Anak-anak Panti Asuhan Samuel lebih agresif
Minggu, 02 Maret 2014 - 12:54 WIB
Anak-anak Panti Asuhan Samuel lebih agresif
A
A
A
Sindonews.com - Sejumlah anak dari Panti Asuhan Samuel menunjukkan agresifitas yang lebih tinggi dibanding dengan anak seusianya. Alasannya, anak-anak itu ingin bebas melakukan apa saja yang mereka inginkan dan tidak peduli dengan orang-orang di sekitarnya.
"Bahkan pada waktu pertama kali kami evakuasi dan kami bawa ke sini, anak-anak itu ingin main ke jalan raya. Gerbang pun dipanjat hanya agar bisa bermain ke jalan raya. Kami harus sediakan pendamping yang terus mendampingi mereka," kata Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait di Jakarta, Minggu (2/3/2014).
Dia menambahkan, sikap anak-anak itu pasti dipengaruhi oleh apa yang terjadi di lingkungannya selama ini. Lanjutnya, keagresifan yang ditunjukkan anak-anak itu sebenarnya merupakan keinginan anak untuk bermain.
Hanya saja, kata Arist, cara mereka tidak seperti yang dilakukan oleh anak-anak pada umumnya. Menurutnya, hal itu merupakan gambaran bahwa anak-anak itu mengekspresikan kegembiraan.
"Bisa jadi karena selama ini mereka terkekang, dikurung, dan tidak bebas untuk bermain. Jadi begitu ada kesempatan, mereka mengekspresikannya berlebihan dan terkesan agresif," tegasnya.
Temuan lain yang didapat Komnas PA dari warga sekitar adalah seringnya anak-anak di panti terebut mengemis dan meminta makan di sekitar panti. Menurutnya, hal ini bisa mengindikasikan anak-anak di Panti Asuhan Samuel tak mendapatkan apa yang mereka inginkan.
"Mereka ingin makan sesuatu, tidak didapat, maka mereka mengemis. Itu artinya selama ini mereka tidak bisa mendapatkan apa yang mereka mau. Karena itu, setelah keluar dari panti tersebut, melakukan apa saja yang mereka mau," tuturnya.
Karena itulah ia berpendapat bahwa anak-anak dari Panti Samuel memerlukan pemulihan psikologis. Hal itu nantinya akan dilakukan dengan pendampingan dan bimbingan psikologis kepada tiap anak dari panti tersebut.
"Sebelum pemulihan dilakukan, kita akan mulai dengan assesment terhadap setiap anak. Assesment ini untuk memastikan apa yang menyebabkan agresifitas mereka, dan apa solusi psikologisnya" jelasnya.
Hal lain yang masih harus dilakukan terhadap anak-anak itu, lanjut dia, adalah mencarikan tempat menetap jika nantinya pemilik panti berinisial SW dan YW ditetapkan bersalah dan menjalani proses hukum. Arist mengatakan, jika hal itu terjadi maka Panti Samuel akan ditutup.
"Artinya anak-anak itu tidak punya tempat. Karena itu perlu dicarikan tempat selanjutnya. Mengingat saat ini rumah aman milik Kementerian Sosial yang mereka tempati hanyalah tempat sementara," tukasnya.
Baca:
Besok, pemilik Panti Asuhan Samuel akan diperiksa
"Bahkan pada waktu pertama kali kami evakuasi dan kami bawa ke sini, anak-anak itu ingin main ke jalan raya. Gerbang pun dipanjat hanya agar bisa bermain ke jalan raya. Kami harus sediakan pendamping yang terus mendampingi mereka," kata Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait di Jakarta, Minggu (2/3/2014).
Dia menambahkan, sikap anak-anak itu pasti dipengaruhi oleh apa yang terjadi di lingkungannya selama ini. Lanjutnya, keagresifan yang ditunjukkan anak-anak itu sebenarnya merupakan keinginan anak untuk bermain.
Hanya saja, kata Arist, cara mereka tidak seperti yang dilakukan oleh anak-anak pada umumnya. Menurutnya, hal itu merupakan gambaran bahwa anak-anak itu mengekspresikan kegembiraan.
"Bisa jadi karena selama ini mereka terkekang, dikurung, dan tidak bebas untuk bermain. Jadi begitu ada kesempatan, mereka mengekspresikannya berlebihan dan terkesan agresif," tegasnya.
Temuan lain yang didapat Komnas PA dari warga sekitar adalah seringnya anak-anak di panti terebut mengemis dan meminta makan di sekitar panti. Menurutnya, hal ini bisa mengindikasikan anak-anak di Panti Asuhan Samuel tak mendapatkan apa yang mereka inginkan.
"Mereka ingin makan sesuatu, tidak didapat, maka mereka mengemis. Itu artinya selama ini mereka tidak bisa mendapatkan apa yang mereka mau. Karena itu, setelah keluar dari panti tersebut, melakukan apa saja yang mereka mau," tuturnya.
Karena itulah ia berpendapat bahwa anak-anak dari Panti Samuel memerlukan pemulihan psikologis. Hal itu nantinya akan dilakukan dengan pendampingan dan bimbingan psikologis kepada tiap anak dari panti tersebut.
"Sebelum pemulihan dilakukan, kita akan mulai dengan assesment terhadap setiap anak. Assesment ini untuk memastikan apa yang menyebabkan agresifitas mereka, dan apa solusi psikologisnya" jelasnya.
Hal lain yang masih harus dilakukan terhadap anak-anak itu, lanjut dia, adalah mencarikan tempat menetap jika nantinya pemilik panti berinisial SW dan YW ditetapkan bersalah dan menjalani proses hukum. Arist mengatakan, jika hal itu terjadi maka Panti Samuel akan ditutup.
"Artinya anak-anak itu tidak punya tempat. Karena itu perlu dicarikan tempat selanjutnya. Mengingat saat ini rumah aman milik Kementerian Sosial yang mereka tempati hanyalah tempat sementara," tukasnya.
Baca:
Besok, pemilik Panti Asuhan Samuel akan diperiksa
(mhd)