KJS banyak digunakan warga mampu
Sabtu, 09 November 2013 - 18:57 WIB
KJS banyak digunakan warga mampu
A
A
A
Sindonews.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahon menyebut, Kartu Jakarta Sehat (KJS) banyak yang dibeli kalangan menengah ke atas dari masyarakat kurang mampu untuk berobat jalan dan pemeriksaan gratis di Laboratorium RSUD.
"Yang jadi masalah begini, orang kelas menengah atas membeli KJS untuk berobat jalan dan pemeriksaan laboratorium di RSUD," kata Ahok di Jakarta, Sabtu (9/11/2013)
Untuk itu, lanjut Ahok, pihaknya kini memberlakukan mekanisme penggunaan KJS harus melalui Puskesmas. Sehingga orang kelas menengah atas tidak bisa lagi ikut menikmati pelayanan kesehatan gratis ini.
"Makanya sekarang kita kunci. Dulu mereka ngotot bisa berobat jalan dan tes di laboratorium pake KJS. Sekarang mau cek awal, harus ke Puskemas, orang menengah atas kayak gini enggak mau ke Puskesmas," jelasnya.
Menurut Ahok, kalangan menengah atas ini biasanya melakukan cek laboratorium di rumah sakit swasta. Setelah itu mereka datang membawa KJS ke RSUD milik Pemprov DKI. Akibatnya ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) bagi pasien miskin menjadi penuh.
"Udah di cek laboratorium, berobatnya ke swasta, lalu tiba-tiba datang bawa KJS ke RSUD. Mereka pintar, langsung ke IGD padahal tidak sekarat. Akibatnya IGD penuh," pungkasnya.
"Yang jadi masalah begini, orang kelas menengah atas membeli KJS untuk berobat jalan dan pemeriksaan laboratorium di RSUD," kata Ahok di Jakarta, Sabtu (9/11/2013)
Untuk itu, lanjut Ahok, pihaknya kini memberlakukan mekanisme penggunaan KJS harus melalui Puskesmas. Sehingga orang kelas menengah atas tidak bisa lagi ikut menikmati pelayanan kesehatan gratis ini.
"Makanya sekarang kita kunci. Dulu mereka ngotot bisa berobat jalan dan tes di laboratorium pake KJS. Sekarang mau cek awal, harus ke Puskemas, orang menengah atas kayak gini enggak mau ke Puskesmas," jelasnya.
Menurut Ahok, kalangan menengah atas ini biasanya melakukan cek laboratorium di rumah sakit swasta. Setelah itu mereka datang membawa KJS ke RSUD milik Pemprov DKI. Akibatnya ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) bagi pasien miskin menjadi penuh.
"Udah di cek laboratorium, berobatnya ke swasta, lalu tiba-tiba datang bawa KJS ke RSUD. Mereka pintar, langsung ke IGD padahal tidak sekarat. Akibatnya IGD penuh," pungkasnya.
(ysw)