BPJS diminta cover penderita HIV/AIDS

Rabu, 04 Desember 2013 - 16:01 WIB
BPJS diminta cover penderita...
BPJS diminta cover penderita HIV/AIDS
A A A
Sindonews.com - Munculnya usulan agar para penderita HIV/AIDS dicoret dari daftar salah penerima program Badan Pelaksana Jaminan Sosial (BPJS) yang akan diluncurkan pada 2014, memicu reaksi keras para aktivis HIV/AIDS.

Salah satu aktivis HIV/AIDS dari Spekham Ayu mengatakan, tidak diikut sertakan penderita HIV/AIDS dalam program BPJS, secara tidak langsung telah menelantarkan warga yang terkena penyakit mematikan.

Padahal, program tersebut menggunakan uang milik negara. Dan diakui apa tidak, para penderita HIV/AIDS yang mayoritas, ada juga ibu rumah tangga dan anak-anak di bawah umur.

"Kalau para penderita HIV/AIDS tidak diikut sertakan dalam program BPJS, bisa mati nanti para penderita HIV/AIDS. Siapa orangnya yang mau terkena penyakit mematikan tersebut? Jadi kami keberatan," papar Ayu, kepada wartawan, di Solo, Jawa Tengah, Rabu (4/12/2013).

Menurut Ayu, salah bila ada anggapan para penderita HIV/AIDS adalah orang yang memiliki gaya hidup tidak sehat dan menganut pergaulan bebas yang condong suka berganti-ganti pasangan, seperti para PSK.

Justru para penderita HIV/AIDS inilah yang menjadi korban. Termasuk para pecandu narkotika yang terkena HIV/AIDS itu juga menjadi korban.

"Dari berbagai kasus yang kami tangani, mulai dari PSK hingga ke pecandu narkotika, rata-rata mereka yang menjadi korban. Seperti keputusan menjadi PSK itu dipicu karena KDRT, ditinggal pergi pacarnya. Sedangkan bagi para pecandu narkotika, nekat menggunakan barang haram, karena bujuk raya para pengedarnya," terangnya.

Untuk wilayah surakarta, dari data yang dimiliki Spekham, sejak tahun 2005 hingga 2013, total penderita HIV/AIDS sebanyak 1.112 orang. Dari jumlah tersebut, diantaranya 242 ibu rumah tangga dan anak-anak yang terkena virus HIV/AIDS.

Terkait akan digulirkannya penyelenggaraan BPJS, diakui oleh Ayu sangat minim sekali informasi yang didapat. Termasuk institusi mana yang ditunjuk oleh pemerintah bila masyarakat ingin mendapatkan program BPJS tersebut.
(san)
Berita Terkait
Diidap Ratusan Mahasiswa...
Diidap Ratusan Mahasiswa di Bandung, Apa Itu HIV AIDS?
Kaum Wanita dan Anak...
Kaum Wanita dan Anak Jadi Populasi Kunci dalam Upaya Akhiri AIDS
Wijianto Jalan Kaki...
Wijianto Jalan Kaki di 30 Provinsi untuk Hapus Stigma Orang dengan HIV
Badai COVID-19 Belum...
Badai COVID-19 Belum Berlalu, Kini Muncul Strain HIV Supermutan
Pengidap HIV-AIDS di...
Pengidap HIV-AIDS di Sulsel Mencapai 26 Ribu Orang
Luc Montagnier, Ilmuwan...
Luc Montagnier, Ilmuwan Penemu Virus HIV/AIDS Meninggal Dunia
Berita Terkini
2 Gudang Besar Narkoba...
2 Gudang Besar Narkoba di Bogor Dibongkar, Polisi Sita Jutaan Butir Obat Keras Ilegal
29 menit yang lalu
Pipa Gas Meledak di...
Pipa Gas Meledak di Medan, 1 Tewas dan 2 Orang Lainnya Masih Tertimbun
1 jam yang lalu
Dukung Fatwa MUI Jatim,...
Dukung Fatwa MUI Jatim, APVI Ajak Perkuat Kolaborasi Cegah Penyalahgunaan Narkotika
3 jam yang lalu
Dukung KNMP, SPHC Dorong...
Dukung KNMP, SPHC Dorong Penguatan Kapasitas Nelayan di Kabupaten Pati
13 jam yang lalu
Restoran Steak di Menteng...
Restoran Steak di Menteng Kebakaran, 6 Mobil Damkar Dikerahkan
15 jam yang lalu
Jakarta Ecotourism Festival...
Jakarta Ecotourism Festival 2026, Siswa SMKN 8 Jakarta Diajak Belajar Kelola Sampah
15 jam yang lalu
Infografis
Ini Alasan Harvey Moeis...
Ini Alasan Harvey Moeis dan Sandra Dewi Masuk Daftar Penerima Bantuan BPJS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved