Drainase Pasar Klewer terkendala endapan bawah keraton

Sabtu, 09 November 2013 - 01:05 WIB
Drainase Pasar Klewer...
Drainase Pasar Klewer terkendala endapan bawah keraton
A A A
Sindonews.com - Pengerjaan keduk walet atau pembersihan endapan lumpur di saluran drainase Pasar Klewer, Solo, Jawa Tengah, dilematis. Pekerja tak bisa asal membongkar pusat penyumbatan yang terletak di area pagelaran keraton, mengingat hal ini bisa merusak situs cagar budaya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Solo, Ahyani memastikan simpul permasalahan penyumbatan terletak di saluran drainase di area pagelaran Keraton Kasunanan.

Pembongkaran saluran air di kompleks cagar budaya ini mutlak dilakukan guna membuang sampah yang mengendap selama puluhan tahun.

“Setelah dipetakan, ternyata yang buntet di pagelaran. Endapannya membuat buangan air tak bisa mengalir sehingga meluap ke jalan seputar Pasar Klewer. Ini yang memunculkan genangan,” kata Ahyani, Jumat (8/11/2013).

Mantan kepala Dinas Tata Ruang Kota (DTRK) ini menyebut, penyumbatan walet terjadi hampir di seluruh saluran drainase kota di kawasan cagar budaya ini. Selokan pada zaman penjajahan Belanda yang saat ini masih difungsikan, mengalami penurunan kualitas seiring perkembangan zaman.

Lebih lanjut dikatakannya, normalisasi saluran dengan cara mengangkat endapan lumpur dan tanah, baru bisa dilakukan di selokan sekitar Pasar Klewer. Sedangkan untuk mengarah ke wilayah keraton, DPU menunggu kesempatan tepat.

“Pengerukan secara manual sudah dimulai tadi malam (7/11/2013). Kalau di pagelaran, nanti dulu. Akan dikoordinasikan dengan mengirim surat resmi tertang izin ke keraton. Saya tidak yakin bisa lancar, bahkan bisa jadi tahun depan dimulainya,” jelasnya.

Ahyani mengatakan dibutuhkan kehati-hatian mengerjakan proyek yang didanai APBD perubahan 2013 sekitar Rp200 juta, saat pekerja membongkar saluran di pagelaran. Dia tak mau terjadi kerusakan di situs tersebut hanya gara-gara pekerjanya ceroboh.

Sekadar informasi, kondisi drainase di keraton, Pasar Klewer, Kauman, Gajahan dan Baluwarti tergolong buruk. Di area Pasar Klewer saja, ketebalan endapan lumpur mencapai 1 meter di saluran yang lebarnya hanya satu meter.
(lns)
Berita Terkait
Stafsus Menkeu: Inovasi...
Stafsus Menkeu: Inovasi Kebijakan Daerah Jadi Kunci Pembangunan Nasional
Kunjungi Pelosok, Gubernur...
Kunjungi Pelosok, Gubernur Bantu Pembangunan Masjid Rp1 Miliar
Pohuwatu Gunakan Dana...
Pohuwatu Gunakan Dana Desa Bangun Rumah Sehat Komunal Gratis Bagi Warga Miskin
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Tunjukkan Komitmen Dukung Pembangunan Daerah
Daya Saing Award, Upaya...
Daya Saing Award, Upaya Majukan Potensi di Daerah
Akselerasi Pembangunan...
Akselerasi Pembangunan Daerah
Berita Terkini
Pesawat PT AMA Diduga...
Pesawat PT AMA Diduga Ditembaki hingga Dibakar KKB Baru Pimpinan M Mbalingga
1 jam yang lalu
Perkuat Pelayanan Masyarakat,...
Perkuat Pelayanan Masyarakat, Partai Perindo Hadirkan Pemeriksaan Kesehatan dan LBH Gratis di Pati
1 jam yang lalu
Konser HS Hey Slank...
Konser HS Hey Slank Sambangi Bandung, Spirit Dukung Industri Kreatif
1 jam yang lalu
Update, 3 Polisi Gugur...
Update, 3 Polisi Gugur saat Penggerebekan Bandar Narkoba di Kalteng
3 jam yang lalu
Kostrad Run 2026 di...
Kostrad Run 2026 di Monas, Warga Senang Lihat Alutsista
5 jam yang lalu
PM Singapura Kunjungi...
PM Singapura Kunjungi Indonesia, 8 Ruas Jalan Ini Ditutup Sementara
7 jam yang lalu
Infografis
Gubernur DKI Dorong...
Gubernur DKI Dorong Pasar di Jakarta Lakukan Digitalisasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved