Gempa Ungaran, kilat bersahutan dari Gunung Merbabu

Senin, 17 Februari 2014 - 14:59 WIB
Gempa Ungaran, kilat...
Gempa Ungaran, kilat bersahutan dari Gunung Merbabu
A A A
Sindonews.com - Gempa bumi mengguncang wilayah Dusun Piji dan Krajan, Desa Sumogawe, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, pagi tadi.

Gempa yang terjadi sekira pukul 06.00 WIB itu mengakibatkan sebanyak 17 rumah warga mengalami rusak sedang dan puluhan rumah warga lainnya rusak ringan.

Rumah yang rusak sedang antara lain milik Supanggih (50), warga RT 10 RW 5, Dusun Piji, Desa Sumogawe; Suwarji (51), warga RT 01 RW 02 Dusun Krajan, Desa Sumogawe; Sidik Sumarni (70) dan Wiwit (40), keduanya warga RT 05 RW 02 Dusun Krajan. Sedang puluhan rumah yang rusak ringan tersebar di dua dusun tersebut.

Informasi yang dihimpun SINDO di lokasi kejadian menyebutkan, gempa terjadi selama sekira empat detik. Sebelumnya terlihat kilat dari arah Gunung Merbabu. Kilat tersebut terlihat bersahutan yang disertai dengan suara ledakan yang sangat keras dan disusul gempa yang cukup kuat. Atap puluhan rumah puluhan warga langsung rusak dan banyak tembok yang retak.

Ribuan warga panik dan berhamburan ke luar rumah untuk menyelamatkan diri dari reruntuhan genting dan anternit yang ambrol. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, hanya kerugian material yang diderita puluhan warga akibat gempa ini ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

Ketua RT 01 RW 02 Dusun Krajan, Marwoto menuturkan, saat kejadian dirinya sedang berada di dalam rumah. Sekitar pukul 06.00 WIB dirinya mendengar suara ledakan yang sangat kencang dan terjadi gempa.

"Saya dan istri langsung ke luar rumah karena bangunannya bergerak. Setelah gempa selesai, saya cek kondisi rumah ternyata atap rusak dan tembok ruang dapur banyak yang retak," turunya kepada SINDO, Senin (17/2/2014).

Menurut dia, kerusakan terparah di wilayah RW 02 Dusun Krajan terdapat di RT 1, 2, 3, 4 dan 5. Sejumlah rumah mengalami kerusakan cukup parah, atapnya rusak dan temboknya retak. Sedangkan puluhan rumah lainnya mengalami kerusakan pada bagian atap.

Suwarji (51), menyatakan, gempa yang mengguncang desanya pagi kemarin sangat kuat. "Gempa terjadi hanya selama empat detik. Namun tembok sejumlah ruang bisa retak, kaca jendela pecah, dan atap rumah rusak," ujarnya.

Dia berharap, Pemkab Semarang memberikan perhatian kepada para korban gempa di Desa Sumogawe. Karena sebagian besar warga korban gempa tidak memiliki uang untuk memperbaiki rumahnya yang mengalami kerusakan cukup parah.

"Saya berharap pemerintah segera mengucurkan bantuan agar rumah warga yang rusak bisa segera diperbaiki," ujarnya.

Kasi Trantib Kecamatan Getasan Didik Setiawan mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang untuk melakukan penanganan bencana ini. Pihak BPBD segera melakukan pendataan rumah warga yang rusak baik sedang maupun ringan.
(rsa)
Berita Terkait
BMKG: Gempa Bumi M5,1...
BMKG: Gempa Bumi M5,1 di Mamuju Tengah Tak Berpotensi Tsunami
Apakah Aplikasi Pendeteksi...
Apakah Aplikasi Pendeteksi Gempa Benar-Benar Berfungsi?
Gempa Terkini Banten,...
Gempa Terkini Banten, Warganet Curhat di Twitter
2 Kali Gempa Besar Guncang...
2 Kali Gempa Besar Guncang Banten Terjadi Hari Jumat, Netizen Langsung Teringat Kiamat
Gempa Bumi Berkekuatan...
Gempa Bumi Berkekuatan M 5,7 Guncang Bayah Banten
Diguncang Gempa M 5,9...
Diguncang Gempa M 5,9 Masyarakat Bolaang Mongondow Selatan Sempat Mengalami Kepanikan
Berita Terkini
Kaesang Ungkap Dewan...
Kaesang Ungkap Dewan Pembina PSI Mulai Turun ke Daerah Akhir Juni
28 menit yang lalu
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
8 jam yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
8 jam yang lalu
300 Siswa-Warga Dapatkan...
300 Siswa-Warga Dapatkan Pemeriksaan Mata dan Kacamata Gratis
8 jam yang lalu
Bongkar Gudang Penyimpanan...
Bongkar Gudang Penyimpanan Kosmetik Impor Ilegal di Tangerang, BPOM Ungkap Modus Operandi dan Peredaran
8 jam yang lalu
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
10 jam yang lalu
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved