung pulang, melainkan menyempatkan diri untuk singgah membeli buah di Pasar Plumbon. Usai membeli buah, mereka juga menyantap bubur di salah satu warung dan meninggalkan sepeda motor mereka terparkir sekira 15 meter dari tempat mereka makan.
Saat kembali, keduanya menemukan lubang kunci di bawah jok sepeda motor telah dibobol dan mengetahui uang yang disimpan di dalamnya telah raib. Menurut Watini, uang PNPM tersebut dibungkus dalam kantung plastik warna hitam.
“Uang itu sebenarnya untuk memperbaiki tiga dari tujuh rutilahu yang belum selesai diperbaiki,” ungkap Watini saat melaporkan kejadian itu ke Polsek Depok, Selasa 4 Maret 2014.
Dia menambahkan, pencairan uang tersebut bukan hanya diketahui dirinya dan Rotipa. Setidaknya ada tiga orang lain yang juga anggota KSM yang mengetahui perihal uang tersebut.
Ketiganya inilah, lanjut dia, yang mentransfer uang PNPM tersebut dari BRI Sumber di Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, ke rekening BRI Plumbon, sebagaimana prosedur yang berlaku dalam pencairan dana tersebut. Kemudian, Watini dan Rotipa mengambil uang itu di BRI Plumbon, sebelum kemudian hilang karena diduga dicuri.
Sementara itu, Kapolsek Depok AKP Sobirin membenarkan adanya kejadian tersebut dan menegaskan masih melakukan penyelidikan. Sejauh ini, pihaknya sudah memanggil lima orang saksi untuk mendalami kejadian tersebut.
“Masih kami dalami, setidaknya lima orang sudah kami panggil sebagai saksi untuk dimintai keterangan,” tegas dia.
Pencurian diduga dilakukan ketika sepeda motor Honda Beat E 6094 IK diparkir di salah satu warung bubur Pasar Plumbon, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon, sekira pukul 12.00 WIB. Sedianya, uang tersebut akan digunakan untuk perbaikan tiga rumah tak layak huni (rutilahu) milik warga Desa Pesanggrahan.
Berdasarkan informasi, peristiwa itu bermula ketika korban, Watini (38) dan Rotipa, Ketua Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) berboncengan menggunakan sepeda motor untuk mengambil uang PNPM di BRI Plumbon. Setelah menerima uang dari pihak bank, uang tersebut disimpan dalam bagasi di bawah jok sepeda motor.
Keduanya tak langsung pulang, melainkan menyempatkan diri untuk singgah membeli buah di Pasar Plumbon. Usai membeli buah, mereka juga menyantap bubur di salah satu warung dan meninggalkan sepeda motor mereka terparkir sekira 15 meter dari tempat mereka makan.
Saat kembali, keduanya menemukan lubang kunci di bawah jok sepeda motor telah dibobol dan mengetahui uang yang disimpan di dalamnya telah raib. Menurut Watini, uang PNPM tersebut dibungkus dalam kantung plastik warna hitam.
“Uang itu sebenarnya untuk memperbaiki tiga dari tujuh rutilahu yang belum selesai diperbaiki,” ungkap Watini saat melaporkan kejadian itu ke Polsek Depok, Selasa 4 Maret 2014.
Dia menambahkan, pencairan uang tersebut bukan hanya diketahui dirinya dan Rotipa. Setidaknya ada tiga orang lain yang juga anggota KSM yang mengetahui perihal uang tersebut.
Ketiganya inilah, lanjut dia, yang mentransfer uang PNPM tersebut dari BRI Sumber di Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, ke rekening BRI Plumbon, sebagaimana prosedur yang berlaku dalam pencairan dana tersebut. Kemudian, Watini dan Rotipa mengambil uang itu di BRI Plumbon, sebelum kemudian hilang karena diduga dicuri.
Sementara itu, Kapolsek Depok AKP Sobirin membenarkan adanya kejadian tersebut dan menegaskan masih melakukan penyelidikan. Sejauh ini, pihaknya sudah memanggil lima orang saksi untuk mendalami kejadian tersebut.
“Masih kami dalami, setidaknya lima orang sudah kami panggil sebagai saksi untuk dimintai keterangan,” tegas dia.
(rsa)