109.000 siswa SD di Bandung tak punya kelas
Rabu, 13 November 2013 - 17:19 WIB
109.000 siswa SD di Bandung tak punya kelas
A
A
A
Sindonews.com – Sebanyak 109.000 siswa Sekolah Dasar (SD) di Kota Bandung, tidak memiliki ruang kelas. Dari 276 komplek SD negeri yang ada, idealnya hanya 150.000 siswa yang bisa tertampung.
“Siswa SD di Kota Bandung saat ini ada 259.000 orang. Sedangkan ruang kelasnya hanya 4.000-an. Tidak sampai 5.000,” ungkap Kepala Bidang Pendidikan TK dan SD Disdik Kota Bandung Ende Mutaqin, saat dietmui Sindonews, di kantornya, Jalan Ahmad Yani, Rabu (13/11/13).
Data ini menyusul masih adanya sekolah yang tidak memiliki ruang kelas cukup, seperti yang terjadi di SD Sukarela 1 dan 2. Akibatnya, para siswa terpaksa belajar di halaman sekolah.
Berdasarkan standar pendidikan nasional yang ditetapkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, satu kelas hanya diisi 28 sampai 36 siswa dan berlangsung satu shift. Sedangkan di Kota Bandung sendiri, siswanya bisa mencapai 40 orang per ruangan dan terbagi dua shift, pagi dan siang.
“Idealnya memang satu shift, pagi saja. Tapi karena banyaknya siswa yang mendaftar, jadi apa boleh buat, dibuat dua shift, karena anak-anak harus sekolah,” jelas Ende.
Over capacity ini, diakui Ende, terjadi di wilayah timur dan selatan. Bahkan, ada beberapa sekolah yang hanya memiliki tiga sampai empat kelas.
“Kalau di wilayah utara aman, karena sekarang penduduk kebanyakan tinggal di timur dan selatan. Namun memang ada beberapa sekolah, seperti di SD Sukarela, yang hanya punya empat kelas,” tutur Ende.
Meski demikian, Ende menyangkal jika pihaknya tidak memperhatikan jumlah ruang kelas yang ada. Sejauh ini, kata dia, pembangunan ruang kelas dan infrastruktur sekolah terus berjalan.
“Siswa SD di Kota Bandung saat ini ada 259.000 orang. Sedangkan ruang kelasnya hanya 4.000-an. Tidak sampai 5.000,” ungkap Kepala Bidang Pendidikan TK dan SD Disdik Kota Bandung Ende Mutaqin, saat dietmui Sindonews, di kantornya, Jalan Ahmad Yani, Rabu (13/11/13).
Data ini menyusul masih adanya sekolah yang tidak memiliki ruang kelas cukup, seperti yang terjadi di SD Sukarela 1 dan 2. Akibatnya, para siswa terpaksa belajar di halaman sekolah.
Berdasarkan standar pendidikan nasional yang ditetapkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, satu kelas hanya diisi 28 sampai 36 siswa dan berlangsung satu shift. Sedangkan di Kota Bandung sendiri, siswanya bisa mencapai 40 orang per ruangan dan terbagi dua shift, pagi dan siang.
“Idealnya memang satu shift, pagi saja. Tapi karena banyaknya siswa yang mendaftar, jadi apa boleh buat, dibuat dua shift, karena anak-anak harus sekolah,” jelas Ende.
Over capacity ini, diakui Ende, terjadi di wilayah timur dan selatan. Bahkan, ada beberapa sekolah yang hanya memiliki tiga sampai empat kelas.
“Kalau di wilayah utara aman, karena sekarang penduduk kebanyakan tinggal di timur dan selatan. Namun memang ada beberapa sekolah, seperti di SD Sukarela, yang hanya punya empat kelas,” tutur Ende.
Meski demikian, Ende menyangkal jika pihaknya tidak memperhatikan jumlah ruang kelas yang ada. Sejauh ini, kata dia, pembangunan ruang kelas dan infrastruktur sekolah terus berjalan.
(san)