Diduga selundupkan 106 imigran 3 anggota TNI AL ditangkap
Senin, 18 November 2013 - 17:33 WIB
Diduga selundupkan 106 imigran 3 anggota TNI AL ditangkap
A
A
A
Sindonews.com – Diduga membantu menyelundupkan imigran gelap, tiga oknum anggota TNI Angkatan Laut (AL) diamankan. Ketiganya, hendak menyelundupkan 106 imigran gelap asal Myanmar, etnis Rohingya, ke Pulau Christmas, Australia.
Komandan Detasemen Polisi Militer III/2 Letkol CPM Suparno mengatakan, tiga oknum TNI ini telah diserahterimakan ke Polisi Militer AL Lanal Bandung. Meski begitu, Suparno enggan membeberkan kronologi penangkapan tiga anggota TNI tersebut.
“Mereka sudah diserahterimakan ke Polisi Milier AL Lanal Bandung,” kata Suparno, Senin (18/11/2013).
Dari informasi yang dihimpun, keterlibatan tiga anggota TNI AL ini dalam aksi penyelundupan imigran tersebut adalah dengan melakukan pengawalan dari Bogor menuju Garut.
Ratusan imigran, diangkut dengan menggunakan bus pariwisata serta dikawal dengan dua unit mobil, Suzuki APV dan Toyota Avanza.
Kapolres Garut AKBP Arif Rachman mengatakan, pengungkapan kasus penyelundupan imigran tersebut bermula dari laporan masyarakat mengenai keberadaan sejumlah kendaraan yang mencurigakan. Polisi pun kemudian merazia kendaraan tersebut sekira pukul 04.15 WIB.
“Hasilnya sebanyak 106 imigran dan 6 orang WNI yang diduga membawa mereka, kami amankan. Untuk imigran, kami sudah serahkan ke Kantor Imigrasi Tasikmalaya. Sementara 6 WNI sisanya masih diamankan sebagai saksi,” katanya.
Dari 106 imigran, sebanyak 20 di antaranya adalah anak-anak, 67 laki-laki, dan 19 perempuan. Semuanya merupakan imigran asal Myanmar yang tengah menghindari konflik etnis di negaranya.
Para imigran setidaknya akan menyeberang ke Pulau Christmas, Australia, melewati Samudra Hindia. Mereka berencana berangkat dari Pantai Cipangikis, Desa Sancang, Kecamatan Cibalong, dengan menggunakan perahu nelayan untuk menyeberang.
Pada kasus ini, Polres Garut mengamankan bus bernomor polisi B 7808 IZ yang mengangkut para imigran tersebut. Selain itu, diamankan juga Toyota Avanza bernomor polisi B 2290 RK dan Suzuki APV bernomor polisi B 7147 JK yang digunakan mengawal imigran.
Komandan Detasemen Polisi Militer III/2 Letkol CPM Suparno mengatakan, tiga oknum TNI ini telah diserahterimakan ke Polisi Militer AL Lanal Bandung. Meski begitu, Suparno enggan membeberkan kronologi penangkapan tiga anggota TNI tersebut.
“Mereka sudah diserahterimakan ke Polisi Milier AL Lanal Bandung,” kata Suparno, Senin (18/11/2013).
Dari informasi yang dihimpun, keterlibatan tiga anggota TNI AL ini dalam aksi penyelundupan imigran tersebut adalah dengan melakukan pengawalan dari Bogor menuju Garut.
Ratusan imigran, diangkut dengan menggunakan bus pariwisata serta dikawal dengan dua unit mobil, Suzuki APV dan Toyota Avanza.
Kapolres Garut AKBP Arif Rachman mengatakan, pengungkapan kasus penyelundupan imigran tersebut bermula dari laporan masyarakat mengenai keberadaan sejumlah kendaraan yang mencurigakan. Polisi pun kemudian merazia kendaraan tersebut sekira pukul 04.15 WIB.
“Hasilnya sebanyak 106 imigran dan 6 orang WNI yang diduga membawa mereka, kami amankan. Untuk imigran, kami sudah serahkan ke Kantor Imigrasi Tasikmalaya. Sementara 6 WNI sisanya masih diamankan sebagai saksi,” katanya.
Dari 106 imigran, sebanyak 20 di antaranya adalah anak-anak, 67 laki-laki, dan 19 perempuan. Semuanya merupakan imigran asal Myanmar yang tengah menghindari konflik etnis di negaranya.
Para imigran setidaknya akan menyeberang ke Pulau Christmas, Australia, melewati Samudra Hindia. Mereka berencana berangkat dari Pantai Cipangikis, Desa Sancang, Kecamatan Cibalong, dengan menggunakan perahu nelayan untuk menyeberang.
Pada kasus ini, Polres Garut mengamankan bus bernomor polisi B 7808 IZ yang mengangkut para imigran tersebut. Selain itu, diamankan juga Toyota Avanza bernomor polisi B 2290 RK dan Suzuki APV bernomor polisi B 7147 JK yang digunakan mengawal imigran.
(lns)