Ular Sanca pemakan kambing dikarantina di TSTJ

Jum'at, 15 November 2013 - 15:35 WIB
Ular Sanca pemakan kambing...
Ular Sanca pemakan kambing dikarantina di TSTJ
A A A
Sindonews.com - Ular sanca pemakan kambing warga Karangmalang Sragen, akhirnya dikarantina di Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Solo. Karantinta tersebut dilakukan setelah sebelumnya ular raksasa tersebut ditangkap oleh Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Jateng di Karangmalang, Kamis (14/11) sore.

Direktur TSTJ Lilik Kristanto, menyebutkan ular berukuran delapan meter dan berat 200 kilogram tersebut baru dievakuasi ke TSTJ pada Kamis Malam.

Sekarang ini ular raksasa itu ditempatkan di kandang tersendiri, berbeda dengan koleksi yang lainnya. Menurutnya reptil tersebut masih perlu penyesuaian dengan tempat yang baru. Selain itu karantina juga dilakukan sambil menunggu berita acara penyerahan ular tersebut dari BKSDA Jateng kepada TSJT.

“Belum ada berita acara penyerahan jadinya akan kita tunggu terlebih dahulu. Sembari menunggu berita acara, nantinya bakal kita siapkan kandangnya terlebih dahulu,” ucap Lilik kepada KORAN SINDO, Jumat (15/11/2013).

Lilik juga mengatakan secara umum reptil tersebut masih dalam kategori sehat. Hal itu dilihat dari ciri-ciri fisik yang ada saat tiba di Jurug.
Meskipun demikian pihaknya masih akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan pihak Dokter Hewan TSTJ. Nantinya ular tersebut akan dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh, sebelum ditempatkan di kandang ular bersama hewan lainnya.

Selain itu pemeriksaan juga dilakukan untuk menghitung porsi makan ular tersebut. pasalnya porsi makan disesuaikan dengan berat badan yang ada.

Sementara Pawang Ular TSTJ, Hartanto, menyebutkan ular tersebut memiliki jenis kelamin betina. Itu terlihat dari cirri-ciri fisik yang ada.
Menurutnya ular yang baru datang tersebut ukurannya cukup besar dua kali lipat dibandingkan dengan koleksi yang dimiliki oleh TSTJ.

“Kalau koleksi TSTJ paling panjang ukurannya 3,5 meter kalau ini delapan meter. Dengan penambahan ular ini, jumlah keseluruhan menjadi 6 ekor,” ucapnya.
(lns)
Berita Terkait
3 Penjual Satwa Dilindungi...
3 Penjual Satwa Dilindungi Dibekuk, Polisi Amankan Trenggiling dan Burung Langka
Banyak Spesies Indonesia...
Banyak Spesies Indonesia Terancam Punah: Bagaimana Cara Menyelamatkannya?
Hewan Dilindungi Elang...
Hewan Dilindungi Elang Bido Diselamatkan Komunitas Pecinta Rimba dan Satwa Liar
Duyung Viral di Pangkalpinang...
Duyung Viral di Pangkalpinang Ditemukan Mati, Dievakuasi ke Alobi
Polisi Tangkap 2 Penjual...
Polisi Tangkap 2 Penjual Satwa Dilindungi di Medan, 4 Lutung Sumatera dan 2 Kukang Disita
1.000 Satwa yang Diawetkan...
1.000 Satwa yang Diawetkan Disita Polisi Spanyol, Koleksi Spesies Langka Ini Bernilai Rp460 Miliar
Berita Terkini
Bongkar Gudang Penyimpanan...
Bongkar Gudang Penyimpanan Kosmetik Impor Ilegal di Tangerang, BPOM Ungkap Modus Operandi dan Peredaran
26 menit yang lalu
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
2 jam yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
3 jam yang lalu
Raih Penghargaan MURI,...
Raih Penghargaan MURI, BPJPH Diapresiasi Berbagai Pihak
3 jam yang lalu
Diserahkan Polda Metro...
Diserahkan Polda Metro Jaya ke Kejati Banten, Richard Lee Segera Jalani Sidang
4 jam yang lalu
Pra SPMB 2026 Dibuka,...
Pra SPMB 2026 Dibuka, Pemkot Tangsel Siapkan 9.976 Kuota untuk SMP Negeri
4 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved