Jadi 'bus maut', seleksi pramudi Transjakarta diperketat
Senin, 17 Februari 2014 - 21:18 WIB
Jadi 'bus maut', seleksi pramudi Transjakarta diperketat
A
A
A
Sindonews.com - Bus Transjakarta yang beberapa kali terlibat kecelakaan dan menimbulkan korban jiwa harus menjadi perhatian pengelola untuk lebih ketat lagi menyeleksi pramudinya.
Pengamat Transportasi UI, Tri Tjahyono mengatakan, pengelola harus lebih mencermati kecelakaan yang melibatkan bus Transjakarta.
"Ada tiga sisi yang harus dilihat, yakni rekayasa jalan, sisi pengemudi TransJakarta, dan kondisi bus yang layak atau tidak," katanya saat dihubungi, Senin (17/2/2014).
Ia mengatakan, jika melihat peristiwa kecelakaan yang terjadi di depan Universitas Tarumanegara tadi siang, lebih karena sikap mengemudi pramudi bus Transjakarta.
"Kalau karena pengemudi, seleksi pengemudi harus diperketat dan sanksi harus tegas," kata Tri Tjahyono saat dihubungi kemarin.
Untuk menngendarai Transjakarta, lanjutnya, tidak cukup lolos tes keterampilan dan kepemilikan SIM.
"Tes kelanjutan sangat diperlukan, seperti tes psikologi, pelatihan pengenalan bus, dan pelatihan mengevakuasi jika bus kebakar. Sebab, ujung tombak sebuah angkutan, adalah sopir," terangnya.
Kalau sering terulang kecelakaan di wilayah tersebut, audit rekayasa jalan harus diperbaiki. Transjakarta harus punya batas kecepatan ketika melalui jalan ramai, seperti perempatan, dan sebagainya.
Diberitakan sebelumnya, seorang mahasiswi Universitas Tarumanegera, Grogol, Jakarta Barat tersambar bus Transjakarta yang melintas di depan kampusnya.
"Jalan depan kampus kan macet, dia nyeberang enggak lihat ada busway yang memang lagi ngebut. Korban tertabrak dan mengalami luka dikepala," kata Coki Tumpak (30) pedagang minuman di lokasi.
Baca juga:
Mahasiswi kritis ditabrak bus Transjakarta
Pengamat Transportasi UI, Tri Tjahyono mengatakan, pengelola harus lebih mencermati kecelakaan yang melibatkan bus Transjakarta.
"Ada tiga sisi yang harus dilihat, yakni rekayasa jalan, sisi pengemudi TransJakarta, dan kondisi bus yang layak atau tidak," katanya saat dihubungi, Senin (17/2/2014).
Ia mengatakan, jika melihat peristiwa kecelakaan yang terjadi di depan Universitas Tarumanegara tadi siang, lebih karena sikap mengemudi pramudi bus Transjakarta.
"Kalau karena pengemudi, seleksi pengemudi harus diperketat dan sanksi harus tegas," kata Tri Tjahyono saat dihubungi kemarin.
Untuk menngendarai Transjakarta, lanjutnya, tidak cukup lolos tes keterampilan dan kepemilikan SIM.
"Tes kelanjutan sangat diperlukan, seperti tes psikologi, pelatihan pengenalan bus, dan pelatihan mengevakuasi jika bus kebakar. Sebab, ujung tombak sebuah angkutan, adalah sopir," terangnya.
Kalau sering terulang kecelakaan di wilayah tersebut, audit rekayasa jalan harus diperbaiki. Transjakarta harus punya batas kecepatan ketika melalui jalan ramai, seperti perempatan, dan sebagainya.
Diberitakan sebelumnya, seorang mahasiswi Universitas Tarumanegera, Grogol, Jakarta Barat tersambar bus Transjakarta yang melintas di depan kampusnya.
"Jalan depan kampus kan macet, dia nyeberang enggak lihat ada busway yang memang lagi ngebut. Korban tertabrak dan mengalami luka dikepala," kata Coki Tumpak (30) pedagang minuman di lokasi.
Baca juga:
Mahasiswi kritis ditabrak bus Transjakarta
(ysw)