Jalan terus rusak, Jokowi anggap ada yang tak beres
Senin, 27 Januari 2014 - 16:24 WIB
Jalan terus rusak, Jokowi anggap ada yang tak beres
A
A
A
Sindonews.com - Kinerja Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI Jakarta mulai disorot Gubernur DKI, Joko Widodo menyusul banyaknya jalan yang kembali rusak pasca diperbaiki.
"Kalau baru dikerjain sehari dua hari sudah rusak lagi, berarti ada yang enggak beres itu," katanya di Balai Kota, Senin (27/1/2014).
Meski demikian, Jokowi mengaku belum mengetahui pasti apakah ketidakberesan pengerjaan perbaikan jalan itu berasal dari kontraktor atau dinas terkait.
"Yah ini baru kita bicarakan, apakah kualitasnya di bawah standar, atau harga permeternya memang kurang, saya enggak tahu apakah ada permainan," ucapnya.
Menurut Jokowi, sistem belanja barang e-katalog saat ini tidak bisa menjamin apakah aspal yang digunakan dalam proses perbaikan jalan benar-benar berkualitas jika pengawasan di lapangan lemah.
"E-katalog kalau bagus sama saja kalau di lapangan ini enggak dicek. Misalnya, seharusnya dibeli kualitas A, malah dibeli kualitas B, KW 1 diberi KW 3. Itu tahunya dari mana? Ya dari pengawasan lapangan kan?" tuturnya.
Karena lemahnya kontrol itu, Jokowi mengaku terpaksa turun sendiri ke lapangan agar tidak terjadi penyimpangan.
"Kalau baru dikerjain sehari dua hari sudah rusak lagi, berarti ada yang enggak beres itu," katanya di Balai Kota, Senin (27/1/2014).
Meski demikian, Jokowi mengaku belum mengetahui pasti apakah ketidakberesan pengerjaan perbaikan jalan itu berasal dari kontraktor atau dinas terkait.
"Yah ini baru kita bicarakan, apakah kualitasnya di bawah standar, atau harga permeternya memang kurang, saya enggak tahu apakah ada permainan," ucapnya.
Menurut Jokowi, sistem belanja barang e-katalog saat ini tidak bisa menjamin apakah aspal yang digunakan dalam proses perbaikan jalan benar-benar berkualitas jika pengawasan di lapangan lemah.
"E-katalog kalau bagus sama saja kalau di lapangan ini enggak dicek. Misalnya, seharusnya dibeli kualitas A, malah dibeli kualitas B, KW 1 diberi KW 3. Itu tahunya dari mana? Ya dari pengawasan lapangan kan?" tuturnya.
Karena lemahnya kontrol itu, Jokowi mengaku terpaksa turun sendiri ke lapangan agar tidak terjadi penyimpangan.
(ysw)