Masalah banjir di Desa Singgani mulai teratasi
Selasa, 17 Desember 2013 - 00:02 WIB
Masalah banjir di Desa Singgani mulai teratasi
A
A
A
Sindonews.com - Keluhan warga Desa Singgani, Kecamatan Lariang, terjawab sudah. Pemkab Mamuju Utara (Matra) sudah membangunkan beberapa jembatan, dan box culvert, di wilayah langganan banjir ini.
Fasilitas itu di tempatkan tepat di jalur trans Sulawesi wilayah barat. Sehingga, sampah dan air yang dibawa arus dari Sungai Beyai, di Desa Singgani, Kecamatan Lariang, maupun dari Sungai Majene, di Desa Kasano, Kecamatan Baras, tidak terhambat.
Salah satu Tokoh Masyarakat Dusun Beyai Desa Singgani Mansyur mengatakan, jembatan selebar sungai dan saluran pembuangan merupakan solusi yang sangat tepat untuk mengatasi banjir. Warga kini tenang, meski musim hujan telah tiba.
"Jembatan, box culvert, dan sejumlah saluran pembuangan telah maksimal menampung debit air saat musim hujan. Terbukti baru-baru ini saat banjir tidak ada lagi. Padahal, sebelumnya kami selalu terrendam. Saya juga meminta warga untuk tidak membuang sampah di sungai," katanya, kepada wartawan, Senin (16/12/2013).
Selain itu, kedua sungai sudah dikeruk sepanjang 1,3 kilometer untuk menghindari pendangkalan. Proyek ini, didanai oleh PNPM. Juga pembangunan tanggul tebing sungai dari jembatan Beyai hingga laut sepanjang 5 kilometer.
Dia memaparkan, sebelumnya wilayah pemukiman dan perkebunan di dua kecamatan tersebut, menjadi langganan luapan Sungai Beyai. Akibat tidak optimalnya saluran pembuangan, serta ukuran sejumlah jembatan terlampau kecil, sehingga tidak maksimal menampung debit air disaat banjir.
"Sebelumnya wilayah ini jadi langganan banjir. Bagaimana tidak, saluran pembuangan serta ukuran jembatan Sungai Beyai terlampau kecil, mengakibatkan tumpukan kayu dan material menutup mulut jembatan. Akibatnya, air sungai meluap ke seluruh wilayah kebun, dan pemukiman warga, karena saluran tidak mampu menampung debit air," kuncinya.
Fasilitas itu di tempatkan tepat di jalur trans Sulawesi wilayah barat. Sehingga, sampah dan air yang dibawa arus dari Sungai Beyai, di Desa Singgani, Kecamatan Lariang, maupun dari Sungai Majene, di Desa Kasano, Kecamatan Baras, tidak terhambat.
Salah satu Tokoh Masyarakat Dusun Beyai Desa Singgani Mansyur mengatakan, jembatan selebar sungai dan saluran pembuangan merupakan solusi yang sangat tepat untuk mengatasi banjir. Warga kini tenang, meski musim hujan telah tiba.
"Jembatan, box culvert, dan sejumlah saluran pembuangan telah maksimal menampung debit air saat musim hujan. Terbukti baru-baru ini saat banjir tidak ada lagi. Padahal, sebelumnya kami selalu terrendam. Saya juga meminta warga untuk tidak membuang sampah di sungai," katanya, kepada wartawan, Senin (16/12/2013).
Selain itu, kedua sungai sudah dikeruk sepanjang 1,3 kilometer untuk menghindari pendangkalan. Proyek ini, didanai oleh PNPM. Juga pembangunan tanggul tebing sungai dari jembatan Beyai hingga laut sepanjang 5 kilometer.
Dia memaparkan, sebelumnya wilayah pemukiman dan perkebunan di dua kecamatan tersebut, menjadi langganan luapan Sungai Beyai. Akibat tidak optimalnya saluran pembuangan, serta ukuran sejumlah jembatan terlampau kecil, sehingga tidak maksimal menampung debit air disaat banjir.
"Sebelumnya wilayah ini jadi langganan banjir. Bagaimana tidak, saluran pembuangan serta ukuran jembatan Sungai Beyai terlampau kecil, mengakibatkan tumpukan kayu dan material menutup mulut jembatan. Akibatnya, air sungai meluap ke seluruh wilayah kebun, dan pemukiman warga, karena saluran tidak mampu menampung debit air," kuncinya.
(san)