Pentas sirkus lumba-lumba dikecam aktivis

Kamis, 28 November 2013 - 00:01 WIB
Pentas sirkus lumba-lumba...
Pentas sirkus lumba-lumba dikecam aktivis
A A A
Sindonews.com - Aktivis penyayang binatang yang tergabung dalam Welfarian Solo, Jawa Tengah, meminta penyelenggara pementasan sirkus lumba-lumba menghentikan kegiatannya. Permintaan itu disampaikan dalam unjuk rasa di gelar di depan kantor Tiga Serangkai di Jalan Dr Soepomo, Rabu (27/11/2013).

Koordinator Aksi, Jonathan mengatakan, pementasan sirkus lumba-lumba akan digelar di Assalam Hypermarket 9 Desember -12 Januari 2014.

Pemerintah seakan tidak serius mengawasi praktik penyiksaan binatang dilindungi. Terbukti, adanya sirkus lumba-lumba yang jelas-jelas dilarang pemerintah.

“Kementrian Kehutanan menerbitkan aturan agar pentas lumba-lumba dihentikan. Tapi ini masih saja terjadi di sejumlah tempat. Pak Menteri seharusnya bisa melihat hal ini,” kata dia di sela aksi, Rabu (27/11/2013).

Para aktivis peduli binatang ini sengaja melakukan unjuk rasa di depan kantor penerbit Tiga Serangkai, mengingat penyelenggara sirkus berada di manajemen yang sama.

Di lokasi, para pengunjuk rasa membawa poster berisi tulisan dan gambar bernada kecaman. Satu di antaranya gambar pinokio berhidung panjang yang berwajah mirip Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan.

Mereka menganggap sang menteri membohongi publik karena membiarkan lumba-lumba dianiaya. Para pengunjuk rasa juga meneriakkan slogan-slogan guna memancing perhatian pengguna jalan.

Lebih lanjut dikatakan dia, bentuk penganiayaan lumba-lumba sirkus terlihat sejak hewan mamalia ini diangkut dalam kotak bernuansa lembab. Bahkan saat beratraksi, hewan ini terpapar media beracun di kolam berisi air larutan garam bercampur klorin.

“Padahal klorin dapat membutakan mata lumba-lumba,” kata dia.

Meski sebagian pertunjukan sirkus berizin, namun ia meragukan kesejahteraan hewan dilindungi ini terjamin.

Sementara sejumlah aktivis berdemonstrasi, sebagian di antaranya beraudiensi dengan manajemen PT Tiga Serangkai. Pertemuan yang berlangsung selama sejam tersebut tak membuahkan hasil menggembirakan.

“Kami kecewa dengan hasil pertemuan tadi karena mereka tetap ingin pentas itu digelar,” sambung Koordinator Welfare Solo, Bagas Dwi Nugrahanto.

Bagas menjelaskan, pihak penyelenggara tetap ngotot menggelar pentas karena memegang izin usaha sampai 12 Juli 2014 di lokasi tersebut. Dalam negosiasi tersebut, Welfare Solo mengacu SK Menhut tentang penghentian pentas lumba-lumba.

“Belum tidak ada titik temu. Tapi kami tetap akan terus berjuang,” tandas Bagas.
(lns)
Berita Terkait
Banyak Spesies Indonesia...
Banyak Spesies Indonesia Terancam Punah: Bagaimana Cara Menyelamatkannya?
3 Penjual Satwa Dilindungi...
3 Penjual Satwa Dilindungi Dibekuk, Polisi Amankan Trenggiling dan Burung Langka
Hewan Dilindungi Elang...
Hewan Dilindungi Elang Bido Diselamatkan Komunitas Pecinta Rimba dan Satwa Liar
Duyung Viral di Pangkalpinang...
Duyung Viral di Pangkalpinang Ditemukan Mati, Dievakuasi ke Alobi
Polisi Tangkap 2 Penjual...
Polisi Tangkap 2 Penjual Satwa Dilindungi di Medan, 4 Lutung Sumatera dan 2 Kukang Disita
1.000 Satwa yang Diawetkan...
1.000 Satwa yang Diawetkan Disita Polisi Spanyol, Koleksi Spesies Langka Ini Bernilai Rp460 Miliar
Berita Terkini
Natalius Pigai Larang...
Natalius Pigai Larang Tembak Begal di Tempat, Polda Metro Jaya Buka Suara
4 jam yang lalu
Belasan UMKM di Tangerang...
Belasan UMKM di Tangerang Dapat Bantuan Modal Usaha
5 jam yang lalu
Caketum HIPMI Reynaldo:...
Caketum HIPMI Reynaldo: Pariwisata Penggerak Ekonomi Nasional
5 jam yang lalu
Polda Metro Jaya Siap...
Polda Metro Jaya Siap Tindak Tegas Pocong Begal yang Resahkan Warga
6 jam yang lalu
Gempa Magnitudo 5,3...
Gempa Magnitudo 5,3 Guncang Bengkulu Selatan
6 jam yang lalu
Ratusan Peserta Padati...
Ratusan Peserta Padati Nobar Pesta Babi di Sekretariat PMKRI Jakarta Pusat
6 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved