Wawalkot Manado: Tidak ada tsunami, warga jangan panik!
Jum'at, 17 Januari 2014 - 14:53 WIB
Wawalkot Manado: Tidak ada tsunami, warga jangan panik!
A
A
A
Sindonews.com - Isu bencana tsunami yang dikabarkan akan melanda pesisir pantai Kota Manado dibantah Wakil Wali Kota (Wawalkot) Manado Harley Mangindaan.
Menurutnya, pesan yang menyebutkan bencana tsunami akan melanda Manado merupakan informasi yang sesat. "Tak ada tsunami, yang ada jembatan Boulevard di antara Mantos dan Mega Mas putus. Itu saja," tegasnya saat dihubungi, Jumat (17/1/2014).
Mangindaan pun mengimbau kepada seluruh warga Manado untuk tetap tenang dan tidak panik. "Hindari Jalan Toar karena mengalami kemacetan parah. Kemacetan itu karena warga panik dan naik Teling dari Boulevard," ujarnya.
Sebelumnya dikabarkan, kawasan pesisir pantai Kota Manado akan diterjang bencana tsunami. Informasi yang belum bisa dipastikan kebenarannya itu membuat banyak warga pesisir Manado dilanda kepanikan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, nampak ribuan warga berhamburan dari dalam rumah dan menjauhi area pantai. Pesan itu dikabarkan berasal dari sosial media, seperti Facebook, Twitter, dan Blackberry Messenger. Namun belum diketahui isi pesan tersebut.
"Biar bagaimana pun, kami takut kalau terjadi apa-apa. Lebih baik cepat dari pada terlambat," aku John, warga Kelurahan Maasing, Tuminting.
Baca:
Beredar isu pesisir Manado akan dihantam tsunami
Menurutnya, pesan yang menyebutkan bencana tsunami akan melanda Manado merupakan informasi yang sesat. "Tak ada tsunami, yang ada jembatan Boulevard di antara Mantos dan Mega Mas putus. Itu saja," tegasnya saat dihubungi, Jumat (17/1/2014).
Mangindaan pun mengimbau kepada seluruh warga Manado untuk tetap tenang dan tidak panik. "Hindari Jalan Toar karena mengalami kemacetan parah. Kemacetan itu karena warga panik dan naik Teling dari Boulevard," ujarnya.
Sebelumnya dikabarkan, kawasan pesisir pantai Kota Manado akan diterjang bencana tsunami. Informasi yang belum bisa dipastikan kebenarannya itu membuat banyak warga pesisir Manado dilanda kepanikan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, nampak ribuan warga berhamburan dari dalam rumah dan menjauhi area pantai. Pesan itu dikabarkan berasal dari sosial media, seperti Facebook, Twitter, dan Blackberry Messenger. Namun belum diketahui isi pesan tersebut.
"Biar bagaimana pun, kami takut kalau terjadi apa-apa. Lebih baik cepat dari pada terlambat," aku John, warga Kelurahan Maasing, Tuminting.
Baca:
Beredar isu pesisir Manado akan dihantam tsunami
(rsa)