Ahok: Wajar nantangin karena Cisadane belum dinormalisasi
Jum'at, 24 Januari 2014 - 16:06 WIB
Ahok: Wajar nantangin karena Cisadane belum dinormalisasi
A
A
A
Sindonews.com - Wakil Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama menganggap wajar kalau Bupati dan Wali Kota Tangerang menentang keras rencana sodetan Ciliwung-Cisadane.
"Kalau lihat kondisi sekarang, wajar mereka nantang karena Sungai Cisadane belum dinormalisasi. Kami tunggu normalisasi dulu," katanya di Balai Kota, Kamis (24/01).
Menurut Ahok, sembari menunggu normalisasi Sungai Cisadane terealisasi, Pemprov DKI akan mengalirkan air ke Kanal Banjir Timur (KBT) dengan membangun gorong-gorong dari Casablanca. Saluran gorong-gorong itu nantinya akan mengaliri air dari Waduk Ciawi di Bogor, Jawa Barat ke KBT.
"Kami juga akan tambah waduk di Jakarta Utara, sehingga ketika pintu air Manggarai Siaga 3, air bisa kami lepas," jelasnya.
Ahok mengutarakan, pada saat banjir kemarin, pihaknya sudah mencoba membuka pintu air Manggarai ketika bertatus Siaga 3. Walau belum dibangun waduk, air dari pintu air bisa seluruhnya ke laut.
Menurut Ahok, saat air laut pasang atu rob, di kawasan Utara, hal yang dibutuhkan yakni sebuah waduk sebagai baskom penampungan air. Karena itu, di kawasan hilir, dibutuhkan baskom tambahan sebagai solusi sekarang.
Ia menambahkan, tambahan waduk yang akan dibangun sebagai baskom air itu sudah disiapkan di kawasan Cakung dan Cilincing dengan luas antara 20-50 hektare. Kemudian di areal ke Tol Kali Tunjungan, rencananya juga dibangun satu waduk seluas 90 hektare.
"Di Cengkareng, kami akan bebaskan tanah untuk bangun waduk sekitar 120 hektare, di Pantai Indah Kapuk juga dibangun waduk 30 hektare," ujarnya.
Bersamaan dengan itu, lanjut Ahok, Pemprov DKI juga akan melakukan pengerukan di Waduk Pluit dan Kali Sunter sekaligus memperbaiki ruang hijau di taman BMW.
"Kita akan banyak bangun tampungan," tandasnya.
Baca juga:
Soal sodetan Cisadane, JK berseberangan dengan Jokowi
Rencana sodetan 'Jokowi' ditolak Tangerang
Ini reaksi Jokowi ketika idenya ditolak Tangerang
"Kalau lihat kondisi sekarang, wajar mereka nantang karena Sungai Cisadane belum dinormalisasi. Kami tunggu normalisasi dulu," katanya di Balai Kota, Kamis (24/01).
Menurut Ahok, sembari menunggu normalisasi Sungai Cisadane terealisasi, Pemprov DKI akan mengalirkan air ke Kanal Banjir Timur (KBT) dengan membangun gorong-gorong dari Casablanca. Saluran gorong-gorong itu nantinya akan mengaliri air dari Waduk Ciawi di Bogor, Jawa Barat ke KBT.
"Kami juga akan tambah waduk di Jakarta Utara, sehingga ketika pintu air Manggarai Siaga 3, air bisa kami lepas," jelasnya.
Ahok mengutarakan, pada saat banjir kemarin, pihaknya sudah mencoba membuka pintu air Manggarai ketika bertatus Siaga 3. Walau belum dibangun waduk, air dari pintu air bisa seluruhnya ke laut.
Menurut Ahok, saat air laut pasang atu rob, di kawasan Utara, hal yang dibutuhkan yakni sebuah waduk sebagai baskom penampungan air. Karena itu, di kawasan hilir, dibutuhkan baskom tambahan sebagai solusi sekarang.
Ia menambahkan, tambahan waduk yang akan dibangun sebagai baskom air itu sudah disiapkan di kawasan Cakung dan Cilincing dengan luas antara 20-50 hektare. Kemudian di areal ke Tol Kali Tunjungan, rencananya juga dibangun satu waduk seluas 90 hektare.
"Di Cengkareng, kami akan bebaskan tanah untuk bangun waduk sekitar 120 hektare, di Pantai Indah Kapuk juga dibangun waduk 30 hektare," ujarnya.
Bersamaan dengan itu, lanjut Ahok, Pemprov DKI juga akan melakukan pengerukan di Waduk Pluit dan Kali Sunter sekaligus memperbaiki ruang hijau di taman BMW.
"Kita akan banyak bangun tampungan," tandasnya.
Baca juga:
Soal sodetan Cisadane, JK berseberangan dengan Jokowi
Rencana sodetan 'Jokowi' ditolak Tangerang
Ini reaksi Jokowi ketika idenya ditolak Tangerang
(ysw)