Gawat, narkoba kini sasar pelajar & anak-anak
Senin, 30 Desember 2013 - 16:22 WIB
Gawat, narkoba kini sasar pelajar & anak-anak
A
A
A
Sindonews.com - Polrestro Jakarta Selatan mencatat, kasus penyalahgunaan narkoba mengalami peningkatan bagi anak-anak. Bahkan yang mengkhawatirkan, ditemukan makanan-makanan yang mengandung beberapa zat narkotika.
"Kami konsentrasi membongkar penyalahgunaan narkotika di kalangan pelajar atau di bawah umur," ujar Kapolres Jakarta Selatan Kombes Wahyu Hadiningrat, Senin (30/12/2013).
Dia melanjutkan, pihaknya langsung terjun ke lapangan dan sengaja memerintahkan kepada seluruh jajaran polsek untuk mencari sumber-sumber penyebaran narkotika tersebut.
"Begitu kita tangkap, semua yang terkait dengan penyalahgunaan narkotika tetap diproses hukum. Begitu juga terkait transparansi pemusnahan disaksikan oleh tersangka, tokoh serta aparat hukum lain," jelasnya.
Sementara, berdasarkan data selama tahun 2013 untuk perbandingan presentase penyelesaian kasus narkoba mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya.
"Tahun 2013 naik dari 80 persen menjadi 82 persen," tegasnya.
Selain itu, barang bukti yang disita juga naik seperti ganja 371 persen, pil ekstasi 100 persen. Namun, untuk barang bukti berupa heroin turun 71 persen, sabu 87 persen, dan psikotropika juga turun 72,7 persen.
Sedangkan, penyalahgunaan narkoba jenis kelamin laki-laki juga turun 188 orang atau 19 persen, dan perempuan turun 4 orang atau 11 persen.
Sedangkan, penyalahgunaan oleh anak-anak itu naik 37 orang atau 217 persen. Untuk jumlah barang bukti narkotika yang disita bila dikonversi dalam rupiah itu sebesar Rp47 miliar atau menyelamatkan sekira 470.256 jiwa.
"Kami konsentrasi membongkar penyalahgunaan narkotika di kalangan pelajar atau di bawah umur," ujar Kapolres Jakarta Selatan Kombes Wahyu Hadiningrat, Senin (30/12/2013).
Dia melanjutkan, pihaknya langsung terjun ke lapangan dan sengaja memerintahkan kepada seluruh jajaran polsek untuk mencari sumber-sumber penyebaran narkotika tersebut.
"Begitu kita tangkap, semua yang terkait dengan penyalahgunaan narkotika tetap diproses hukum. Begitu juga terkait transparansi pemusnahan disaksikan oleh tersangka, tokoh serta aparat hukum lain," jelasnya.
Sementara, berdasarkan data selama tahun 2013 untuk perbandingan presentase penyelesaian kasus narkoba mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya.
"Tahun 2013 naik dari 80 persen menjadi 82 persen," tegasnya.
Selain itu, barang bukti yang disita juga naik seperti ganja 371 persen, pil ekstasi 100 persen. Namun, untuk barang bukti berupa heroin turun 71 persen, sabu 87 persen, dan psikotropika juga turun 72,7 persen.
Sedangkan, penyalahgunaan narkoba jenis kelamin laki-laki juga turun 188 orang atau 19 persen, dan perempuan turun 4 orang atau 11 persen.
Sedangkan, penyalahgunaan oleh anak-anak itu naik 37 orang atau 217 persen. Untuk jumlah barang bukti narkotika yang disita bila dikonversi dalam rupiah itu sebesar Rp47 miliar atau menyelamatkan sekira 470.256 jiwa.
(ysw)