Seminggu, 3 kali tanah longsor di Boyolali
Senin, 03 Maret 2014 - 00:01 WIB
Seminggu, 3 kali tanah longsor di Boyolali
A
A
A
Sindonews.com - Beberapa hari terakhir ini wilayah Boyolali dilanda bencana tanah longsor. Dalam waktu seminggu, sedikitnya tiga kali terjadi bencana itu.
Titik longsor pertama terjadi di kawasan jalur Solo-Selo Borobudur (SSB) tepatnya di Kawasan Irung Petruk Kecamatan Cepogo. Longsor sempat menutup jalan.
Longsoran susulan terjadi di jalur Cepogo-Ampel tepatnya di Desa Tumang Kecamatan Cepogo. Longsor itu tergolong parah karena ketinggiannya 10 meter dan lebar sembilan meter.
Salah seorang warga Cepogo, Fatimah, menyebutkan longsoran itu terjadi karena hujan terus menerus sejak Jumat hingga Sabtu. Hujan itu membuat tanah retak dan akhirnya longsor.
"Hujannya cukup deras selama beberapa hari terakhir, tanah yang retak itu akhirnya ambrol juga pada Jumat kemarin," tuturnya, Minggu (2/3/2014).
Selain itu, longsor juga terjadi di Desa Seruni, Kecamatan Musuk tepatnya di kawasan Jembatan Kali Krasak. Untung longsor tak merusak jembatan sepanjang 15 meter itu.
"Banjirnya sangat besar hingga membuat tanggul sungai longsor," imbuh wanita yang juga Relawan Pecinta Alam di Kabupaten Boyolali itu.
Sementara itu terpisah Kapolsek Cepogo Ajun Komisaris Polisi (AKP) Bambang Rusito, menyebutkan untuk saat ini Jalur SSB bisa dilalui, tapi pengguna jalan harus berhati-hati dan waspada longsor susulan.
Sedangkan untuk jalur Cepogo-Ampel menurutnya baru dalam proses pembersihan dan segera bisa dilalui.
Titik longsor pertama terjadi di kawasan jalur Solo-Selo Borobudur (SSB) tepatnya di Kawasan Irung Petruk Kecamatan Cepogo. Longsor sempat menutup jalan.
Longsoran susulan terjadi di jalur Cepogo-Ampel tepatnya di Desa Tumang Kecamatan Cepogo. Longsor itu tergolong parah karena ketinggiannya 10 meter dan lebar sembilan meter.
Salah seorang warga Cepogo, Fatimah, menyebutkan longsoran itu terjadi karena hujan terus menerus sejak Jumat hingga Sabtu. Hujan itu membuat tanah retak dan akhirnya longsor.
"Hujannya cukup deras selama beberapa hari terakhir, tanah yang retak itu akhirnya ambrol juga pada Jumat kemarin," tuturnya, Minggu (2/3/2014).
Selain itu, longsor juga terjadi di Desa Seruni, Kecamatan Musuk tepatnya di kawasan Jembatan Kali Krasak. Untung longsor tak merusak jembatan sepanjang 15 meter itu.
"Banjirnya sangat besar hingga membuat tanggul sungai longsor," imbuh wanita yang juga Relawan Pecinta Alam di Kabupaten Boyolali itu.
Sementara itu terpisah Kapolsek Cepogo Ajun Komisaris Polisi (AKP) Bambang Rusito, menyebutkan untuk saat ini Jalur SSB bisa dilalui, tapi pengguna jalan harus berhati-hati dan waspada longsor susulan.
Sedangkan untuk jalur Cepogo-Ampel menurutnya baru dalam proses pembersihan dan segera bisa dilalui.
(lns)