Polair sita 1,6 ton bom ikan asal Malaysia

Rabu, 27 November 2013 - 13:33 WIB
Polair sita 1,6 ton...
Polair sita 1,6 ton bom ikan asal Malaysia
A A A
Sindonews.com - Petugas patroli Direktorat Polisi Perairan (Polair) Polda Sulselbar menyita sedikitnya 1,6 ton bubuk bahan pembuatan bom ikan, di sekitar perairan Kab Pangkep. Bahan peledak tersebut, diamankan di dua lokasi berbeda, masing-masing di sebelah barat Pulau Lakkang dan Pulau Likikang, Kabupaten Pangkep.

Sekira 1,6 ton bubuk amunium nitrat tersebut, terdiri dari 64 karung yang masing-masing memiliki berat 25 Kg. Turut diamankan pula kapal motor nelayan (KMN) Risma Indah 3 sebagai barang bukti.

Direktur Dit Polair Polda Sulselbar Kombes Pol Hari Sanyoto mengungkapkan, penangkapan ini berlangsung pada Minggu 24 November 2013, sekitar pukul 14.00 WITA.

"Kami sengaja belum membeberkannya ke publik pada saat itu untuk kepentingan penyelidikan," katanya saat memimpin ekspose kasus di Markas Polair Makassar, Rabu (27/11/2013).

Menurut Hari, dari penyitaan tersebut, diamankan satu orang nahkoda kapal atas nama Haris Daeng Rate (30) warga Dusun Camba Loe Desa Maccinibaji, Kabupaten Takalar.

Dari hasil penyelidikan, diketahui 1,6 ton bahan peledak ini diangkut dari Malaysia, dan rencananya akan dijual ke sejumlah nelayan Pangkep dan Makassar dengan harga Rp1,3 juta per sak-nya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun wartawan, penangkapan ini bermula saat petugas patroli mencurigai sebuah kapal nelayan yang berlayar di sekitar Pulau Lakkang. Petugas pun melakukan pemeriksaan, dan ditemukan sebanyak 52 sak bubuk bahan peledak disembunyikan di atas kapal yang tidak memiliki izin pengangkutan.

Dari hasil pengembangan, keesokan harinya polisi kembali turun ke Pulau Lilikang dan menemukan 12 karung bubuk lainnya di sekitar dermaga.

Akibat tindakannya tersebut, sang nahkoda kapal dijerat Undang-Undang No 12/1992 tentang sistem budidaya tanaman dan Pasal 480 KHUP tentang penadah barang gelap, dengan ancaman di atas lima tahun kurungan penjara.

"Alasannya mereka akan menggunakan untuk bercocok tanam. Setelah diselidiki, ini dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan bom ikan bagi nelayan," pungkasnya.
(san)
Berita Terkait
Warga Boyolali Temukan...
Warga Boyolali Temukan Granat saat Sedang Gali Talut Makam
Black Sky Aerospace...
Black Sky Aerospace Berhasil Produksi Amonium Perklorat untuk Rudal
Polisi Tangkap Pemasok...
Polisi Tangkap Pemasok Bahan Peledak di Bali
Warga Temukan Mortir...
Warga Temukan Mortir di Gunung Buttu, TNI Amankan untuk Pemeriksaan
Polda Jateng Tangkap...
Polda Jateng Tangkap Puluhan Tersangka dan Sita Ratusan Kilogram Bahan Petasan
Laboratorium Bahan Peledak...
Laboratorium Bahan Peledak Terbesar di Dunia Beroperasi di Texas
Berita Terkini
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
8 jam yang lalu
Gelar Pernas XIII di...
Gelar Pernas XIII di Klaten, FMKI Keluarkan Seruan Moral
8 jam yang lalu
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
9 jam yang lalu
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
9 jam yang lalu
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
11 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
12 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Kekuatan...
Perbandingan Kekuatan Timnas Indonesia U-23 vs Malaysia U-23
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved