Warga Pocin ancam blokir akses menuju Stasiun UI

Jum'at, 22 November 2013 - 15:11 WIB
Warga Pocin ancam blokir...
Warga Pocin ancam blokir akses menuju Stasiun UI
A A A
Sindonews.com - Tidak adanya jawaban dari PT Kereta Api Indonesia (KAI) atas keluhan warga Jalan Pepaya, Pondok Cina, Beji membuat mereka geram. Warga berniat untuk memblokir akses menuju stasiun UI dan Pondok Cina karena akses warga selama ini ditutup UI.

Sebelumnya, warga telah mengundang Kepala Stasiun (KS) Universitas Indonesia (UI) dan Pondok Cina untuk rembukan terkait penutupan jalan, namun tidak ada perwakilan yang datang.

Warga pun bersepakat jika hingga pertemuan berikutnya tidak juga ada niat baik dari PT KAI yang diwakili KS maka warga mengancam akan menutup akses Jalan Sawo yang kini menjadi jalan menuju Stasiun UI.

“Kami sudah membuat undangan kepada kepala Stasiun UI, dan Pondok Cina, untuk hadir dirapat pembahasan penutupan Jalan Pepaya, eh malah engak hadir,” kata Ketua Lembaga Pemberdayan Masyarakat (LPM) Kelurahan Pondok Cina, Beji Munir Haji Mukri, Jumat (22/11/2013).

Menurut dia, PT KAI dinilai warga sudah melanggar perjanjian dengan warga. Dikatakan dia, dari hasil kesepakatan pada 28 Juni 2013 lalu penutupan hanya dilakukan sementara saja. Faktanya, hingga kini Jalan Pepaya belum dibuka kembali.

“Warga kami ternyata dibohongi oleh PT KAI, penutupan sifatnya hanya sementara ternyata kok malah permanen, dan ini yang disesalkan warga,” katanya.

Dia mengatakan jalan yang ditutup oleh PT KAI bukan lahan mereka tetapi milik warga yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat agar akses menuju Pondok Cina maupun kampus UI lebih mudah.

Masyarakat sudah berupaya menjalin komunikasi dengan PT KAI dengan mengirimkan surat, akan tetapi langkah itu belum mendapatkan respon yang cukup baik.

“Jika memang PT KAI melakukan kekuasaan dan kekuatan dalam penutupan Jalan Pepaya warga kami juga bisa melakukan unjuk kekuatan dan kekuasaan dengan menutup Jalan Sawo dan Jalan Stasiun yang merupakan akses menuju Stasiun UI dan Pondok Cina,” katanya.

Pihaknya menampik bahwa Jalan Pepaya sebagai jalan tikus. Karena, jalan itu adalah jalan warga yang sudah dibangun masyarakat secara swadaya.

“Masyarakat kami engak mau kalau jalan itu merupakan jalan tikus, dari dulu jalan itu jalan desa yang sudah ada sejak sebelum adanya stasiun UI,” tegasnya.

Menanggapi hal itu, Humas Daops I PT KAI Sukendar Mulya mengatakan, masyarakat diminta mengerti tentang sterilisasi. Dengan penerapan e-ticketing maka hanya ada satu gate in dan gate out. Pihaknya pun tak bisa untuk membuka kembali pintu jalan tikus karena bukan pintu utama.
(ysw)
Berita Terkait
3 Alasan Mengapa Kereta...
3 Alasan Mengapa Kereta Api Tidak Bisa Berhenti Mendadak Menurut KAI
Deretan Kecelakaan Kereta...
Deretan Kecelakaan Kereta Api Terburuk dalam Sejarah, Nomor 5 Paling Tragis
10 Kereta Api Tercepat...
10 Kereta Api Tercepat di Dunia, Nomor 1 Melaju 460 Km/Jam
Kereta Tabrak Bus di...
Kereta Tabrak Bus di Thailand, 8 Orang Tewas
Dampak Banjir, Seluruh...
Dampak Banjir, Seluruh Perjalanan KA Jarak Jauh dan Lokal Kembali Dibatalkan Hari ini
Pembebasan Lahan Rel...
Pembebasan Lahan Rel Kereta Api di Pangkep Ditarget Rampung 2 Bulan
Berita Terkini
Gempa M5,7 Guncang Bitung...
Gempa M5,7 Guncang Bitung Sulawesi Utara
48 menit yang lalu
Berantas Mafia Tambang,...
Berantas Mafia Tambang, DPRPT Dorong Izin Tambang Rakyat Diserahkan ke Provinsi
1 jam yang lalu
Pemkot Tangerang Luncurkan...
Pemkot Tangerang Luncurkan Inovasi Pendidikan, Sachrudin: Teknologi dan Prestasi Harus Tumbuh Bersama
9 jam yang lalu
7 Kantong Parkir Disiapkan...
7 Kantong Parkir Disiapkan untuk Jemaah Salat Iduladha di Masjid Istiqlal, Bisa Tampung 1.000 Mobil
10 jam yang lalu
Iduladha, The Park Pejaten...
Iduladha, The Park Pejaten Bagikan Hewan Kurban bagi Masyarakat Sekitar
10 jam yang lalu
Forum Gerakan Moral...
Forum Gerakan Moral Pendidikan Kaltim Desak Kampus Bebas dari Politik Praktis
10 jam yang lalu
Infografis
Ancam Hancurkan Separuh...
Ancam Hancurkan Separuh Dunia, Ini Kekuatan Sebenarnya Senjata Nuklir Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved