Konsep megapolitan dinilai terlambat

Senin, 24 Februari 2014 - 19:24 WIB
Konsep megapolitan dinilai...
Konsep megapolitan dinilai terlambat
A A A
Sindonews.com - Konsep megapolitan yang sedang dimatangkan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dinilai terlambat. Konsep itu seharusnya diimplementasikan sejak dahulu, sehingga tidak ada ketimpangan ibu kota dan daerah penyanggahnya.

Hal tersebut disampaikan oleh pengamat kebijakan publik dari Universitas Indonesia (UI) Lisman Manurung.

Menurut dia, idealnya wilayah penyanggah itu disatukan secara administratif dalam satu provinsi. Tapi, hal itu akan menimbulkan banyak perbedaan pendapat.

"Dengan demikian, cara yang paling mudah dilakukan adalah agar konsep megapolitan terwujud sehingga daerah-daerah tersebut bisa terintegrasi termasuk secara ekonomi," ungkap Lisman kepada Sindo, Senin (24/2/2014).

Dia mengatakan, banyak pelaku industri yang kesulitan akibat tidak terintegrasinya Jabodetabek secara ekonomi. Saat ini pusat investasi internasional berada di Bekasi dengan perputaran uang mencapai triliunan rupiah. Namun pusat pemerintahan dan kantor pusat berada di Jakarta.

"Banyak pelaku industri yang mengeluhkan mengapa seluruh fasilitas terpusat di Jakarta, namun pusat investasi internasional berada di Bekasi. Akibatnya mengurus perizinan pun menjadi rumit," katanya.

Menurut Lisman, dengan konsep megapolitan bisa dikoordinasikan dengan pejabat setingkat menteri. Sambungnya, pejabat itulah yang akan mengatur lokasinya.

"Nanti menteri koordinator ini yang mengatur tentang alokasi proyek ekonomi di daerah mana, pemukiman daerah mana, serta menangani masalah-masalah lainnya seperti banjir," tutupnya.

Baca:

DPD matangkan rencana Megapolitan
Ini yang diperlukan untuk wujudkan megapolitan
(mhd)
Berita Terkait
Pemprov DKI Buka Pelatihan...
Pemprov DKI Buka Pelatihan Kerja untuk Pendatang Pascalebaran
Pemprov DKI Bongkar...
Pemprov DKI Bongkar 98 Tiang Monorel Mangkrak, Anggaran Rp100 Miliar
Pemprov DKI Pastikan...
Pemprov DKI Pastikan Stok Pangan Aman Jelang Ramadan
Pemprov DKI Siapkan...
Pemprov DKI Siapkan Empat Waduk untuk Antisipasi Banjir
Pemprov DKI Luncurkan...
Pemprov DKI Luncurkan Kartu Peduli Anak dan Remaja Jakarta
Pemprov DKI Cabut KJP...
Pemprov DKI Cabut KJP dan KJMU yang Tidak Tepat Sasaran
Berita Terkini
World Chiz Day 2026,...
World Chiz Day 2026, Prochiz Sasar Lebih dari 1.000 Siswa SD di Tiga Kota
36 menit yang lalu
Keberhasilan Memanfaatkan...
Keberhasilan Memanfaatkan Bonus Demografi Bergantung pada Kualitas Generasi Muda
1 jam yang lalu
Warga Wanam Harap Pembangunan...
Warga Wanam Harap Pembangunan PSN di Papua Selatan Dilanjutkan
1 jam yang lalu
PLN Cikarang Tegaskan...
PLN Cikarang Tegaskan Jarak Aman 3 Meter, Kegiatan Berisiko Tinggi Wajib Koordinasi
2 jam yang lalu
5 Jam Diperiksa Polda...
5 Jam Diperiksa Polda Metro, Saiful Mujani Dicecar 37 Pertanyaan
2 jam yang lalu
Tiket Jakarta Fair 2026...
Tiket Jakarta Fair 2026 Mulai Dibuka Hari ini, Targetkan 6 Juta Pengunjung
2 jam yang lalu
Infografis
Pilih Tangkap Putin...
Pilih Tangkap Putin daripada Netanyahu, Uni Eropa Dinilai Munafik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved