Peneliti UGM imbau peta risiko bencana Manado dibuat

Senin, 20 Januari 2014 - 20:56 WIB
Peneliti UGM imbau peta...
Peneliti UGM imbau peta risiko bencana Manado dibuat
A A A
Sindonews.com - Tim peneliti Universitas Gadjah Mada (UGM) menilai potensi longsor dan banjir bandang di sepanjang jalur Manado-Tomohon masih cukup besar.

Berdasarkan hasil pengamatan itu, tim dari UGM merekomendasi agar segera dibuat peta risiko bencana di Manado.

"Identifikasi zona yang rentan longsor dan banjir perlu segera dilakukan sebagai upaya pencegahan terjadinya kerugian yang lebih besar jika bencana yang sama terjadi kembali," ujar Tim Peneliti dari Teknik Geologi UGM Prof Dr Dwikorita Karnawati MSc, saat pemaparan hasil fact finding dan analisis penyebab bencana longsor dan banjir bandang wilayah Manado dan sekitarnya, di Kampus Universitas Gajah Mada, Yogyakarta, Senin (20/1/2014).

Pemberdayaan masyarakat untuk mencegah dan mengurangi risiko bencana juga perlu dilakukan. Idealnya memang dilakukan relokasi. Tapi kalau belum memungkinkan maka sistem pemantauan dan peringatan dini bencana longsor dan banjir perlu dikembangkan.

Dwikorita menuturkan, potensi terjadinya bencana susulan cukup berbahaya karena akan mengancam lokasi daerah Manado bagian tengah sampai barat.

Meski belum mampu disejajarkan dengan bencana banjir bandang Wasior atau Bahorok, ancaman banjir bandang Manado masih tinggi.

"Tingginya potensi bencana selanjutnya disebabkan masih akan tingginya curah hujan di daerah Manado dan sekitarnya. Hasil fact finding kami menunjukkan kejadian longsor dan banjir bandang di Manado secara umum diakibatkan adanya curah hujan yang sangat tinggi. Data BMKG pada 15 Januari 2014 menunjukkan curah hujan di DAS Tondano mencapai 215 mm (Minahasa), sedangkan di DAS Tumpaan mencapai 41 mm/hari," paparnya.

Dwikorita menjelaskan, longsor dan banjir bandang merupakan fenomena alam yang dikontrol oleh kondisi geologi seperti tektonik yang mengakibatkan kemiringan lereng yang curam dengan susunan batuan yang rapuh di jalur struktur serta dipicu hujan yang ekstrem dan getaran gempa bumi.

Dari bencana Manado didapatkan dua areal DAS yang berbeda, yaitu DAS Tondano di Kabupaten Minahasa serta DAS Tumpaan di Kabupaten Tomohon.

"Kedua DAS tersebut memiliki karakteristik yang rentan terhadap gerakan tanah (longsor) dan banjir bandang, terutama akibat kontrol kondisi alam, yaitu kemiringan lereng dan kondisi geologi yang dipicu oleh curah hujan tinggi. Selain kemiringan lereng yang curam, litologi yang lapuk dan struktur geologi yang kompleks kejadian longsor di sana juga dipicu adanya proses tektonik aktif gempa,” paparnya.

Sementara itu, Ketua LPPM UGM Prof Dr Suratman MSc mengatakan, saat ini masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap munculnya berbagai bencana alam akibat adanya perubahan iklim global.

Tidak hanya bencana tanah longsor dan banjir yang mengancam, fenomena naiknya permukaan air laut di pantai utara Pulau Jawa juga perlu diwaspadai.

“Harus ada riset bersama-sama. Jangan hanya per kasus kita selesaikan bersamaan tapi harus secara nasional," tuturnya.
(lns)
Berita Terkait
Hal yang Dilakukan Ketika...
Hal yang Dilakukan Ketika Terjadi Bencana Banjir Bandang
Tiga Orang Dikabarkan...
Tiga Orang Dikabarkan Hilang Terseret Banjir Bandang Sukabumi
Bencana Banjir Bandang...
Bencana Banjir Bandang di Spanyol Menewaskan 95 Orang
Sejumlah Rumah Warga...
Sejumlah Rumah Warga di Tapian Dolok Terendam Banjir
Banjir Bandang Rendam...
Banjir Bandang Rendam Ratusan Rumah pada Empat Kecamatan di Luwu
Banjir Bandang di Brasil...
Banjir Bandang di Brasil Tewaskan 39 Orang
Berita Terkini
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
3 jam yang lalu
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
3 jam yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
3 jam yang lalu
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
3 jam yang lalu
Lampung Kukuhkan Diri...
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
4 jam yang lalu
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
5 jam yang lalu
Infografis
Biaya Kuliah Kedokteran...
Biaya Kuliah Kedokteran di UI, UGM, Unpad, dan Unair di SNBT 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved