Jelang Dolly ditutup, prostitusi terselubung menjamur

Kamis, 12 Desember 2013 - 15:04 WIB
Jelang Dolly ditutup,...
Jelang Dolly ditutup, prostitusi terselubung menjamur
A A A
Sindonews.com - Pentutupan lokalisasi Dolly yang direncanakan awal tahun 2014 rupanya tidak dibarengi dengan penertiban pelacuran terselubung di Surabaya. Buktinya, prostitusi berkedok panti pijat pun menjamur, belum lagi banyak sejumlah pelacuran di hotel berbintang.

Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Lokalisasi (FMKL) Surabaya Safik Mundzakir mengatakan, upaya Pemkot Surabaya yang menutup lokalisasi Dolly dengan tujuan untuk memberantas pelacuran terkesan dipaksakan.

Pasalnya, justru pelacuran paling banyak berada di luar lokalisasi. Menurutnya, banyak pelacuran terjadi di hotel-hotel hingga sejumlah kawasan berkedok sebagai panti pijat. Namun, di dalamnya menyediakan jasa esek-esek.

"Lantas apa bedanya. Sementara pelacuran di lokalisasi lebih terkontrol mulai kesehatan dari penyebaran penyakit menular. Nah, kalau yang terselubung apa demikian," tegas Safik, Kamis (12/12/2013).

Pelacuran terselubung itu, kata Safik jelas-jelas melanggar peraturan daerah (Perda) 07 Tahun 1999 tentang larangan bangunan atau ruko digunakan untuk perbuatan asusila.

Safik juga menyebut sejumlah tempat yang ditengarai melakukan praktik pelacuran terselubung seperti Kawasan Kedung Doro, Embong Malang, Kali Bokor dan Barata Jaya.

"Sudah menjadi rahasia umum. Di tempat itu ada praktik asusila tapi pemerintah terkesan membiarkan. Nah, malah Dolly yang jelas-jelas lokalisasi dipaksakan untuk tutup. Praktik pelacuran terselubung ini juga terjadi di sejumlah hotel," tegas pria yang tinggal di sekitar Lokalisasi Dolly ini.

Pelacuran di lokalisasi, kata Safik, ada pengawasan dari sejumlah elemen, baik dari bidang Kesehatan dan lain-lain.

"Saya juga tidak sepakat adanya pelacuran. Tapi diakui atau tidak keberadaan Dolly ini juga mengangkat prekonomian setempat. Jika ditutup monggo saja tapi yang perlu dipikirkan adalah pasca penutupan itu. Masyarakat sekitar menjadi sejahtera atau malah terpuruk. Persoalannya sangat kompleks sehingga tidak asal tutup," ujarnya.

"Dan ketika Lokalisasi Dolly ditutup apakan pemkot berani menjamin tidak adanya prostisusi di luar lokalisasi," tambahnya.
(lns)
Berita Terkait
Masih Bertahan, Penghuni...
Masih Bertahan, Penghuni Bangunan Gang Royal Rawa Bebek Resah dan Pasrah
9 Tempat Prostitusi...
9 Tempat Prostitusi Legendaris di Indonesia, Nomor 4 Terbesar di Asia Tenggara
Lokalisasi Gang Royal...
Lokalisasi Gang Royal Rawa Bebek telah Dibongkar, Ini Harapan Warga ke Pemprov DKI
Prostitusi Online-Lokalisasi...
Prostitusi Online-Lokalisasi Berkedok Karaoke Marak di Ketapang, Warga Resah
3 Tempat Prostitusi...
3 Tempat Prostitusi di Jakarta yang Sudah Ditutup, 2 di Antaranya Disulap Jadi Bangunan Bermanfaat
ABG Cantik asal Serang...
ABG Cantik asal Serang Dijual ke Pengelola Lokalisasi di Jakarta
Berita Terkini
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
3 jam yang lalu
Gelar Pernas XIII di...
Gelar Pernas XIII di Klaten, FMKI Keluarkan Seruan Moral
3 jam yang lalu
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
5 jam yang lalu
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
5 jam yang lalu
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
7 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
7 jam yang lalu
Infografis
Head to Head Indonesia...
Head to Head Indonesia vs Vietnam Jelang Final AFF U-23 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved