Demo dokter korbankan kepentingan masyarakat banyak

Rabu, 27 November 2013 - 14:58 WIB
Demo dokter korbankan...
Demo dokter korbankan kepentingan masyarakat banyak
A A A
Sindonews.com - Aksi solidaritas para dokter di Poso, Sulawesi Tengah yang serempak dilakukan hari ini menyebabkan pasien rawat jalan di RSUD Poso terlantar. Pasien yang sudah sangat kesakitan mengaku tidak tahu adanya aksi mogok itu, dan sangat menyesalkan aksi para dokter yang dinilai mengorbankan masyarakat banyak.

Widyawati (35) hanya dapat duduk menahan sakit di tangga RSUD Poso, harapannya untuk dapat berobat sakit maag yang dirasakannya, terpaksa ditunda setelah mendapati pelayanan pasien rawat jalan di RSUD Poso tutup.

Seraya menekan perutnya yang sakit, warga Kelurahan Gebang Rejo ini menyesalkan aksi mogok para dokter yang melalaikan tugas mereka untuk melayani masyarakat.

"Dokter tidak ada. Bagaimana ceritanya ini? Kita masyarakat di bawah ini, kalau dokternya tidak ada? Jangan hanya kesalahan orang lain, akhirnya orang banyak yang disiksa. Barusan saya datang, cuma sakitnya ini tidak tahan lagi," katanya sambil memegang perut, Rabu (27/11/2013).

Berdasarkan pantauan langsung dari RSUD Poso, ruangan tunggu untuk pelayanan rawat jalan nampak lenggang. Pasien yang sebelumnya datang untuk berobat memilih untuk kembali, karena seluruh ruangan poli klinik tidak ada dokter yang masuk bekerja.

Setidaknya ada 10 ruangan poli klinik yang tidak ada dokternya. Bahkan ada ruangan yang digembok dengan kunci. Ruangan poli klinik yang kosong itu antara lain poli klinik umum, penyakit dalam, bedah, syaraf, anak, mata, gigi, kebidanan. kulit, dan poli klinik penyakit jiwa.

Direktur RSUD Poso dr. Djani Maula mengakui pihaknya hari ini tidak membuka pelayanan untuk poli klinik, sebagai dukungan aksi solidaritas ribuan dokter di Indonesia yang melakukan aksi mogok kerja, sebagai protes kalangan dokter atas pemidanaan dr. Ayu dan dua dokter lainnya, karena diduga melakukan malapraktik.

"Adalah salah, kalau kita mengaspirasikan sesuatu itu dengan mengorbankan pasien. Sehingga kami tetap menjaga keselamatan pasien yang darurat, kemudian tindakan tindakan lain yang masih bisa ditunda terpaksa kami tunda," tukasnya.

Meskipun pelayanan di 10 poli klinik RSUD Poso tutup, namun untuk pelayanan di ICU dan IGD di rumah sakit itu terpantau tetap berjalan seperti biasa.

Baca juga: Dokter mogok kerja, pasien RSUD batal operasi
(san)
Berita Terkait
Kasus Bocah Meninggal...
Kasus Bocah Meninggal Dunia di RS Kartika Husada Berakhir Damai
Kronologi Jari Bayi...
Kronologi Jari Bayi Putus Digunting Perawat di RS Palembang
Setahun Menanti, Bayi...
Setahun Menanti, Bayi 13 Bulan Diduga Korban Malapraktik Tak Kunjung Dapat Keadilan
Astaga! Jari Kelingking...
Astaga! Jari Kelingking Bayi 7 Bulan Dipotong Perawat hingga Putus
Jari Bayi Dipotong Perawat,...
Jari Bayi Dipotong Perawat, DPRD Panggil RS Muhammadiyah Palembang
Jari Bayi Putus Dipotong...
Jari Bayi Putus Dipotong Gunting, Perawat D Diperiksa Polisi
Berita Terkini
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
28 menit yang lalu
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
2 jam yang lalu
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
2 jam yang lalu
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
2 jam yang lalu
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
2 jam yang lalu
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
2 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved