KPK rahasiakan penyelidikan kasus bus Transjakarta
Selasa, 04 Maret 2014 - 15:29 WIB
KPK rahasiakan penyelidikan kasus bus Transjakarta
A
A
A
Sindonews.com - Kasus pengadaan armada bus Transjakarta dan Bus Kota Terintegrasi Busway (BKTB) di Dinas Perhubungan DKI Jakarta masih dalam proses investigasi di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Ketua KPK, Abraham Samad mengatakan, laporan terkait pengadaan bus Transjakarta dan BKTB telah memasuki tahapan pengumpulan barang bukti dan keterangan.
"Kami sedang melakukan pengumpulan bahan keterangan. Dari investigasi itulah kita tentunkan apakah kasus ini akan ditingkatkan ke penyelidikan," katanya, Selasa (4/3/2014).
Setelah ditemukan dua alat bukti yang cukup, lanjutnya, kasus tersebut akan ditingkatkan ketahap penyidikan.
Namun Samad menegaskan saat KPK melakukan penyelidikan atau investigasi sebuah kasus, tidak akan memberitahukan kepada publik karena itu adalah kegiatan-kegiatan intelijen.
Diketahui sebelumnya, Forum Warga Jakarta (FAKTA) beberapa waktu lalu melaporkan bus berkarat dan rusak Transjakarta serta Bus Kota Terintegrasi Busway (BKTB) ke KPK.
Pelaporan itu bentuk kekecewaan atas kinerja Inspektorat DKI yang 'melempem' mengungkap kasus tersebut.
Baca juga:
Kasus bus Transjakarta bobrok sudah ada di lemari KPK
Ketua KPK, Abraham Samad mengatakan, laporan terkait pengadaan bus Transjakarta dan BKTB telah memasuki tahapan pengumpulan barang bukti dan keterangan.
"Kami sedang melakukan pengumpulan bahan keterangan. Dari investigasi itulah kita tentunkan apakah kasus ini akan ditingkatkan ke penyelidikan," katanya, Selasa (4/3/2014).
Setelah ditemukan dua alat bukti yang cukup, lanjutnya, kasus tersebut akan ditingkatkan ketahap penyidikan.
Namun Samad menegaskan saat KPK melakukan penyelidikan atau investigasi sebuah kasus, tidak akan memberitahukan kepada publik karena itu adalah kegiatan-kegiatan intelijen.
Diketahui sebelumnya, Forum Warga Jakarta (FAKTA) beberapa waktu lalu melaporkan bus berkarat dan rusak Transjakarta serta Bus Kota Terintegrasi Busway (BKTB) ke KPK.
Pelaporan itu bentuk kekecewaan atas kinerja Inspektorat DKI yang 'melempem' mengungkap kasus tersebut.
Baca juga:
Kasus bus Transjakarta bobrok sudah ada di lemari KPK
(ysw)