Dokter RSUD Gunung Jati kenakan pita hitam

Rabu, 27 November 2013 - 17:15 WIB
Dokter RSUD Gunung Jati...
Dokter RSUD Gunung Jati kenakan pita hitam
A A A
Sindonews.com - Mogok praktik massal yang dilakukan dokter di Cirebon, dikeluhkan warga karena dinilai merugikan masyarakat. Sementara aksi mogok praktik yang dilakukan puluhan dokter di RSUD Gunung Jati Cirebon menyebabkan rumah sakit itu pun tampak lengang.

Seorang warga Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Imam (26) mengeluhkan aksi mogok dokter hingga menyebabkan istrinya yang tengah hamil tak bisa memeriksakan diri. Padahal, istrinya Deasy telah sengaja meminta izin dari tempat kerjanya untuk memeriksakan kandungannya.

“Kandungan istri saya sudah masuk usia enam minggu. Tapi ketika ke klinik, dokter langganan kami tidak praktik, katanya libur,” ungkap dia, kepada wartawan, Rabu (27/11/2013).

Belakangan dia mengetahui para dokter tengah melakukan aksi mogok praktik, sebagai bentuk solidaritas kepara dokter ke tiga dokter di Manado, yakni Dewa Ayu, Hendry, dan Hendy. Aksi itu sendiri dikeluhkan Imam, karena dinilai merugikan.

Dia mengaku rutin memeriksakan kandungan istrinya, mengingat calon bayi tersebut merupakan anak pertama mereka. Seluruh dokter di rumah sakit milik Pemkot Cirebon tersebut tidak berpraktik seperti biasa.

Hanya Unit Gawat Darurat (UGD) yang tampak beroperasi dan petugas rawat inap masih tampak bertugas. Padahal, pada hari biasa, RSUD Gunung Jati cukup ramai dipadati pasien asal Kota Cirebon maupun rujukan dari luar daerah.

Aksi sendiri diawali apel pagi di halaman rumah sakit, para dokter mengikatkan pita berwarna hitam pada lengan kiri masing-masing. Mereka pun membacakan kembali sumpah dokter, serta sempat membacakan puisi Permintaan Maaf Dokter Indonesia karya Dokter Wimpie Pakahila, dan doa bersama.

Direktur Utama RSUD Gunung Jati Heru Purwanto, membenarkan aksi solidaritas para dokter yang berpraktik di rumah sakit tersebut. Namun dia menjamin aksi itu tidak mengganggu pelayanan, apalagi sampai menelantarkan pasien.

“Tidak akan menelantarkan pasien, lihat saja mereka bertugas seperti biasa kok. Ini hanya keprihatinan saat melakukan tugas, dokter justru berurusan dengan pengadilan hingga vonis dijatuhkan,” cetusnya.

Heru sendiri mengaku mendukung aksi solidaritas tersebut, bahkan dirinya termasuk yang mengenakan pita hitam pada lengan kirinya sebagai simbol keprihatinan. Hal itu didasarkan semangat menolak kriminalisasi hukum terhadap dokter.

Dia membantah aksi yang mereka lakukan merupakan demonstrasi. Menurut dia, aksi keprihatinan yang ditandai mogok praktik itu merupakan cuti bersama. “Cuti bersama boleh kan,” terangnya.

Aksi hari itu disebutnya sebagai hari berkabung karena vonis hukuman kepada ketiga dokter yang dituding melakukan malapraktik, padahal telah melakukan tugas sesuai prosedur.

Lebih jauh, dia meyakinkan, RSUD Gunung Jati sendiri tetap mengutamakan pelayanan kepada pasiennya karena semua dokter masuk kerja dan pelayanan lainnya berjalan biasa.

Baca juga: "Maaf, kami tidak buka praktik sehari"
(san)
Berita Terkait
Kasus Bocah Meninggal...
Kasus Bocah Meninggal Dunia di RS Kartika Husada Berakhir Damai
Kronologi Jari Bayi...
Kronologi Jari Bayi Putus Digunting Perawat di RS Palembang
Setahun Menanti, Bayi...
Setahun Menanti, Bayi 13 Bulan Diduga Korban Malapraktik Tak Kunjung Dapat Keadilan
Astaga! Jari Kelingking...
Astaga! Jari Kelingking Bayi 7 Bulan Dipotong Perawat hingga Putus
Jari Bayi Dipotong Perawat,...
Jari Bayi Dipotong Perawat, DPRD Panggil RS Muhammadiyah Palembang
Jari Bayi Putus Dipotong...
Jari Bayi Putus Dipotong Gunting, Perawat D Diperiksa Polisi
Berita Terkini
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
15 menit yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
1 jam yang lalu
Diserahkan Polda Metro...
Diserahkan Polda Metro Jaya ke Kejati Banten, Richard Lee Segera Jalani Sidang
2 jam yang lalu
Pra SPMB 2026 Dibuka,...
Pra SPMB 2026 Dibuka, Pemkot Tangsel Siapkan 9.976 Kuota untuk SMP Negeri
2 jam yang lalu
Kolaborasi Kemanusiaan,...
Kolaborasi Kemanusiaan, Polda Riau Bantu 310 Warga Ikut Operasi Katarak Gratis
2 jam yang lalu
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
3 jam yang lalu
Infografis
Ini Penjelasan Mengapa...
Ini Penjelasan Mengapa Hajar Aswad di Kakbah Berwarna Hitam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved