Rumah nenek Sutini kini tak bocor lagi
Jum'at, 13 Desember 2013 - 09:11 WIB
Rumah nenek Sutini kini tak bocor lagi
A
A
A
Sindonews.com - Ratusan rumah di Jakarta Barat yang tak layak huni mendapat bantuan dari Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat (Pemkot Jakbar) untuk diperbaiki. Ada sekira 361 rumah tak layak huni yang akan mendapat bantuan sebesar Rp54 juta per rumah.
Sutini (66), warga RT 05/04, Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng tak menyangka akan mendapat bantuan perbaikan rumah dari Pemkot Jakbar. Diakui janda dua anak ini, kondisi rumah yang rusak ini sudah berlangsung lama.
Rumah berdinding triplek ini sudah banyak bagiannya yang keropos. Ditambah lagi, beberapa bagian atap yang terbuat dari seng juga banyak yang bocor.
"Alhamdulillah sekarang dapat bantuan untuk perbiki rumah," katanya saat menerima bantuan dari Pemkot Jakbar, Jumat (13/12/2013).
Sejak rumah ini berdiri 30 tahun lalu, memnag tidak pernah tersentuh renovasi. Apalagi sejak suaminya meninggal 10 tahun lalu, praktis tidak kepikiran untuk memperbaiki rumah.
"Suami saya dulu hanya tukang rujak dnegna penghasilan tak menentu, mana kepikiran untuk perbaiki rumah," katanya.
Sementara itu, Wakil Walikota Jakarta Barat, Muhammad Yuliadi mengungkapkan, bantuan perbaikan rumah diberikan secara bertahap. Bantuan diberikan sebesar Rp1,5 juta per meter persegi. Maksimal rumah yang diperbaiki seluas 36 meter persegi.
"Jadi, untuk setiap rumah batas bantuan yang diberikan hanya mencapai Rp 54 juta," katanya.
Pemberian bantuan, kata Yuliadi, dibagikan dalam bentuk buku tabungan yang dukucurkan dalam tiga tahap. "Diperkirakan perbaikan hunian ini akan rampung akhir tahun 2013," ucapnya.
Total bantuan sosial perbaikan rumah tahun 2013 ini, kata Yuliadi, diberikan untuk 361 rumah di Kecamatan Tambora dan Kecamatan Cengkareng.
Sutini (66), warga RT 05/04, Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng tak menyangka akan mendapat bantuan perbaikan rumah dari Pemkot Jakbar. Diakui janda dua anak ini, kondisi rumah yang rusak ini sudah berlangsung lama.
Rumah berdinding triplek ini sudah banyak bagiannya yang keropos. Ditambah lagi, beberapa bagian atap yang terbuat dari seng juga banyak yang bocor.
"Alhamdulillah sekarang dapat bantuan untuk perbiki rumah," katanya saat menerima bantuan dari Pemkot Jakbar, Jumat (13/12/2013).
Sejak rumah ini berdiri 30 tahun lalu, memnag tidak pernah tersentuh renovasi. Apalagi sejak suaminya meninggal 10 tahun lalu, praktis tidak kepikiran untuk memperbaiki rumah.
"Suami saya dulu hanya tukang rujak dnegna penghasilan tak menentu, mana kepikiran untuk perbaiki rumah," katanya.
Sementara itu, Wakil Walikota Jakarta Barat, Muhammad Yuliadi mengungkapkan, bantuan perbaikan rumah diberikan secara bertahap. Bantuan diberikan sebesar Rp1,5 juta per meter persegi. Maksimal rumah yang diperbaiki seluas 36 meter persegi.
"Jadi, untuk setiap rumah batas bantuan yang diberikan hanya mencapai Rp 54 juta," katanya.
Pemberian bantuan, kata Yuliadi, dibagikan dalam bentuk buku tabungan yang dukucurkan dalam tiga tahap. "Diperkirakan perbaikan hunian ini akan rampung akhir tahun 2013," ucapnya.
Total bantuan sosial perbaikan rumah tahun 2013 ini, kata Yuliadi, diberikan untuk 361 rumah di Kecamatan Tambora dan Kecamatan Cengkareng.
(ysw)