Tipikor Sinjai selamatkan uang Negara Rp2 M

Rabu, 20 November 2013 - 16:40 WIB
Tipikor Sinjai selamatkan...
Tipikor Sinjai selamatkan uang Negara Rp2 M
A A A
Sindonews.com - Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Sinjai berhasil menyelamatkan uang negara senilai Rp2 miliar selama tahun 2013, terdiri dari lima kasus dugaan korupsi yang sudah di P21 kan ke Kejaksaan Negeri Sinjai.

Penyelamatan uang negara itu, merupakan penyelesaian beberapa kasus besar yang kini telah rampung berkasnya, yang terdiri dari Kasus Kredit Usaha Rakyat (KUR), Pengadaan Kapal, dan PNPM Mandiri.

Kanit Tipikor Polres Sinjai Aiptu Syamsul Bahri mengatakan, jika ada lima kasus korupsi yang ditanganinya sudah rampung dan berkasnya sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Sinjai.

Sementara beberapa kasus yang dalam tahap penyidikan lebih lanjut, diantaranya kasus korupsi alat-alat kesehatan (alkes), Mark up kendaraan dinas pendidikan, maupun kasus penyalahgunaan dana korupsi Partai Amanat Nasional (PAN).

"Kita masih bekerja, tidak menutup kemungkinan uang negara yang kita selamatkan akan bertambah dan masih berproses hukum," ujar Syamsul Bahri, kepada wartawan, Rabu (20/11/2013).

Adapun sorotan sejumlah masyarakat dan lembaga sosial Kabupaten Sinjai, karena lambannya penanganan dana dugaan korupsi PAN yang dilakukan oleh Ketua DPC Sinjai Andi Rahman masih terus bergulir, dan sama sekali tidak ada kejelasan.

Seperti yang diungkapkan Kordinator Forum Peduli Masyarakat Sipil Sinjai Abdul Rahman yang menilai kinerja Tipikor Polres Sinjai tidak bekerja dengan profesional dan tidak tuntas hingga sekarang.

"Belum lagi setelah keluarnya temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan diserahkan ke pada Tipikor Polres Sinjai untuk menjadi acuan kerja mereka. Ternyata, sampai saat ini pun belum ditindak lanjuti dan ditingkatkan proses penyelidikanya," terangnya.

Menanggapi hal itu, Syamsul Bahri kembali menjelaskan jika dugaan korupsi dana PAN yang dihibahkan sebesar Rp60 juta dari APBD Sinjai itu kini tengah penyidikan terhadap dua laporan pertanggungjawaban yang masih didalami.

Adapun rekomendasi BPK yang dijadikan bukti korupsi PAN dinilai bukanlah acuan, namun berdasarkan pemeriksaan dan pemeriksaan saksi.

"Kita belum tahu mana yang benar laporannya, bahan BPK tidak bisa dijadikan dasar karena kita juga sudah periksa pengurus partai seperti bendahara dan majelis partai," jelasnya.
(san)
Berita Terkait
Strategi Pemberantasan...
Strategi Pemberantasan Korupsi
Pemberantasan Korupsi...
Pemberantasan Korupsi dan Perampasan Aset
Pemberantasan Korupsi,...
Pemberantasan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme
Sisi Lain dalam Pemberantasan...
Sisi Lain dalam Pemberantasan Korupsi
Partisipasi Publik dalam...
Partisipasi Publik dalam Pemberantasan Korupsi
UU Antitipikor Sarana...
UU Antitipikor Sarana Pemberantasan Korupsi
Berita Terkini
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
6 jam yang lalu
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
6 jam yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
7 jam yang lalu
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
7 jam yang lalu
Lampung Kukuhkan Diri...
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
7 jam yang lalu
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
8 jam yang lalu
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved