Meski terbatas, pemijat ini pantang meminta

Rabu, 25 Desember 2013 - 23:43 WIB
Meski terbatas, pemijat...
Meski terbatas, pemijat ini pantang meminta
A A A
Sindonews.com - Malam sudah cukup larut saat Sindo mendatangi sebuah panti pijat di Ngaliyan Kota Semarang. Meski begitu, aktivitas di dalam panti pijat bernama Panti Pijat Tunanetera Segar Bugar itu masih terlihat ramai.

Setelah menunggu cukup lama, akhirnya salah satu pemijat keluar dari bilik kamar ruangan tersebut. Dengan senyum ramah, laki-laki tersebut mendatangi kami dan menawarkan jasa pijat.

"Silakan mas, ini sudah siap," ujar salah seorang pemijat yang diketahui bernama Slamet (27), warga Pemalang, Jawa Tengah (Jateng), Rabu (25/12/2013).

Setelah memasuki kamar, Slamet mulai melaksanakan tugasnya. Sesekali, ia mengajak kami mengobrol mengenai kehidupannya. Dari sanalah kami tahu jika perjalanan hidup Slamet penuh dengan lika-liku dan perjuangan keras.

"Saya sudah menjadi tukang pijat sejak tiga tahun silam. Setelah saya tahu bahwa saya memiliki keterbatasan, saya memutuskan untuk menjadi tukang pijat seperti ini,” katanya saat berbincang.

Untuk memperoleh keahlian memijatnya itu, Slamet mengaku tidaklah mudah. Keahliannya itu ia peroleh ketika menuntut ilmu di Sekolah Luar Biasa (SLB) Kabupaten Pemalang selama tiga tahun.

Di sekolah itu, imbuh dia, ia diajari berbagai keterampilan khusus bagi penyandang cacat seperti membaca huruf Braille dan keterampilan lainnya seperti melukis, kerajinan tangan dan sebagainya. Namun, Slamet lebih memilih menekuni keterampilan memijat.

"Karena penglihatan terbatas, saya memilih kerja yang tidak terlalu rumit. Dan saya rasa memijat adalah pekerjaan yang cocok buat saya," kata anak dari empat bersaudara ini sambil tersenyum.

Dari hasil memijatlah Slamet menggantungkan seluruh hidup keluarganya. Meski penghasilannya tidak dapat di pastikan, namun pria yang telah mengalami kebutaan sejak duduk di kelas 6 SD itu tidak pernah putus asa.

"Penghasilan alhamdulillah cukup, meski sedikit disyukuri saja. Soalnya orang pijat kan enggak mesti, kalau sedang ramai bisa sampe delapan orang, tapi kalau sepi ya kadang tidak ada. Satu orang saya dapat bagian Rp15.000," paparnya.

Meski mengalami keterbatasan, namun Slamet tidak pernah menyerah. Ia bahkan mengaku akan terus berusaha sekuat mungkin untuk berjuang hidup. Ia mengaku tidak memanfaatkan kelemahannya untuk memperoleh belas kasihan orang.

"Meski mengalami keterbatasan, saya pantang minta-minta atau mengemis di jalanan. Selama saya masih diberi kesehatan, saya akan terus berjuang mencari rejeki yang lebih layak daripada mengemis," tegasnya.

Ia terkadang malu dan sedih ketika mendengar ada orang yang memiliki keterbatasan kemudian memanfaatkanya. Menurutnya, apa yang dilakukan oleh segelintir orang-orang itu kurang baik.

"Selagi masih bisa mengerjakan hal lain, lebi baik jangan meminta-minta. Kalau saya malu dan tidak sampai kalau harus meminta-minta seperti itu. Karena bagi saya, keterbatasan ini bukanlah halangan untuk kita terus berusaha menjadi yang terbaik," pungkasnya.
(mhd)
Berita Terkait
10 Gelandangan dan Pengemis...
10 Gelandangan dan Pengemis di Salatiga Terjaring Operasi Yustisi
Pemkot Jaktim Razia...
Pemkot Jaktim Razia 38 Lokasi Rawan Gelandangan dan Pengemis
Gelandangan Ini Bawa...
Gelandangan Ini Bawa Uang Rp12 Juta saat Terjaring Dinsos Jaksel
Anjal dan Gepeng Marak...
Anjal dan Gepeng Marak di Makassar Jelang Tahun Baru
Ditampung di GOR Cengkareng,...
Ditampung di GOR Cengkareng, Puluhan PMKS Jalani Rapid Test Corona
Negara-negara dengan...
Negara-negara dengan Jumlah Gelandangan Terbanyak di Dunia, Nomor 5 Tak Disangka
Berita Terkini
Kemendagri: Tanggap...
Kemendagri: Tanggap Darurat Aceh Berakhir, Anggaran Pemulihan Disiapkan Rp58,9 Triliun
3 jam yang lalu
Yusril Imbau Dedi Mulyadi...
Yusril Imbau Dedi Mulyadi Tak Bikin Sayembara Tangkap Begal: Khawatir Masyarakat Jadi Main Hakim Sendiri
4 jam yang lalu
BNI Menegaskan Kedatangan...
BNI Menegaskan Kedatangan Siswa Bukan atas Arahan Petugas
5 jam yang lalu
Kemhan Sebut Insiden...
Kemhan Sebut Insiden Bus Dinas yang Diduga Kabur usai Tabrak Ojol Diselesaikan secara Damai
7 jam yang lalu
Kisah Warga Bondowoso...
Kisah Warga Bondowoso Sukarela Serahkan Lutung Jawa ke Kemenhut
7 jam yang lalu
Hati-hati! Ada Perbaikan...
Hati-hati! Ada Perbaikan Jalan di Tol Jakarta-Cikampek
8 jam yang lalu
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved