Petugas kebersihan mogok kerja, Makassar dipenuhi sampah

Kamis, 20 Februari 2014 - 16:35 WIB
Petugas kebersihan mogok...
Petugas kebersihan mogok kerja, Makassar dipenuhi sampah
A A A
Sindonews.com - Petugas kebersihan di Dinas Pertamanan dan Kebersihan Kota Makassar, melakukan aksi mogok mengangkut sampah, hingga mengakibatkan sampah di beberapa titik tak terangkut.

Ada beberapa titik kontainer sampah yang hingga saat ini belum diangkut. Bahkan sampah tersebut sudah meluap hingga keluar kontainer. Di antaranya, di Jalan Rappocini, Manuruki, Alauddin II, Gunung Bawakaraeng, Urip Sumihardjo, Depan Pasar Terong, Andi Tonro, dan Batua Raya.

Para petugas kebersihan ini menyebutkan, mereka menuntut keadilan terkait pengumuman Kategori 2 (K2) yang lulus Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS)“.

"Kami akan mogok terus sampai ada kejelasan dari Pak Wali, yang akan membuat teman-teman merasa puas,”" kata petugas kebersihan Honorer K2 Ilham Acong, kepada wartawan, Kamis (20/2/2014).

Ilham berharap, ada jalan terbaik yang dilakukan oleh pemerintah kota untuk mengangkat petugas kebersihan menjadi CPNS. Sebab, rata-rata yang mengikuti seleksi CPNS tersebut sudah dinyatakan lulus saat uji publik K2.

Selain itu, petugas kebersihan juga menuntut kenaikan gaji yang bertugas di lapangan. Sebab, gaji honorer K2 masih terbilang kecil, hanya berkisaran Rp1,1 juta, sudah termasuk tunjangan operasional Rp600 ribu.

"Sudah dua hari kami mogok gara-gara pengumuman CPNS ini, masa yang mengabdi baru diluluskan,”" sambung petugas kebersihan honorer K2 Nai Labo.

Menurut Nai, sejak 1997, Surat Keputusan Wali Kota sudah keluar. Namun, yang diluluskan tersebut hanya rata-rata orang yang baru mengabdi.

"“Kami sudah capek dijanji-janji terus, apalagi katanya terakhir pengangkatan tahun ini. Jadi nasib kita kedepannya bagaimana,”" tutur Nai dengan rasa kesal.

Nai menegaskan, kalau memang pemerintah kota tidak bisa menaikkan gaji petugas kebersihan Rp1,2 juta. Maka, jangan janji petugas yang lama diangkat CPNS. Sebab hal itu memberi harapan besar kepada mereka yang sudah lama mengabdi.

Sebelumnya, mereka juga pernah menuntut kenaikan gaji Rp1,2 juta, tapi tidak dipenuhi. Alasannya, akan diangkat jadi CPNS. Namun, berdasarkan data yang diperoleh, sekitar 115 petugas kebersihan honorer K2, diantaranya 30 orang yang lulus CPNS.

Menanggapi aksi petugas kebersihan, Kepala Dinas Pertamanan dan Kebersihan Kota Makassar Kusayyeng mengatakan, pihaknya akan memberikan penjelasan terkait pengumuman K2 tersebut. Sehingga, aktifitas petugas kebersihan untuk mengangkut sampah kembali dapat dilakukan.

"“Saya yakin mulai sore ini (kemarin), mereka sudah mulai bekerja sampai jam 9 malam,”" pungkasnya.
(san)
Berita Terkait
Penindakan Mal yang...
Penindakan Mal yang Abai Protokol Kesehatan Harus Bersifat Kontinu
Dewan Desak Pemkot Makassar...
Dewan Desak Pemkot Makassar Kejar Aset PSU dari Pengembang Perumahan
Masyarakat Kurang Mampu...
Masyarakat Kurang Mampu di Makassar Difasilitasi Bantuan Hukum
Dewan Bakal Kaji Kerugian...
Dewan Bakal Kaji Kerugian Penggunaan Fasum di Pasar Segar
PAD Minim, TPP ASN Pemkot...
PAD Minim, TPP ASN Pemkot Makassar Terancam Dipangkas
Pemkot Kehilangan Aset,...
Pemkot Kehilangan Aset, Kantor BPR Diambil Alih Pihak Ketiga
Berita Terkini
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
50 menit yang lalu
Gelar Pernas XIII di...
Gelar Pernas XIII di Klaten, FMKI Keluarkan Seruan Moral
56 menit yang lalu
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
2 jam yang lalu
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
2 jam yang lalu
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
4 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
4 jam yang lalu
Infografis
6 Taman di Jakarta Buka...
6 Taman di Jakarta Buka 24 Jam, Dapat Ciptakan Lapangan Kerja
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved