Politikus PKS minta maaf soal penghapusan bus kota
Senin, 11 November 2013 - 14:26 WIB
Politikus PKS minta maaf soal penghapusan bus kota
A
A
A
Sindonews.com - Setelah digeruduk ratusan awak bus kota memrotes rencana penghapusan bus kota, DPRD DIY akhirnya mengubah sikapnya.
Sikap legislatif yang sebelumnya berhasrat mendukung keinginan Pemda DIY
mengganti bus kota menjadi bus Trans Jogja, khususnya Komisi C kini lebih melunak.
Bahkan Wakil Ketua Komisi C Arief Rahman Hakim yang sebelumnya sempat menyatakan akan mengirim bus kota ke Sekarsuli (bengkel dan tempat rongsok di Sleman), akhirnya meminta maaf.
Arief mengungkapkan, secara terbuka mencabut pernyataan yang sudah menyinggung perasaaan para awak bus kota.
"Soal pernyataan Sekarsuli, saya pribadi meminta maaf jika sudah membuat mereka tersinggung. Soal yang itu sudah clear," ujar politikus PKS, Senin (11/11/2013).
Dia menanbahkan, sikap keberatan awak bus kota akan diakomodir oleh legislatif. Usulan Pemda DIY soal penggantian bus kota menjadi Trans Jogja perlu ditinjau ulang.
"Saya kira perlu ditinjau ulang. Ini berdasarkan masukan dari sopir dankernet bus yang keberatan dengan rencana kebijakan tersebut, " ujarnya.
Menurut dia, sebenarnya ada pemahaman yang sama antara tuntutan mereka
dengan keinginan legislatif.
"Mereka memberikan masukan yang berharga kepada kita, bahwa mereka tidak inginTrans Jogja dianakemaskan. Kami akan mengomodir keiniginan itu," kata politikus yang akrab disapa ARH ini.
Usai menggeruduk DPRD, ratusan awak bus kota meninggalkan gedung wakil rakyat yang berada di Jalan Malioboro tersebut. Namun, dari DPRD DIY mereka kembali ke rumah masing-masing dan tetap tidak beroperasi.
Sikap legislatif yang sebelumnya berhasrat mendukung keinginan Pemda DIY
mengganti bus kota menjadi bus Trans Jogja, khususnya Komisi C kini lebih melunak.
Bahkan Wakil Ketua Komisi C Arief Rahman Hakim yang sebelumnya sempat menyatakan akan mengirim bus kota ke Sekarsuli (bengkel dan tempat rongsok di Sleman), akhirnya meminta maaf.
Arief mengungkapkan, secara terbuka mencabut pernyataan yang sudah menyinggung perasaaan para awak bus kota.
"Soal pernyataan Sekarsuli, saya pribadi meminta maaf jika sudah membuat mereka tersinggung. Soal yang itu sudah clear," ujar politikus PKS, Senin (11/11/2013).
Dia menanbahkan, sikap keberatan awak bus kota akan diakomodir oleh legislatif. Usulan Pemda DIY soal penggantian bus kota menjadi Trans Jogja perlu ditinjau ulang.
"Saya kira perlu ditinjau ulang. Ini berdasarkan masukan dari sopir dankernet bus yang keberatan dengan rencana kebijakan tersebut, " ujarnya.
Menurut dia, sebenarnya ada pemahaman yang sama antara tuntutan mereka
dengan keinginan legislatif.
"Mereka memberikan masukan yang berharga kepada kita, bahwa mereka tidak inginTrans Jogja dianakemaskan. Kami akan mengomodir keiniginan itu," kata politikus yang akrab disapa ARH ini.
Usai menggeruduk DPRD, ratusan awak bus kota meninggalkan gedung wakil rakyat yang berada di Jalan Malioboro tersebut. Namun, dari DPRD DIY mereka kembali ke rumah masing-masing dan tetap tidak beroperasi.
(lns)