Jangan bullying anak autis
Sabtu, 01 Maret 2014 - 21:41 WIB
Jangan bullying anak autis
A
A
A
Sindonews.com - Rumah Autis Hasanah mulai hari ini resmi berdiri di Kota Bandung, tepatnya di Jalan Cibeunying Kolot V, Sadang Serang, Kecamatan Coblong.
Direktur Utama Rumah Autis Hasanah M. Nelwansyah mengatakan, tempat itu bukan yang pertama ada di Jawa Barat. Bandung jadi tempat kesembilan.
"Tujuan didirikannya Rumah Autis ini untuk menjembatani pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus, terutama yang autis," ujar Nelwansyah, kepada wartawan, Sabtu (1/4/2014).
Di sana, para siswa (anak autis) akan diajari berbagai hal. Mereka juga akan menjalani sejumlah terapi, seperti terapi bicara dan terapi perilaku. Sehingga, anak autis akan berkembang.
Untuk pendanaan, Rumah Autis mendapat masukan dari berbagai pihak, di antaranya donatur dan CSR berbagai perusahaan. "Salah satunya kita mendapatkan dari Bank Jabar Banten," ungkapnya.
Disinggung masih adanya paradigram masyarakat yang memandang anak autis sebelah mata, Nelwansyah memberi pandangannya. Dia berharap, masyarakat benar-benar paham ada orang-orang yang dilahirkan berbeda, seperti anak autis.
Orang berkebutuhan khusus harus dikenali bagaimana cara memperlakukannya. Terima mereka apa-adanya, dan jangan sampai mengolok-oloknya.
"Kita harus mengerti ada individu yang berbeda. Dan untuk yang berkebutuhan khusus, mereka jangan dibully," pinta Nelwansyah.
Direktur Utama Rumah Autis Hasanah M. Nelwansyah mengatakan, tempat itu bukan yang pertama ada di Jawa Barat. Bandung jadi tempat kesembilan.
"Tujuan didirikannya Rumah Autis ini untuk menjembatani pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus, terutama yang autis," ujar Nelwansyah, kepada wartawan, Sabtu (1/4/2014).
Di sana, para siswa (anak autis) akan diajari berbagai hal. Mereka juga akan menjalani sejumlah terapi, seperti terapi bicara dan terapi perilaku. Sehingga, anak autis akan berkembang.
Untuk pendanaan, Rumah Autis mendapat masukan dari berbagai pihak, di antaranya donatur dan CSR berbagai perusahaan. "Salah satunya kita mendapatkan dari Bank Jabar Banten," ungkapnya.
Disinggung masih adanya paradigram masyarakat yang memandang anak autis sebelah mata, Nelwansyah memberi pandangannya. Dia berharap, masyarakat benar-benar paham ada orang-orang yang dilahirkan berbeda, seperti anak autis.
Orang berkebutuhan khusus harus dikenali bagaimana cara memperlakukannya. Terima mereka apa-adanya, dan jangan sampai mengolok-oloknya.
"Kita harus mengerti ada individu yang berbeda. Dan untuk yang berkebutuhan khusus, mereka jangan dibully," pinta Nelwansyah.
(san)