Ingin rusun, warga diimbau daftar langsung ke kecamatan
Senin, 02 Desember 2013 - 15:50 WIB
Ingin rusun, warga diimbau daftar langsung ke kecamatan
A
A
A
Sindonews.com - Warga Ria Rio yang digusur dan ingin mendapatan hunian di Rusun Pinus Elok diimbau daftar langsung ke kecamatan tanpa melalui RT dan RW setempat. Pasalnya, pihak kecamatan mencium ada oknum RT RW yang memanfaatkan kelemahan warga.
Camat Pulogadung Teguh Hendawan mengakui, masih banyak warga Ria-Rio yang belum mendapatkan rusun akibat tidak mendaftarkan diri saat pendaftaran relokasi ke rusun Pinus Elok Oktober lalu.
"Kita akan lihat apakah mereka warga DKI atau tidak, makanya nanti di cek KTP dan KK-nya," kata Teguh Hendrawan ketika dihubungi Sindonews, Senin (2/12/2013).
Selain itu, Ia meminta agar warga tidak lagi mendaftarkan diri lewat RT dan Rw karena datanya simpang siur dan tidak benar.
"Datang langsung (ke kecamatan), jangan melalui RT/RW, banyak permainan," tegasnya.
Ditanya lebih lanjut, mengenai pernainan oknum RT/RW, Teguh tidak menjelaskan secara detail, namun dengan perbedaan data dan keluhan warga, permainan itu bisa kelihatan.
"Kita ingin mereka yang ber-KTP Jakarta punya tempat layak. Kan itu dari awal, mereka yang menolak. Pokoknya ikut aja program pemerintah dan laporkan diri ke kecamatan," pungkasnya.
Camat Pulogadung Teguh Hendawan mengakui, masih banyak warga Ria-Rio yang belum mendapatkan rusun akibat tidak mendaftarkan diri saat pendaftaran relokasi ke rusun Pinus Elok Oktober lalu.
"Kita akan lihat apakah mereka warga DKI atau tidak, makanya nanti di cek KTP dan KK-nya," kata Teguh Hendrawan ketika dihubungi Sindonews, Senin (2/12/2013).
Selain itu, Ia meminta agar warga tidak lagi mendaftarkan diri lewat RT dan Rw karena datanya simpang siur dan tidak benar.
"Datang langsung (ke kecamatan), jangan melalui RT/RW, banyak permainan," tegasnya.
Ditanya lebih lanjut, mengenai pernainan oknum RT/RW, Teguh tidak menjelaskan secara detail, namun dengan perbedaan data dan keluhan warga, permainan itu bisa kelihatan.
"Kita ingin mereka yang ber-KTP Jakarta punya tempat layak. Kan itu dari awal, mereka yang menolak. Pokoknya ikut aja program pemerintah dan laporkan diri ke kecamatan," pungkasnya.
(ysw)