Besok Jokowi lobi 3 pimpinan Tangerang
Jum'at, 24 Januari 2014 - 19:59 WIB
Besok Jokowi lobi 3 pimpinan Tangerang
A
A
A
Sindonews.com - Bermaksud ingin melunakkan penolakan rencana penyodetan Ciliwung-Cisadane, besok Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo akan menemui 3 pemimpin di Tangerang.
Informasi yang didapat, Jokowi rencananya akan datang dan menemui Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah, Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar dan Wali Kota Tangsel, Airin Rachmi Diani, dan Wakil Gubernur Banten, Rano Karno sekira pukul 10.00 WIB. Rencananya Jokowi bersama-sama para pemimpin ini akan memantau bendungan pintu air 10.
Sementara itu, Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany mengaku, siap bila diajakan berunding. Akan tetapi pada prinsipnya Airin tetap akan menolak rencana itu.
Dia menganggap, Cisadane tak akan mampu menampung debit air Ciliwung yang akan dilimpahkan, tanpa ada normalisasi kedua sungai.
"Pastikan dulu, sejauh mana debit air di Sungai Cisadane mampu menampung debit air maksimal. Jangan main sodet saja, tetapi tak ada kajian atau analisis teknisnya," ungkapnya, Jumat (24/1/2014).
Langkah awal yang seharusnya dilakukan oleh pemerintah pusat maupun Pemprov DKI Jakarta, kata Airin adalah melakukan pengerukan maupun normalisasi sungai.
Jika sodetan tetap dilakukan tanpa adanya normalisasi sungai, Airin menganggap sama saja memindahkan banjir dari Jakarta ke daerahnya.
"Di Kota Tangsel itukan ada tiga kecamatan yang berdekatan dengan Sungai Cisadane. Antara lain Kecamatan Setu, Serpong, dan Serpong Utara," ungkapnya.
Informasi yang didapat, Jokowi rencananya akan datang dan menemui Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah, Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar dan Wali Kota Tangsel, Airin Rachmi Diani, dan Wakil Gubernur Banten, Rano Karno sekira pukul 10.00 WIB. Rencananya Jokowi bersama-sama para pemimpin ini akan memantau bendungan pintu air 10.
Sementara itu, Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany mengaku, siap bila diajakan berunding. Akan tetapi pada prinsipnya Airin tetap akan menolak rencana itu.
Dia menganggap, Cisadane tak akan mampu menampung debit air Ciliwung yang akan dilimpahkan, tanpa ada normalisasi kedua sungai.
"Pastikan dulu, sejauh mana debit air di Sungai Cisadane mampu menampung debit air maksimal. Jangan main sodet saja, tetapi tak ada kajian atau analisis teknisnya," ungkapnya, Jumat (24/1/2014).
Langkah awal yang seharusnya dilakukan oleh pemerintah pusat maupun Pemprov DKI Jakarta, kata Airin adalah melakukan pengerukan maupun normalisasi sungai.
Jika sodetan tetap dilakukan tanpa adanya normalisasi sungai, Airin menganggap sama saja memindahkan banjir dari Jakarta ke daerahnya.
"Di Kota Tangsel itukan ada tiga kecamatan yang berdekatan dengan Sungai Cisadane. Antara lain Kecamatan Setu, Serpong, dan Serpong Utara," ungkapnya.
(ysw)