Alat deteksi longsor UGM terpasang di proyek Pertamina

Jum'at, 28 Februari 2014 - 16:03 WIB
Alat deteksi longsor...
Alat deteksi longsor UGM terpasang di proyek Pertamina
A A A
Sindonews.com – PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) memanfaatkan alat deteksi longsor hasil karya cipta civitas akademika Universitas Gadjah Mada (UGM) di delapan area proyeknya.

Sebelumnya alat deteksi itu dipasang di beberapa daerah rawan bencana untuk membantu masyarakat dan pemerintah daerah.

Pemasangan alat monitoring dan sistem peringatan dini longsor ditempatkan di delapan lokasi area proyek eksplorasi pemanfaatan sumber panas bumi meliputi di Karaha Bodas (Jabar), Kamojang (Jabar), Ulubelu (Lampung), Hululais (Bengkulu), Sungai Penuh (Jambi), Sibayak (Sumut) dan Lahendong (Sulut).

"Alat monitor dan deteksi bencana longsor ini terdiri dari ektensometer, tilmeter, curah hujan, ultrasonik dan IP kamera. Alat buatan kami ini memang diperuntukkan mendeteksi bahaya longsor, terutama di daerah perbukitan dan pegunungan yang menjadi lokasi sumber panas bumi di Indonesia," ujar salah satu perancang alat deteksi longsor Prof Ir Dwikorita Karnawati MSc PhD di UGM Jumat (28/2/2014).

Dwikorita menjelaskan, letak sumber panas bumi yang berada di kawasan pegunungan, umumnya memiliki topografi lereng yang cukup terjal, struktur geologi yang komplek dan adanya alterasi yang menghasilkan tanah yang cukup tebal.

Kondisi tersebut jelas mengakibatkan daerah sumber panas bumi rentan terhadap kejadian tanah longsor.

Sebelum pemasangan alat di lokasi, Dwikorita mengungkakan, tim peneliti UGM telah melakukan pemetaaan potensi bahaya tanah longsor di daerah lokasi sumber panas bumi.

Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui lokasi yang rentan longsor, sekaligus menjadi tindakan mitigasi agar mampu menghindari terjadinya tanah longsor.

"Ini semua dilakukan tentu untuk melindungi pekerja maupun infrastruktur vital perusahaan panas bumi agar kerugian baik korban jiwa maupun aset perusahaan dapat dihindari," kata Dosen Geologi UGM ini.

Sebelum digunakan oleh PT Pertamina, alat deteksi longsor buatan peneliti UGM tersebut lebih dahulu telah dimanfaatkan oleh masyarakat yang berada di daerah rawan risiko bahaya longsor seperti di Karanganyar, Kebumen dan Situbondo.

Alat deteksi longsor ini juga telah dimanfaatkan oleh industri pertambangan di luar negeri seperti di China dan Myanmar.
(lns)
Berita Terkait
Material Longsor Putus...
Material Longsor Putus Akses Jalan Kota Palopo-Toraja
Hidup Menumpang, Korban...
Hidup Menumpang, Korban Longsor Palopo Butuh Bantuan Pemerintah
Ojek Pikul di Lokasi...
Ojek Pikul di Lokasi Longsor Palopo Angkut Karung Beras hingga Motor
Akses Jalan Poros Sinjai-Malino...
Akses Jalan Poros Sinjai-Malino Sempat Putus Diterjang Longsor
Galian Tambang di KBB...
Galian Tambang di KBB Longsor, Tiga Kendaraan Tertimpa
Jalur Medan-Berastagi...
Jalur Medan-Berastagi Longsor, Lalu Lintas Lumpuh Total Tewaskan Satu Orang
Berita Terkini
UB Gandeng CNGR-Kementerian...
UB Gandeng CNGR-Kementerian ESDM, Perkuat Hilirisasi Industri dan Siapkan SDM Unggul
45 menit yang lalu
Polda Riau Bongkar Sawmill...
Polda Riau Bongkar Sawmill Illegal di Kampar, Sita Ratusan Batang Kayu Hasil Illegal Logging
1 jam yang lalu
Kepala BSKDN Kemendagri...
Kepala BSKDN Kemendagri Ajak Mahasiswa KKN Hadirkan Inovasi untuk Kemajuan Kepulauan Yapen
2 jam yang lalu
FKGI Dukung Arah Kebijakan...
FKGI Dukung Arah Kebijakan Kemenhut, Infrastruktur Diminta Lindungi Koridor Gajah
3 jam yang lalu
Pria Tewas di Kamar...
Pria Tewas di Kamar Hotel Mewah Kuningan Jaksel, Ada Luka Tembak
3 jam yang lalu
Dukung Fatwa MUI Jatim,...
Dukung Fatwa MUI Jatim, Asosiasi Minta Vape Legal Dibedakan dengan Penyalahgunaan Narkoba
3 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved