24 taman di Jakarta Barat rusak
Minggu, 02 Maret 2014 - 19:40 WIB
24 taman di Jakarta Barat rusak
A
A
A
Sindonews.com - Sebanyak 24 Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Jakarta Barat rusak akibat banjir yang terjadi sejak awal tahun ini. Tapi, RTH tersebut belum diketahui kapan mau diperbaiki.
Kasie Taman Suku Dinas Pertamanan Jakarta Barat Sulistyowati mengatakan, meski sudah mendata puluhan taman yang rusak akibat genangan air yang cukup lama dan dijadikan lokasi pengungsian, saat ini pihaknya masih menunggu pencairan anggaran untuk memulai perbaikan. Sebab setelah didata dan ditafsir nilai kerugian pertaman mencapai Rp20-Rp60 juta.
"Kami masih menunggu anggaran tahun ini. Kami berharap awal bulan ini segera dicairkan agar perbaikan bisa kami langsungkan," katanya di Jakarta, Minggu (2/3/2014)
Sulistyowati menjelaskan, berdasarkan catatanya ada 24 taman yang rusak dibeberapa kecamatan, di antaranya di Kecamatan Cengkareng, yakni Taman Seruni, Taman Kodok, Taman Melati I dan II, serta Taman sepanjang jalur bantaran kali cengkareng drain, taman jalur hijau Jalan Rawabuaya, Taman Pakis dan Taman Puspa.
Sedangkan di Kecamatan Grogol Petamburan sejumlah taman yang rusak yakni, taman Blok A Jelambar Kav Polri, jalur hijau Fly over Pesing, Taman Rasa Sayang, Taman Blok C, Taman Jelambar VIII dan IX, Taman Jelambar Madya Barat dan Taman Pakuwon Blok F. Sedangkan di Kecamatan Kalideres, sejumlah taman yang rusak diantaranya Taman Malioboro dan Taman Musholla A dan B.
Sementara, di Kembangan, Taman BNI I dan II juga mengalami kerusakan. Di Kebun Jeruk, Jalur Median Jalan Panjang (Green Garden) dan Jalur Median Jalan Panjang (Indovision).
"Beberapa taman yang terbilang rusak berat diantaranya yakni Taman Jalur Cengkareng Drain, Taman Jelambar Madya Barat, Taman Hadiah Utama, Taman BTN I dan beberapa taman lain yang berada di lokasi sering banjir," ujarnya.
Sementara itu, kondisi taman di tepian Cengkareng Drain, Pedongkelan, Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, sangat memprihatinkan. Taman yang berada di sisi Jalan Pedongkelan Raya itu tampak tidak terawat. Rumput dan ilalang menjulang tinggi menutupi jalur pejalan kaki yang ada di tengah taman itu.
Abdul Rozak (39), warga RT12/03 Kapuk sekitar taman mengatakan, jalur pejalan kaki yang berada di taman itu sudah sejak lama tidak berfungsi. Menurutnya, beberapa bulan lalu, jalur pejalan kaki itu memang berfungsi, namun lantaran tertimbun tanah bekas penggalian dan sebagainya, jalur tersebut tidak lagi digunakan. Terlebih, saat ini tergenang air.
Selain itu, lokasi taman yang bersebelahan dengan lokasi Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Pedongkelan, kata Rozak juga membuat taman tercemar dengan sampah-sampah tersebut.
"Beberapa bulan lalu jelang akhir tahun rumput-rumput taman terakhir dipotong. Sebenarnya sayang sekali kalau dibiarkan begitu saja. Padahal taman ini panjang dan luas," jelasnya.
Kasie Taman Suku Dinas Pertamanan Jakarta Barat Sulistyowati mengatakan, meski sudah mendata puluhan taman yang rusak akibat genangan air yang cukup lama dan dijadikan lokasi pengungsian, saat ini pihaknya masih menunggu pencairan anggaran untuk memulai perbaikan. Sebab setelah didata dan ditafsir nilai kerugian pertaman mencapai Rp20-Rp60 juta.
"Kami masih menunggu anggaran tahun ini. Kami berharap awal bulan ini segera dicairkan agar perbaikan bisa kami langsungkan," katanya di Jakarta, Minggu (2/3/2014)
Sulistyowati menjelaskan, berdasarkan catatanya ada 24 taman yang rusak dibeberapa kecamatan, di antaranya di Kecamatan Cengkareng, yakni Taman Seruni, Taman Kodok, Taman Melati I dan II, serta Taman sepanjang jalur bantaran kali cengkareng drain, taman jalur hijau Jalan Rawabuaya, Taman Pakis dan Taman Puspa.
Sedangkan di Kecamatan Grogol Petamburan sejumlah taman yang rusak yakni, taman Blok A Jelambar Kav Polri, jalur hijau Fly over Pesing, Taman Rasa Sayang, Taman Blok C, Taman Jelambar VIII dan IX, Taman Jelambar Madya Barat dan Taman Pakuwon Blok F. Sedangkan di Kecamatan Kalideres, sejumlah taman yang rusak diantaranya Taman Malioboro dan Taman Musholla A dan B.
Sementara, di Kembangan, Taman BNI I dan II juga mengalami kerusakan. Di Kebun Jeruk, Jalur Median Jalan Panjang (Green Garden) dan Jalur Median Jalan Panjang (Indovision).
"Beberapa taman yang terbilang rusak berat diantaranya yakni Taman Jalur Cengkareng Drain, Taman Jelambar Madya Barat, Taman Hadiah Utama, Taman BTN I dan beberapa taman lain yang berada di lokasi sering banjir," ujarnya.
Sementara itu, kondisi taman di tepian Cengkareng Drain, Pedongkelan, Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, sangat memprihatinkan. Taman yang berada di sisi Jalan Pedongkelan Raya itu tampak tidak terawat. Rumput dan ilalang menjulang tinggi menutupi jalur pejalan kaki yang ada di tengah taman itu.
Abdul Rozak (39), warga RT12/03 Kapuk sekitar taman mengatakan, jalur pejalan kaki yang berada di taman itu sudah sejak lama tidak berfungsi. Menurutnya, beberapa bulan lalu, jalur pejalan kaki itu memang berfungsi, namun lantaran tertimbun tanah bekas penggalian dan sebagainya, jalur tersebut tidak lagi digunakan. Terlebih, saat ini tergenang air.
Selain itu, lokasi taman yang bersebelahan dengan lokasi Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Pedongkelan, kata Rozak juga membuat taman tercemar dengan sampah-sampah tersebut.
"Beberapa bulan lalu jelang akhir tahun rumput-rumput taman terakhir dipotong. Sebenarnya sayang sekali kalau dibiarkan begitu saja. Padahal taman ini panjang dan luas," jelasnya.
(mhd)