6.000 hektare hutan di Riau terbakar
Sabtu, 01 Maret 2014 - 10:28 WIB
6.000 hektare hutan di Riau terbakar
A
A
A
Sindonews.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) menyebutkan, saat ini 6.000 hektare hutan di Riau terbakar. Dampaknya sungguh parah karena menyebabkan kabut asap di empat kota besar.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, kondisi tersebut berdasarkan survey yang dilakukan melalui udara.
"Lahan yang terbakar seluas 6.000 hekater, ada dugaan lahan tersebut sengaja dibakar sekelompok orang," katanya melalui rilis yang diterima Sindonews, Sabtu (1/3/2014).
Terpantau pondok-pondok yang dibangun oleh pembakar. Beberapa koordinat lokasi kebakaran juga terdapat di perkebunan.
Berdasarkan pantauan dari udara tersebut, kawasan yang terbakar meliputi kawasan konservasi alam dunia Cagar Biosfer Giam Siak Kecil, Bukit Batu di Kabupaten Bengkalis, dan Taman Nasional Tesso Nello dibakar oleh sekelompok orang.
Kebakaran di Cagar Biosfer sangat parah. Asap tebal menyebar ke Kota Pekanbaru, Bengkalis, Siak, dan Meranti. Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Bengkalis 375 dan di Duri Field 500.
"Artinya sudah pada tingkat berbahaya," tegasnya.
Kemhut melaporkan jumlah titik api dari NOAA18 di Riau ada 70 titik pada Sabtu (1/3/2014) yaitu di Rohil 6, Rohul 1, Dumai 18, Bengkalis 15, Meranti 2, Siak 3, Pelalawan 20, Inhu 1, Inhil 3, dan Kuansing 1.
Sebanyak 1.500 personel dari TNI, Polri, BKSDA, Manggala Agni, BPBD, SKPD dan Masyarakat Peduli Api dikerahkan untuk pemadaman di Cagar Biosfer, TN Tesso Nello dan lokasi kebakaran.
Luasnya wilayah yang terbakar, akses yang sulit dan terbatasnya air menyebabkan pemadaman sulit dilakukan.
Tim satgas darat berhasil memadamkan api dari 92 titik menjadi 46 titik. Manggala Agni yang beroperasi di Desa Lubuk Kembang Bungo, Rengat dan Siak berhasal memadamkan api 76 hektare.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, kondisi tersebut berdasarkan survey yang dilakukan melalui udara.
"Lahan yang terbakar seluas 6.000 hekater, ada dugaan lahan tersebut sengaja dibakar sekelompok orang," katanya melalui rilis yang diterima Sindonews, Sabtu (1/3/2014).
Terpantau pondok-pondok yang dibangun oleh pembakar. Beberapa koordinat lokasi kebakaran juga terdapat di perkebunan.
Berdasarkan pantauan dari udara tersebut, kawasan yang terbakar meliputi kawasan konservasi alam dunia Cagar Biosfer Giam Siak Kecil, Bukit Batu di Kabupaten Bengkalis, dan Taman Nasional Tesso Nello dibakar oleh sekelompok orang.
Kebakaran di Cagar Biosfer sangat parah. Asap tebal menyebar ke Kota Pekanbaru, Bengkalis, Siak, dan Meranti. Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Bengkalis 375 dan di Duri Field 500.
"Artinya sudah pada tingkat berbahaya," tegasnya.
Kemhut melaporkan jumlah titik api dari NOAA18 di Riau ada 70 titik pada Sabtu (1/3/2014) yaitu di Rohil 6, Rohul 1, Dumai 18, Bengkalis 15, Meranti 2, Siak 3, Pelalawan 20, Inhu 1, Inhil 3, dan Kuansing 1.
Sebanyak 1.500 personel dari TNI, Polri, BKSDA, Manggala Agni, BPBD, SKPD dan Masyarakat Peduli Api dikerahkan untuk pemadaman di Cagar Biosfer, TN Tesso Nello dan lokasi kebakaran.
Luasnya wilayah yang terbakar, akses yang sulit dan terbatasnya air menyebabkan pemadaman sulit dilakukan.
Tim satgas darat berhasil memadamkan api dari 92 titik menjadi 46 titik. Manggala Agni yang beroperasi di Desa Lubuk Kembang Bungo, Rengat dan Siak berhasal memadamkan api 76 hektare.
(ysw)