Warga ancam kirim sampah ke rumah Bupati Garut
Rabu, 05 Maret 2014 - 01:11 WIB
Warga ancam kirim sampah ke rumah Bupati Garut
A
A
A
Sindonews.com - Warga Pasar Guntur Ciwitali Garut mengancam akan mengirimkan sampah ke rumah dinas Bupati Garut, di kompleks Pendopo Garut Jalan Kabupaten.
Hal tersebut disampaikan warga karena mereka kesal gundukan sampah di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Pasar Guntur belum juga diangkut selama 10 hari.
Iwan Suryawan, seorang pedagang di Blok A Pasar Guntur Ciawitali Garut, mengaku para pedagang selama ini telah tidak nyaman dengan gundukan sampah tersebut. Dia dan rekannya yang tergabung dalam Ikatan Warga Pasar (Iwapa) akan memindahkan sampah ini ke kediaman Bupati Rudy Gunawan bila dalam sepekan masalah sampah di TPS pasar tidak segera diangkut.
"Pokoknya, kalau minggu-minggu ini sampah di TPS tersebut tidak bersih, kami dan para pedagang lainya akan membawa sampah itu lalu dibuang di halaman rumah dinas Bupati atau depan Pendopo," kata Iwan, Selasa 4 Maret 2014.
Karena tidak diangkut, gundukan sampah di TPS pasar telah berserakan ke luar dan menutupi setengah badan jalan. Selain menimbulkan bau yang tidak sedap, arus lalu lintas pun menjadi terganggu.
“Apalagi jalan di lokasi itu berlubang dan tergenang air hujan. Ditambah sampah, air yang menggenang berubah menjadi warna hitam disertai bau yang menyengat,” ujarnya.
Dampak dari penuhnya TPS ini mengakibatkan petugas kebersihan di pasar induk Garut ini melakukan aksi mogok kerja. Pasalnya, mereka kebingungan untuk mencari lokasi pembuangan sampah lain karena TPS yang ada telah penuh.
Pengurus Iwapa Pasar Guntur Opik mengatakan, belum terangkutnya sampah dari TPS ini sejak satu minggu terakhir karena mobil pengangkut sampah mengalami kerusakan. Menurutnya, kerusakan ini menyebabkan proses pengangkutan sampah mulai tidak lancar sejak Desember 2013 lalu.
“Ada tiga kemungkinan tidak lancarnya pengangkutan sampah, pertama kalau tidak TPA penuh, Loder rusak, atau truk nya yang rusak. Puncaknya Ya minggu-minggu ini sampah menggunung tidak terangkut, selain menganggu arus lalu lintas juga menimbulkan bau tak sedap. Kami berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut serius menangani sampah,” tandasnya.
Hal tersebut disampaikan warga karena mereka kesal gundukan sampah di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Pasar Guntur belum juga diangkut selama 10 hari.
Iwan Suryawan, seorang pedagang di Blok A Pasar Guntur Ciawitali Garut, mengaku para pedagang selama ini telah tidak nyaman dengan gundukan sampah tersebut. Dia dan rekannya yang tergabung dalam Ikatan Warga Pasar (Iwapa) akan memindahkan sampah ini ke kediaman Bupati Rudy Gunawan bila dalam sepekan masalah sampah di TPS pasar tidak segera diangkut.
"Pokoknya, kalau minggu-minggu ini sampah di TPS tersebut tidak bersih, kami dan para pedagang lainya akan membawa sampah itu lalu dibuang di halaman rumah dinas Bupati atau depan Pendopo," kata Iwan, Selasa 4 Maret 2014.
Karena tidak diangkut, gundukan sampah di TPS pasar telah berserakan ke luar dan menutupi setengah badan jalan. Selain menimbulkan bau yang tidak sedap, arus lalu lintas pun menjadi terganggu.
“Apalagi jalan di lokasi itu berlubang dan tergenang air hujan. Ditambah sampah, air yang menggenang berubah menjadi warna hitam disertai bau yang menyengat,” ujarnya.
Dampak dari penuhnya TPS ini mengakibatkan petugas kebersihan di pasar induk Garut ini melakukan aksi mogok kerja. Pasalnya, mereka kebingungan untuk mencari lokasi pembuangan sampah lain karena TPS yang ada telah penuh.
Pengurus Iwapa Pasar Guntur Opik mengatakan, belum terangkutnya sampah dari TPS ini sejak satu minggu terakhir karena mobil pengangkut sampah mengalami kerusakan. Menurutnya, kerusakan ini menyebabkan proses pengangkutan sampah mulai tidak lancar sejak Desember 2013 lalu.
“Ada tiga kemungkinan tidak lancarnya pengangkutan sampah, pertama kalau tidak TPA penuh, Loder rusak, atau truk nya yang rusak. Puncaknya Ya minggu-minggu ini sampah menggunung tidak terangkut, selain menganggu arus lalu lintas juga menimbulkan bau tak sedap. Kami berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut serius menangani sampah,” tandasnya.
(rsa)