Akhir tahun, Jakbar targetkan seluruh PHB dikeruk
Rabu, 04 Desember 2013 - 19:35 WIB
Akhir tahun, Jakbar targetkan seluruh PHB dikeruk
A
A
A
Sindonews.com - Untuk mengurangi geangan disejumlah jalan, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat terus melakukan pengerukan terhadap ratusan saluran penghubung (PHB). Saat ini baru 150 PHB yang dikeruk dari 300 PHB.
Kasie Perencanaan Sudin PU Tata Air Jakarta Barat, Santo mengatakan, saat ini pihaknya sudah mengeruk 150 saluran PHB dari 300 saluran PHB yang ada di Jakarta Barat.
Sebab, penyebab utama timbulnya genangan air di pemukiman warga maupun di jalan-jalan saat hujan turun, adalah kurang maksimalnya fungsi saluran PHB tersebut
“Kami akan tuntaskan seluruh saluran PHB sebelum akhir tahun,” kata Santo di kantornya, Rabu (4/12/2013).
Santo menjelaskan, 150 saluran air yang sudah dikeruk itu adalah saluran yang diprioritaskan terlebih dahulu lantaran banyaknya genangan yang terjadi di sekitar saluran PHB.
Saluran PHB yang sudah dikeruk seperti di Kecamatan Palmerah, saluran PHB Bojong Rawabuaya, Metro Kapuk, Cengkareng, Daan Mogot, dan sebagainya.
Bahkan di saluran Daan Mogot baik di KM 10 dan KM 4, pihaknya telah melakukan crossing di saluran PHB tersebut.
Santo mengakui jika masih banyak saluran PHB yang belum dilakukan pengerukan lantaran banyaknya kendala, seperti jembatan yang rendah dan sampah yang menumpuk di mulut air di saluran PHB di Sukabumi Utara.
“Jembatan harus ada peninggian, dan masalah sampah kami akan kordinasikan ke Sudin kebersihan. Artinya kami tidak bisa mengerjakan sendiri untuk membenahi saluran PHB,” ungkapnya.
Kasie Perencanaan Sudin PU Tata Air Jakarta Barat, Santo mengatakan, saat ini pihaknya sudah mengeruk 150 saluran PHB dari 300 saluran PHB yang ada di Jakarta Barat.
Sebab, penyebab utama timbulnya genangan air di pemukiman warga maupun di jalan-jalan saat hujan turun, adalah kurang maksimalnya fungsi saluran PHB tersebut
“Kami akan tuntaskan seluruh saluran PHB sebelum akhir tahun,” kata Santo di kantornya, Rabu (4/12/2013).
Santo menjelaskan, 150 saluran air yang sudah dikeruk itu adalah saluran yang diprioritaskan terlebih dahulu lantaran banyaknya genangan yang terjadi di sekitar saluran PHB.
Saluran PHB yang sudah dikeruk seperti di Kecamatan Palmerah, saluran PHB Bojong Rawabuaya, Metro Kapuk, Cengkareng, Daan Mogot, dan sebagainya.
Bahkan di saluran Daan Mogot baik di KM 10 dan KM 4, pihaknya telah melakukan crossing di saluran PHB tersebut.
Santo mengakui jika masih banyak saluran PHB yang belum dilakukan pengerukan lantaran banyaknya kendala, seperti jembatan yang rendah dan sampah yang menumpuk di mulut air di saluran PHB di Sukabumi Utara.
“Jembatan harus ada peninggian, dan masalah sampah kami akan kordinasikan ke Sudin kebersihan. Artinya kami tidak bisa mengerjakan sendiri untuk membenahi saluran PHB,” ungkapnya.
(ysw)