Warga serang iring-iringan pendemo di Medan, 8 bus rusak
Selasa, 10 Desember 2013 - 20:54 WIB
Warga serang iring-iringan pendemo di Medan, 8 bus rusak
A
A
A
Sindonews.com - Usai melakukan aksi unjukrasa di Kantor DPRD Medan, sekelompok mahasiswa diserang warga saat melintas di Jalan Guru Patimpus Simpang Sungai Deli, Senin (10/12/2013) petang. Akibatnya, delapan unit bus yang membawa para pengunjuk rasa rusak parah dan seorang sopir mengalami luka.
Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah orang langsung merusak kaca mobil yang membawa massa pendemo. Seorang anggota polisi yang berada di lokasi kejadian tidak dapat berbuat banyak menghadapi warga yang berjumlah puluhan.
Sementara itu, pendemo yang terjebak di dalam mobil ketakutan dan dipaksa turun dari mobil. Melihat hal tersebut, petugas melepaskan tembakan peringatan untuk membubarkan massa. Beberapa orang pendemo yang terjebak di dalam mobil langung melarikan diri saat melihat kondisi tersebut.
Petugas Sabhara dari Polresta Medan bersenjata lengkap langsung diturunkan ke lokasi kejadian untuk mengantisipasi bentrok susulan. Aparat terpaksa menembakkan gas air mata untuk membubarkan warga yang masih emosi.
Ori Pratama, salah seorang peserta aksi, mengatakan, mereka usai melakukan unjuk rasa di Kantor DPRD Medan dengan tuntutan agar kasus penganiayaan terhadap teman mereka yang bernama Putra Karo atau Eikel Banta Bangun.
"Kami enggak tahu kenapa, saat kami melintas di persimpangan jalan ini, warga menyerang secara membabi buta," singkat Ori di lokasi kejadian.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi mengapa warga melakukan penyerangan kepada para mahasiswa tersebut. Sementara akibat peristiwa penyerangan tersebut, arus lalu lintas di sekitar Jalan Guru Patimpus Medan sempat mengalami kemacetan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah orang langsung merusak kaca mobil yang membawa massa pendemo. Seorang anggota polisi yang berada di lokasi kejadian tidak dapat berbuat banyak menghadapi warga yang berjumlah puluhan.
Sementara itu, pendemo yang terjebak di dalam mobil ketakutan dan dipaksa turun dari mobil. Melihat hal tersebut, petugas melepaskan tembakan peringatan untuk membubarkan massa. Beberapa orang pendemo yang terjebak di dalam mobil langung melarikan diri saat melihat kondisi tersebut.
Petugas Sabhara dari Polresta Medan bersenjata lengkap langsung diturunkan ke lokasi kejadian untuk mengantisipasi bentrok susulan. Aparat terpaksa menembakkan gas air mata untuk membubarkan warga yang masih emosi.
Ori Pratama, salah seorang peserta aksi, mengatakan, mereka usai melakukan unjuk rasa di Kantor DPRD Medan dengan tuntutan agar kasus penganiayaan terhadap teman mereka yang bernama Putra Karo atau Eikel Banta Bangun.
"Kami enggak tahu kenapa, saat kami melintas di persimpangan jalan ini, warga menyerang secara membabi buta," singkat Ori di lokasi kejadian.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi mengapa warga melakukan penyerangan kepada para mahasiswa tersebut. Sementara akibat peristiwa penyerangan tersebut, arus lalu lintas di sekitar Jalan Guru Patimpus Medan sempat mengalami kemacetan.
(rsa)