ULP belum dibentuk, proyek di Depok kacau

Kamis, 09 Januari 2014 - 14:37 WIB
ULP belum dibentuk,...
ULP belum dibentuk, proyek di Depok kacau
A A A
Sindonews.com - Karut-marut proyek pembangunan di Depok disinyalir belum adanya Unit Layanan Pengadaan (ULP). Sehingga banyak proyek terutama yang menyangkut kepentingan umum jadi mangkrak.

Salah satunya, proyek Margonda yang sudah melewati batas pengerjaan 20 Desember 2013 lalu hingga kini belum juga selesai. Maka itu, masyarakat meminta agar Pemerintah Kota (Pemkot) Depok segera membentuk ULP.

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kota Depok Mpun Sunardi mengatakan, DPRD Kota Depok pada tahun 2013 lalu sudah mengesahkan 14 Perda salah satunya pembentukan ULP.

"Perda mengenai pembentukan ULP sudah diketuk. Tapi hingga kini tidak disosialisasikan ke masyarakat. Untuk itu kami meminta kepada Pemkot Depok untuk segera membentuknya," tuntut Mpun kepada wartawan di Depok, Kamis (9/1/2014).

Mpun menambahkan, beberapa kota/kabupaten di Indonesia seperti Kabupaten Bekasi, Bogor, Cianjur termasuk Banjar Negara sudah memiliki ULP. Tapi Depok belum punya, padahal berbatasan dengan Jakarta dan Bekasi.

"ULP ini sebagai unit organisasi pemerintah yang berfungsi melaksanakan pengadaan barang jasa yang bersifat permanen, dapat berdiri sendiri atau melekat pada unit yang sudah ada," tambahnya.

Hingga saat ini, kata dia, di Kota Depok hanya dilakukan oleh panitia pengadaan barang dan jasa di setiap dinas, karena masih ditemukan masalah.

Selama ini kegiatan pengadaan barang dan jasa di Kota Depok masih melalui jalur yang rumit dengan diawali Rencana Kegiatan Anggaran (RKA) yang disusun oleh pihak eksekutif, legislatif yang kemudian diserahkan ke Provinsi Jawa Barat atau Dokumen Pelaksanaan Anggaran dan kemudian dibalikan ke Pemkot Depok setelah dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu.

"Jika Pemkot Depok sudah memiliki ULP maka ajuan pengadaan pembangunan langsung diserahkan OPD ULP sehingga langsung dikerjakan proyeknya tanpa dilakukan ke Provinsi Jawa Barat yang memakan waktu cukup lama," paparnya.

Jika Pemkot Depok segera membentuk ULP pada tahun ini dengan secepatnya memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang inovatif maka pelaksanaan proyek pembangunan di Kota Depok tidak ada lagi masalah itu, namanya cut off atau mandeknya pembayaran pencairan dana proyek pada akhir tahun mendatang.

"Kami rasa kisruhnya masalah pembangunan di Kota Depok seperti masalah cut off, dikarenakan tidaknya adanya ULP, dan maka dari itu Pemkot Depok sepatutnya membentuk ULP tersebut," pungkasnya.

Baca:
Puluhan proyek mangkrak, DPRD ultimatum Pemkot Depok
(mhd)
Berita Terkait
Pemkot Depok Banjir...
Pemkot Depok Banjir Kritik, Bongkar Pasang Trotoar Jalan Margonda
Kolaborasi Olahraga...
Kolaborasi Olahraga dengan Industri Kreatif,Gekrafs Depok Gelar Turnamen Sepak Bola untuk Anak
Pemkot Depok Izinkan...
Pemkot Depok Izinkan Warga Ziarah Kubur dengan Penerapan Prokes
Sambangi Kantor PCNU...
Sambangi Kantor PCNU Depok, PDIP Ingin Dapatkan Saran Soal Penangangan Covid-19
Pemkot Depok Pertimbangkan...
Pemkot Depok Pertimbangkan Lakukan Swab Test di Lokasi Keramaian
THR ASN Kota Depok Sudah...
THR ASN Kota Depok Sudah Dicairkan 100%
Berita Terkini
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
7 jam yang lalu
Gelar Pernas XIII di...
Gelar Pernas XIII di Klaten, FMKI Keluarkan Seruan Moral
7 jam yang lalu
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
9 jam yang lalu
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
9 jam yang lalu
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
11 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
11 jam yang lalu
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved