Kurang tegas, geng motor akan terus marak
Sabtu, 22 Februari 2014 - 07:11 WIB
Kurang tegas, geng motor akan terus marak
A
A
A
Sindonews.com - Untuk menangani ulah geng motor yang kerap bertindak anarkis dan berbuat kriminal, perlu tindakan tegas polisi. Karena jika tidak, geng motor baru akan terus bermunculan.
Psikolog dari Universitas Indonesia (UI) Enoch Markum menilai munculnya geng motor sebagai collective violence. Pemicunya, bisa jadi karena ada 'model' sebelumnya sehingga anak muda saat ini cenderung mengadaptasi.
"Ini sebagai bentuk kekerasan kelompok, bukan individu. Bentuknya bisa apa saja, kebetulan dalam kasus ini motor menjadi sarananya," kata Enoch ketika dihubungi, Jumat 21 Februari 2014.
Dalam kelompok, kata dia, beban kesalahan akan ditanggung bersama. Dan dalam kelompok, ada norma yang harus diikuti.
"Kalau tidak maka mereka akan dikucilkan. Jadi apa yang menjadi aturan kelompok diikuti oleh anggota," ungkapnya.
Tentunya dalam satu kelompok ada sosok yang dominan. Dan sosok dominan itu yang kerap menjadi 'role model' dalam kelompok. Kelompok-kelompok itu kemudian mencari identitasnya.
"Sayangnya ada yang mencari identitas kelompok dengan cara menyimpang," kata Enoch.
Untuk itu penegak hukum harus bertindak tegas. Jika tidak maka fenomena geng motor akan terus marak.
"Polisi harus melakukan razia supaya geng motor ini tidak menjamur," tutupnya.
Baca juga:
Aksi Tangki Boys hanya cari perhatian
Ini asal mula terbentuknya geng Tangki Boys
Psikolog dari Universitas Indonesia (UI) Enoch Markum menilai munculnya geng motor sebagai collective violence. Pemicunya, bisa jadi karena ada 'model' sebelumnya sehingga anak muda saat ini cenderung mengadaptasi.
"Ini sebagai bentuk kekerasan kelompok, bukan individu. Bentuknya bisa apa saja, kebetulan dalam kasus ini motor menjadi sarananya," kata Enoch ketika dihubungi, Jumat 21 Februari 2014.
Dalam kelompok, kata dia, beban kesalahan akan ditanggung bersama. Dan dalam kelompok, ada norma yang harus diikuti.
"Kalau tidak maka mereka akan dikucilkan. Jadi apa yang menjadi aturan kelompok diikuti oleh anggota," ungkapnya.
Tentunya dalam satu kelompok ada sosok yang dominan. Dan sosok dominan itu yang kerap menjadi 'role model' dalam kelompok. Kelompok-kelompok itu kemudian mencari identitasnya.
"Sayangnya ada yang mencari identitas kelompok dengan cara menyimpang," kata Enoch.
Untuk itu penegak hukum harus bertindak tegas. Jika tidak maka fenomena geng motor akan terus marak.
"Polisi harus melakukan razia supaya geng motor ini tidak menjamur," tutupnya.
Baca juga:
Aksi Tangki Boys hanya cari perhatian
Ini asal mula terbentuknya geng Tangki Boys
(ysw)