Pedagang Stasiun Jebres gigih 'lawan' Polsuska

Selasa, 26 November 2013 - 13:38 WIB
Pedagang Stasiun Jebres...
Pedagang Stasiun Jebres gigih 'lawan' Polsuska
A A A
Sindonews.com - Meski telah dilarang berjualan di dalam rangkaian Kereta Api, puluhan pedagang tetep nekat berjualan di dalam kereta.

Para pedagang asongan gigih melawan larangan berjualan di dalam gerbong. Setiap kereta ekonomi yang berhenti di stasiun Jebres Solo, Jawa Tengah ini, tidak luput dari kejaran para pedagang asongan.

Akibatnya, selain terlibat saling adu mulut, puluhan pedagang asongan yang berjualan di dalam kereta api (KA), diturunkan paksa oleh Polsuska yang dibantu aparat Dalmas Polres di Stasiun Jebres Solo, Jawa Tengah.

Sejak pukul 07.30 Wib, para pedagang asongan yang tidak hanya berasal dari sekitar Stasiun Jebres, namun juga datang dari kota Klaten, Jawa Tengah, yang berkumpul di Stasiun Jebres. Mereka bertekad berjualan di dalam kereta.

Namun, petugas Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska) tampaknya sudah bisa mencium glagat dari para pedagang asongan ini.

Setiap kereta ekonomi yang berhenti, para petugas Polsuska di bantu puluhan personel Dalmas Polresta langsung menyebar di semua pintu masuk rangkaian kereta api. Praktis aksi penjagaan pintu masuk ke dalam rangkaian kereta ini direspon oleh para pedagang dengan teriakan dan caci maki kepada para petugas.

"Ini makanan ya, bukan bom. Dan ini kami jualan makanan bukan jualan sabu," teriak para pedagang asongan ini kepada para petugas, Selasa (26/11/2013).

Namun teriakan para pedagang asongan ini tak digubris para petugas. Mereka berorasi di hadapan petugas Stasiun Klaten dan Polsuska.

Sembari menunggu kedatangan KA ekonomi Logawa mereka terus berorasi dan menduduki Stasiun Klaten. Bahkan yel-yel terus diteriakkan meski di sekitar nampak para calon penumpang sudah mengantre tiket.

Dan saat giliran kereta selanjutnya datang, para pengasong kembali berusaha masuk ke dalam gerbong kereta api. Kali ini mereka dibiarkan masuk tanpa ada halangan dari (Polsuska).

Sementara salah satu pedagang asongan, Arif Setiansah, mengaku penjagaan petugas PT KAI dibantu aparat Kepolisian terlalu over. Meski terus diusir petugas PT KAI Arif bersikukuh akan terus melakukan aksi untuk bisa berjualan di dalam gerbong kereta api.

“Penjagaan ini terlalu over.Tidak seharusnya kami ini diusir. Sebagai aparat,seharusnya mereka para petugas mengayomi kami rakyat kecil. Kami tetap akan terus berusaha untuk bisa berjualan di dalam gerbong. Jika pihak PT. KAI masih melarang kami berdagang, kami akan terus melakukan aksi. Demi menghidupi keluarga kami dari tetap berjualan di sini,” tegas Arif.
(rsa)
Berita Terkait
Viral! Penjual Asongan...
Viral! Penjual Asongan Bagikan Dagangannya Gratis untuk Pendemo RUU Pilkada, Netizen Terharu
Ditanyai Soal Demo Pedagang...
Ditanyai Soal Demo Pedagang Thrifting, Mendag Zulhas Malah Nyelonong
Pedagang Pasar Toraja...
Pedagang Pasar Toraja Utara Demo di Kantor DPRD, Ini Tuntutannya
Tinjau 4 Halte, Ariza...
Tinjau 4 Halte, Ariza Akan Bantu Pedagang Korban Demo 8 Oktober
Demo Kemendag, Pedagang...
Demo Kemendag, Pedagang Thrifting Sebut Pemerintah Lebih Pilih Impor Baju China
Aksi Demo Pedagang Pasar...
Aksi Demo Pedagang Pasar Bantar Gebang
Berita Terkini
Siapkan Generasi Unggul,...
Siapkan Generasi Unggul, Yayasan Pendidikan Islam RUS Kudus Hadirkan SMP Internasional
10 menit yang lalu
Pilot Pesawat AMA PK-RCY...
Pilot Pesawat AMA PK-RCY yang Dibakar di Bandara Ipdeheik Papua Tewas
1 jam yang lalu
Pembangunan Flyover...
Pembangunan Flyover Latumenten Capai 55,2%, Ditargetkan Beroperasi 15 Desember 2026
1 jam yang lalu
Breaking News! Pesawat...
Breaking News! Pesawat Dibakar OTK di Bandara Ipdeheik Yahukimo Papua
1 jam yang lalu
Penampakan Taufik Hidayat...
Penampakan Taufik Hidayat Jelang Rekonstruksi Kasus Penyekapan dan Penganiayaan YTR di Bandung
3 jam yang lalu
Rekonstruksi Kasus Penganiayaan...
Rekonstruksi Kasus Penganiayaan Sadis Taufik Hidayat di Polda Jabar Digelar Tertutup
3 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Vladimir Putin...
7 Alasan Vladimir Putin Tak Bantu Iran Lawan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved