Target Jokowi tangani banjir terkendala lahan
Kamis, 07 November 2013 - 13:43 WIB
Target Jokowi tangani banjir terkendala lahan
A
A
A
Sindonews.com - Penanggulangan banjir yang digenjot Pemprov DKI dengan program normalisasi sungai dan waduk di Jakarta masih terkendala ganti rugi pembebasan lahan warga di bantaran.
Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo mengatakan, sejauh ini masih banyak program penanggulangan banjir yang belum rampung dikerjakan. Diantaranya normalisasi sungai, kali dan waduk yang terkendala karena persoalan ganti rugi lahan.
"Banjir masih mengancam Jakarta. Kita sudah normalisasi empat sungai tapi masih ada masalah pembebasan tanah, karena ganti rugi ada di urusan kita," kata Jokowi di Balai Kota, Kamis (7/11/2013).
Mantan Wali Kota Solo ini menuturkan, jajarannya akan terus mengejar proyek normalisasi sungai dan waduk yang sampai kini belum dirampung. Berkaitan dengan itu, masyarakat diharapkan bisa bersabar dan mendukung upaya pemerintah.
"Tanggul belum selesai semua, kemudian sungai besar juga belum dinormalisasi, baru empat. Waduk juga belum baru delapan, belum semua," bebernya.
Selain sungai dan kali, lanjut Jokowi, proyek normalisasi waduk-waduk di Jakarta juga belum dikerjakan secara menyeluruh. Padahal, refungsi waduk sangat diperlukan sebagai pengendali banjir dan menampung air hujan.
"Waduk seluas itu enggak akan bisa dikerjakan dua sampai tiga bulan. Kita belum selesaikan semua, tapi itu minimal sudah bisa menampung," pungkasnya.
Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo mengatakan, sejauh ini masih banyak program penanggulangan banjir yang belum rampung dikerjakan. Diantaranya normalisasi sungai, kali dan waduk yang terkendala karena persoalan ganti rugi lahan.
"Banjir masih mengancam Jakarta. Kita sudah normalisasi empat sungai tapi masih ada masalah pembebasan tanah, karena ganti rugi ada di urusan kita," kata Jokowi di Balai Kota, Kamis (7/11/2013).
Mantan Wali Kota Solo ini menuturkan, jajarannya akan terus mengejar proyek normalisasi sungai dan waduk yang sampai kini belum dirampung. Berkaitan dengan itu, masyarakat diharapkan bisa bersabar dan mendukung upaya pemerintah.
"Tanggul belum selesai semua, kemudian sungai besar juga belum dinormalisasi, baru empat. Waduk juga belum baru delapan, belum semua," bebernya.
Selain sungai dan kali, lanjut Jokowi, proyek normalisasi waduk-waduk di Jakarta juga belum dikerjakan secara menyeluruh. Padahal, refungsi waduk sangat diperlukan sebagai pengendali banjir dan menampung air hujan.
"Waduk seluas itu enggak akan bisa dikerjakan dua sampai tiga bulan. Kita belum selesaikan semua, tapi itu minimal sudah bisa menampung," pungkasnya.
(ysw)