Longsor di Polman timbun warung & rumah warga
Kamis, 28 November 2013 - 11:48 WIB
Longsor di Polman timbun warung & rumah warga
A
A
A
Sindonews.com - Akibat hujan deras yang terjadi terus menerus, sejak Selasa hingga Rabu 27 November 2013 malam, menyebabkan tanah longsor memimpa dua warung di Polewali Mandar, Sulawesi Barat.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, lantaran penghuni warung sempat menyelamatkan diri. Namun kerugian akibat benacana ini, ditafsir mencapai puluhan juta rupiah.
Ke dua warung yang tertimbun longsoran tanah adalah milik Ali (46) dan Anto (48) warga Desa Kelapa Dua, Kecamatan Anreapi, Polewali Mandar.
Akibat reruntuhan longsor tersebut, kondisi warung hancur terkubur dengan tanah yang disertai pohon besar dan bebatuan. Sehari-hari, Ali dan Anto menjual sayur mayur dan buah-buahan di warung mereka.
Sebelum terjadi longsir, kedua pemilik warung mengaku mendengar gemuruh dari atas perbukitan dan berusaha menyelamatkan diri bersama keluarganya. Sebanyak dua warung dari lima warung di sekitar perbukitan tersebut dinyatakan hancur. Sedangkan tiga warung lainnya selamat.
Pemilik warung sendiri mengaku tidak bisa menyelamatkan barang dagangnya, lantaran peristiwa tersebut tiba-tiba saja terjadi setelah hujan deras. Diduga, longsor terjadi karena hujan deras yang terjadi sejak Selasa hingga Rabu malam.
Peristiwa longsor di daerah ini memang sudah sering kali terjadi, apalagi warga bermukim di lereng gunung yang kondisi tanahnya labil, sehinga mengancam keselamatan jiwa mereka.
Ironsinya, meski dihantui rasa takut setiap kali hujan turun, namun tidak ada pilihan lain bagi warga. Mereka harus bermukim di wilayah rawan longsor, lantaran kondisi di desa itu sulit mendapatkan tanah datar.
Selain menimbun dua warung, longsor juga mengancam satu rumah di sekitar ambruk, lantaran tanah di atas rumah tersebut sebagian longsor.
Namun begitu, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Kerugian warga ditafsir mencapai puluhan juta rupiah. Untuk sementara, pemilik warung terpaksa pindah berjualan di rumah yang tak jauh dari lokasi longsor.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, lantaran penghuni warung sempat menyelamatkan diri. Namun kerugian akibat benacana ini, ditafsir mencapai puluhan juta rupiah.
Ke dua warung yang tertimbun longsoran tanah adalah milik Ali (46) dan Anto (48) warga Desa Kelapa Dua, Kecamatan Anreapi, Polewali Mandar.
Akibat reruntuhan longsor tersebut, kondisi warung hancur terkubur dengan tanah yang disertai pohon besar dan bebatuan. Sehari-hari, Ali dan Anto menjual sayur mayur dan buah-buahan di warung mereka.
Sebelum terjadi longsir, kedua pemilik warung mengaku mendengar gemuruh dari atas perbukitan dan berusaha menyelamatkan diri bersama keluarganya. Sebanyak dua warung dari lima warung di sekitar perbukitan tersebut dinyatakan hancur. Sedangkan tiga warung lainnya selamat.
Pemilik warung sendiri mengaku tidak bisa menyelamatkan barang dagangnya, lantaran peristiwa tersebut tiba-tiba saja terjadi setelah hujan deras. Diduga, longsor terjadi karena hujan deras yang terjadi sejak Selasa hingga Rabu malam.
Peristiwa longsor di daerah ini memang sudah sering kali terjadi, apalagi warga bermukim di lereng gunung yang kondisi tanahnya labil, sehinga mengancam keselamatan jiwa mereka.
Ironsinya, meski dihantui rasa takut setiap kali hujan turun, namun tidak ada pilihan lain bagi warga. Mereka harus bermukim di wilayah rawan longsor, lantaran kondisi di desa itu sulit mendapatkan tanah datar.
Selain menimbun dua warung, longsor juga mengancam satu rumah di sekitar ambruk, lantaran tanah di atas rumah tersebut sebagian longsor.
Namun begitu, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Kerugian warga ditafsir mencapai puluhan juta rupiah. Untuk sementara, pemilik warung terpaksa pindah berjualan di rumah yang tak jauh dari lokasi longsor.
(san)