Dolly segera jadi sentra bisnis & perdagangan

Kamis, 12 Desember 2013 - 19:45 WIB
Dolly segera jadi sentra...
Dolly segera jadi sentra bisnis & perdagangan
A A A
Sindonews.com - Meski masih menuai pro dan kontra terkait penutupan lokalisasi Dolly, Pemkot Surabaya telah menyiapkan konsep untuk mengubah kawasan di Kecamatan Sawahan itu.

Pasca ditutup, kawasan lokalisasi Dolly akan diubah menjadi sentra bisnis dan perdagangan.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya Agus Imam Sonhaji mengatakan, dalam desain rehabilitasi eks lokalisasi Dolly itu akan ada 12 kawasan.

"12 kawasan itu menjadi prioritas pembangunan. Di antaranya akan dibangun fasilitas umum, taman dan fasilitas olah raga. Termasuk gang Dolly akan di jadikan sebagai Unit Pengembangan (UP) oleh Pemkot Surabaya," kata Agus kepada Wartawan, Kamis (12/12/2013).

Di masa mendatang, Gang Dolly diproyeksikan sebagai sentra bisnis dan perdagangan. Pembangunan infrastruktur untuk menuju ke arah sana juga dilakukan.

Kata Agus, Jalan Putat Jaya yang merupakan akses utama menuju lokalisasi Dolly akan diperlebar sekitar 25 meter. Hal itu bertujuan untuk mempermudah akses transportasi.

Lebih jauh Agus menjelaskan, langkah Pemkot Surabaya dalam merehabilitasi eks lokalisasi tidak hanya Dolly terdapat empat hal, yakni pemberdayaan sosial, ekonomi, lingkungan dan bantuan langsung melalui mekanisme hibah.

"Pemberdayaan sosial adalah bagaimana PSK ini mampu beralih profesi dan memberikan kontribusi positif kepada masyarakat," katanya.

Masih kata Agus, Pemkot Surabaya sendiri menganggarkan Rp25.296.103.707,- untuk rehabilitasi tempat eks-lokalisasi di Surabaya. Lokalisasi itu adalah Klakah Rejo, Sememi, Morokrembangan dan Dupak Bangunsari.

Sedangkan khusus untuk Lokalisasi Dolly, pihaknya belum bisa memastikan berapa jumlah anggaran yang dibutuhkan, Sebab saat ini tim dari Pemkot Surabaya masih melakukan pendataan.

"Pemkot Surabaya masih melakukan pendataan, berapa dan apa yang dinginkan warga sekitar pasca penutupan ini," tukasnya.

Sebelumnya, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma) menyatakan akan menutup Lokalisasi Dolly pada awal tahun 2014. Dari lima lokalisasi di Surabaya, Wali Kota perempuan ini telah menutup tiga lokalisasi.
"Lokalisasi ada lima, tapi sudah saya tutup tiga. Akhir tahun ini atau awal tahun depan giliran Dolly," kata Risma saat ditemui di Fakultas Kedokteran UI, Jakarta, Jumat (29/11/2013) lalu.

Sementara data yang dihimpun hingga Agustus 2013 , ada 1.028 PSK yang beroprasi di Dolly dan Jarak. Untuk jumlah wisma di dua lokalisasi itu terdapat 311 Wisma. Dari Jumlah tersebut sebanyak 21 Wisma yang sudah ditutup oleh pemiliknya.
(lns)
Berita Terkait
Masih Bertahan, Penghuni...
Masih Bertahan, Penghuni Bangunan Gang Royal Rawa Bebek Resah dan Pasrah
9 Tempat Prostitusi...
9 Tempat Prostitusi Legendaris di Indonesia, Nomor 4 Terbesar di Asia Tenggara
Lokalisasi Gang Royal...
Lokalisasi Gang Royal Rawa Bebek telah Dibongkar, Ini Harapan Warga ke Pemprov DKI
Prostitusi Online-Lokalisasi...
Prostitusi Online-Lokalisasi Berkedok Karaoke Marak di Ketapang, Warga Resah
ABG Cantik asal Serang...
ABG Cantik asal Serang Dijual ke Pengelola Lokalisasi di Jakarta
3 Tempat Prostitusi...
3 Tempat Prostitusi di Jakarta yang Sudah Ditutup, 2 di Antaranya Disulap Jadi Bangunan Bermanfaat
Berita Terkini
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
2 jam yang lalu
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
2 jam yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
2 jam yang lalu
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
2 jam yang lalu
Lampung Kukuhkan Diri...
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
2 jam yang lalu
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
3 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved