Para tokoh NTT minta Kapolri 'seret' Bupati Ngada

Senin, 30 Desember 2013 - 09:39 WIB
Para tokoh NTT minta...
Para tokoh NTT minta Kapolri 'seret' Bupati Ngada
A A A
Sindonews.com - Sejumlah tokoh masyarakat asal Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berdomisili di Jakarta, mengharapkan agar polisi serius menindak kasus Bupati Ngada yang melakukan aksi penutupan Bandara Turerelo Soa beberapa waktu lalu.

Selain minta polisi, warga asal pulau Flobamora (Flores Sumba Timor dan Alor) ini meminta Gubernur untuk memberi sanksi terhadap bawahannya.

Salah satu tokoh Ngada, Yohanes Aja, yang dihubungi via ponselnya menyatakan tindakan Bupati Ngada itu bukan saja mengganggu ketertiban umum, tetapi mengancam keselamatan orang lain.

"Dari aspek apa pun sebagai pejabat publik, tindakan itu tidak dibenarkan karena bisa mencelakakan keselamatan penumpang," katanya, Senin (30/12/2013).

Ia pun mengecam tindakan Bupati Ngada yang dinilai arogan. Bupati, lanjutnya, hanya mengutamakan kepentingannya sendiri, tanpa menghiraukan keselamatan orang lain.

"Jika pilot tidak sigap dan pesawat landing apa yang terjadi. Atau ketika pilot menerbangkan pesawat kembali ke Kupang tiba-tiba terjadi trouble, apa tidak berbahaya?" tandasnya.

Karena itu dia bersama tokoh masyarakat lain mendesak Kapolri untuk menuntaskan tindakan premanisme Bupati Ngada yang dinilai memalukan. "Benar-benar memalukan. Seorang pejabat publik bertindak ngawur," pungkasnya.

Senada, Petrus Selestinus, mendesak Kapolri untuk menuntaskan kasus ini tanpa tabang pilih. "Intinya kasus ini tidak boleh ada diskriminasi, sebab mengancam keselamatan orang lain," kata tokoh yang juga pengacara senior asal NTT ini.

Diketahui, kasus penutupan Bandara Turelelo Soa dilakukan beberapa petugas Satuan Polisi Pamongpraja (Sat Pol PP) pada Sabtu (21/12) lalu.

Penutupan bandara itu atas perintah Bupati Ngada, Marianus Sae. Bupati nekat menutup bandara lantaran kecewa pada maskapai penerbangan berpelat merah tersebut yang dikabarkan tidak memberikan pelayanan prioritas.

Dari berbagai informasi yang dihimpun, akibat peristiwa itu pesawat Merpati dengan nomor penerbangan 6516 tujuan Kupang-Bajwa yang mengangkut 54 penumpang tidak bisa mendarat di bandara tersebut dan kembali ke Kupang.

Hingga kini pihak kepolisian setempat telah menetapkan 15 orang sebagai tersangka.

Baca juga: Polri siap tindak tegas Bupati Ngada
(rsa)
Berita Terkait
Cermati, Perubahan Prilaku...
Cermati, Perubahan Prilaku Konsumen hingga PascaPandemi
Pramuka Diharapkan Jadi...
Pramuka Diharapkan Jadi Contoh Perubahan Prilaku
Prilaku Protokol Kesehatan...
Prilaku Protokol Kesehatan Jadi Kebutuhan Masyarakat
Bangkitnya Destinasi...
Bangkitnya Destinasi Wisata Lokal
Banking Consumer Megashifts
Banking Consumer Megashifts
Begini Cara Bobby Nasution...
Begini Cara Bobby Nasution Hilangkan Prilaku KKN di Pemko Medan
Berita Terkini
Guest House Makiyyah...
Guest House Makiyyah 2 Pangandaran Dibuka, Perkuat Layanan untuk Jemaah Haji-Umrah
37 menit yang lalu
Tarif Transjakarta Diusulkan...
Tarif Transjakarta Diusulkan Naik Jadi Rp5.000, Pramono: Segera Dikaji
1 jam yang lalu
Kebakaran TPA Jatiwaringin...
Kebakaran TPA Jatiwaringin Berhasil Dipadamkan 45 Persen di Hari ke-7 Penanganan
2 jam yang lalu
2 Wilayah Dilanda Karhutla,...
2 Wilayah Dilanda Karhutla, BNPB Catat Banjarbaru Terparah dengan 3,7 Hektare Terbakar
6 jam yang lalu
Puluhan Siswa SMA Belajar...
Puluhan Siswa SMA Belajar Riset, AI, dan Keberlanjutan secara Langsung
16 jam yang lalu
92 WN China Pelaku Penipuan...
92 WN China Pelaku Penipuan Investasi di Batam Dideportasi, Seumur Hidup Dilarang ke Indonesia
16 jam yang lalu
Infografis
Ancaman Perang Kian...
Ancaman Perang Kian Nyata, 8 Negara Minta Warganya Tinggalkan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved