Banjir Jakarta, 12 tewas & 62.819 warga mengungsi
Selasa, 21 Januari 2014 - 10:45 WIB
Banjir Jakarta, 12 tewas & 62.819 warga mengungsi
A
A
A
Sindonews.com - Buruknya persiapan yang dilakukan Pemprov DKI untuk menangani banjir menjadi petaka bagi warga Jakarta. Akibat banjir tahun ini, Badan Penanggulangan Benca aDaerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat 12 warga tewas dan 62.819 orang lainnya harus berdesakan di pengungsian.
Berdasarkan data Pusdalops BPBD DKI Jakarta, dampak banjir Jakarta sejak 14-21 Januari 2014 membuat banjir di 34 Kecamatan, 100 Kelurahan, 444 RW, 1.227 RT, 38.672 KK, dan 134.662 jiwa.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menerangkan, akibat banjir kali ini memaksa 62.819 jiwa mengungsi di 253 lokasi.
"Korban jiwa 12 orang meninggal dunia, baik terdampak langsung maupun tidak langsung," katanya melalui rilis, Selasa (21/2/104).
Ia menjelaskan, ketinggian banjir di sejumlah daerah bervariasai. Di Jakarta Timur tinggi muka air (TMA) antara 20-350 cm. Jumlah terdampak mencapai 9 kecamtan, 32 kelurahan, 131 RW, 559 RT, 22.209 KK, 65.090 jiwa.
Sedangkan jumlah pengungsi mencapai 22.405 orang yang berada di 101 lokasi pengungsian. Korban jiwa banjir di Jaktim mencapai 7 orang.
Di Jakarta Selatan ketinggian banjir antara 50-300 cm yang menggenangi 8 kecamtan, 16 kelurahan, 40 RW, 171 RT, 7.557 KK, 29.969 jiwa.
Jumlah pengungsi 16.345 orang yang berada di 44 titik. Akibat banjir di Jaksel, 1 orang meninggal dunia.
Jakarta Pusat ketinggian banjir antara 50-150 cm. Jumlah terdampak 2 kecamtan, 9 kelurahan, 25 RW, 56 RT, 250 KK, dan 10.392 jiwa. Jumlah pengungsi mencapai 3.426 jiwa yang tersebar di 17 lokasi pengungsian.
Di Jakarta Barat banjir mencapai 1,5 meter yang merendam 7.820 KK atau 24.933 jiwa. Jumlah pengungsi mencapai 14.521 jiwa di 52 titik pengungsian, sednagkan korban jiwa satu orang.
Banjir di Jakarta Utara mencapai 130 cm yang menggenangi 836 rumah warga. Jumlah pengungsi mencapai 6.113 jiwa dan korban jiwa mencapai tiga orang.
Berdasarkan data Pusdalops BPBD DKI Jakarta, dampak banjir Jakarta sejak 14-21 Januari 2014 membuat banjir di 34 Kecamatan, 100 Kelurahan, 444 RW, 1.227 RT, 38.672 KK, dan 134.662 jiwa.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menerangkan, akibat banjir kali ini memaksa 62.819 jiwa mengungsi di 253 lokasi.
"Korban jiwa 12 orang meninggal dunia, baik terdampak langsung maupun tidak langsung," katanya melalui rilis, Selasa (21/2/104).
Ia menjelaskan, ketinggian banjir di sejumlah daerah bervariasai. Di Jakarta Timur tinggi muka air (TMA) antara 20-350 cm. Jumlah terdampak mencapai 9 kecamtan, 32 kelurahan, 131 RW, 559 RT, 22.209 KK, 65.090 jiwa.
Sedangkan jumlah pengungsi mencapai 22.405 orang yang berada di 101 lokasi pengungsian. Korban jiwa banjir di Jaktim mencapai 7 orang.
Di Jakarta Selatan ketinggian banjir antara 50-300 cm yang menggenangi 8 kecamtan, 16 kelurahan, 40 RW, 171 RT, 7.557 KK, 29.969 jiwa.
Jumlah pengungsi 16.345 orang yang berada di 44 titik. Akibat banjir di Jaksel, 1 orang meninggal dunia.
Jakarta Pusat ketinggian banjir antara 50-150 cm. Jumlah terdampak 2 kecamtan, 9 kelurahan, 25 RW, 56 RT, 250 KK, dan 10.392 jiwa. Jumlah pengungsi mencapai 3.426 jiwa yang tersebar di 17 lokasi pengungsian.
Di Jakarta Barat banjir mencapai 1,5 meter yang merendam 7.820 KK atau 24.933 jiwa. Jumlah pengungsi mencapai 14.521 jiwa di 52 titik pengungsian, sednagkan korban jiwa satu orang.
Banjir di Jakarta Utara mencapai 130 cm yang menggenangi 836 rumah warga. Jumlah pengungsi mencapai 6.113 jiwa dan korban jiwa mencapai tiga orang.
(ysw)