Kerap rusak, jalan di Jakarta akan diganti beton
Senin, 03 Februari 2014 - 14:25 WIB
Kerap rusak, jalan di Jakarta akan diganti beton
A
A
A
Sindonews.com - Untuk mengantisipasi kerusakan jalan di Jakarta, Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta akan mengganti jalan yang hanya dilapisi aspal dengan beton.
"Kami akan dorong Suku Dinas (Sudin) PU di Jakarta untuk gunakan beton. Beton juga kan perawatannya tidak sulit," kata Kepala Dinas PU DKI, Manggas Rudy Siahaan di Balai Kota, Senin (3/2/2014).
Mengenai kerusakan jalan di Jakarta, nampaknya Dinas PU DKI enggan disalahkan. Termasuk kerusakan Jalan Layang Non Tol (JLNT) Kampung Melayu-Tanah Abang atau Casablanca yang baru sebulan diremskian.
"Banyak faktor yang menyebabkan jalan di Jakarta cepat rusak," kata
Ia menjelaskan, faktor yang kerap menimbulkan jalan rusak, seperti masalah campuran, stabilitas, fleksibilitas, konten aspal hingga pelaksanaan di lapangan.
"Karena saat perbaikan tidak boleh hujan, ada hitungan suhunya, kalau enggak salah harus 110 derajat. Belum lagi di lapangan itu ada kondisi beban lalu lintas," jelasnya.
Menurut Manggas, saat ini beban lalu lintas jalan sangat luar biasa besar. Misalnya di Jakarta Utara, banyak truk tonase berat atau kontainer yang melintas dengan bebas berat.
"Kami akan dorong Suku Dinas (Sudin) PU di Jakarta untuk gunakan beton. Beton juga kan perawatannya tidak sulit," kata Kepala Dinas PU DKI, Manggas Rudy Siahaan di Balai Kota, Senin (3/2/2014).
Mengenai kerusakan jalan di Jakarta, nampaknya Dinas PU DKI enggan disalahkan. Termasuk kerusakan Jalan Layang Non Tol (JLNT) Kampung Melayu-Tanah Abang atau Casablanca yang baru sebulan diremskian.
"Banyak faktor yang menyebabkan jalan di Jakarta cepat rusak," kata
Ia menjelaskan, faktor yang kerap menimbulkan jalan rusak, seperti masalah campuran, stabilitas, fleksibilitas, konten aspal hingga pelaksanaan di lapangan.
"Karena saat perbaikan tidak boleh hujan, ada hitungan suhunya, kalau enggak salah harus 110 derajat. Belum lagi di lapangan itu ada kondisi beban lalu lintas," jelasnya.
Menurut Manggas, saat ini beban lalu lintas jalan sangat luar biasa besar. Misalnya di Jakarta Utara, banyak truk tonase berat atau kontainer yang melintas dengan bebas berat.
(ysw)