Taksi liar marak di Makassar

Rabu, 06 November 2013 - 01:29 WIB
Taksi liar marak di...
Taksi liar marak di Makassar
A A A
Sindonews.com - Sejumlah taksi yang diduga liar semakin marak beroperasi di kota Makassar. Data Asosiasi taksi Sulsel mensinyalir ada tiga operator taksi yang diduga belum mengantongi izin prinsip.

Ketua Asosiasi Taksi Sulsel Burhanuddin mengatakan, ketiga operator itu masing-masing Mahkota Taksi, Mandiri Taksi, dan Royal Taksi. Karena itu pihaknya meminta Pemprov Sulsel melalui Dinas Perhubungan harus mengambil tindakan tegas.

Menurut Burhanuddin, beroperasinya taksi ilegal tersebut selain menimbulkan tidak tertib administrasi juga berdampak pada nama baik dan tingkat kepercayaan masyarakat. Jika terjadi komplain atas layanan taksi, maka konsumen tidak tahu harus mengadukan kemana.

"Namanya juga ilegal kan. Tidak ada jaminan dan perlindungan. Makanya harus mengantongi izin dulu baru beroperasi. Jangan ada keleluasaanlah. Kita minta ada penertibanlah dari instansi terkait," harapnya, kemarin.

Saat ini lanjut Burhanuddin, telah beroperasi 12 operator taksi resmi dengan 2.100 unit. Meski demikian, sebelumnya dia juga menjelaskan jika dari 2.100, baru 1100 unit yang beroperasi.

Adanya keterbatasan ini, karena 12 unit operator tersebut belum memiliki kemampuan untuk pengadaan armada full sesuai izin yang telah dikeluarkan. Banyak faktor yang menyebabkan kuota belum terpenuhi termasuk peremajaan kendaraan.

Dia memaparkan, pengusaha taksi, akan sulit berkembang karena harga mobil makin tinggi dibanding pendapatan yang diterima. Belum lagi bunga bank yang semakin tinggi. Sementara pengusaha banyak mengandalkan pembiyaan modal dari kredit perbankan.

Meski demikian, di tengah gepuran mobil murah yang diperkirakan mencapai 2.500 unit per bulan di Kota Makassar, Burhanuddin optimis tidak akan mempengaruhi bisnis taksi. Sarana transportasi taksi, sebut dia, memiliki segmen konsumen tersendiri.

“Bandara diperluas, traffic kunjungan penerbangan meningkat. Begitu pula dengan pertumbuhan hotel semakin banyak menjadi indikator jika taksi akan semakin dibutuhkan,” tandasnya

Dikonfirmasi Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Sulsel Masykur Sulthan mengaku belum tahu tentang operasional taksi liar tersebut. Dia meminta pihak penyedia jasa angkutan taksi yang beroperasi untuk taat aturan.

”Saya baru dengar. Nanti saya cari tahu. Yang jelas kita minta penyedia jasa angkutan untuk taat aturan," katanya.
(lns)
Berita Terkait
Selamat, Jakarta Terpilih...
Selamat, Jakarta Terpilih sebagai Kota Transportasi Terbaik di Dunia
Kepala UPAS Beberkan...
Kepala UPAS Beberkan Manfaat Menggunakan Transportasi Publik Semenjak Dini
Audiensi Pimpinan DPR...
Audiensi Pimpinan DPR dengan Serikat Pekerja Angkutan Bahas Pelindungan Transportasi Online
Kendaraan Tanpa Pengemudi...
Kendaraan Tanpa Pengemudi Jadi Kebutuhan Transportasi Masa Depan
Seaplane: Solusi Mengatasi...
Seaplane: Solusi Mengatasi Keterbatasan Transportasi Darat dan Laut di Indonesia
Pembangunan Perumahan...
Pembangunan Perumahan di RI Disebut Tak Sinkron dengan Layanan Transportasi
Berita Terkini
PSN Papua Tetap Perhatikan...
PSN Papua Tetap Perhatikan Kelestarian Lingkungan dan Serap Ribuan Tenaga Kerja OAP
51 menit yang lalu
Saiful Mujani Penuhi...
Saiful Mujani Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya terkait Kasus Dugaan Penghasutan
3 jam yang lalu
2 WNA Ditemukan Tewas...
2 WNA Ditemukan Tewas di Apartemen Jakbar
5 jam yang lalu
Sinergi Pemprov DKI...
Sinergi Pemprov DKI dan BI, Inflasi Jakarta Melandai pada Mei
6 jam yang lalu
4 Kombes Digeser ke...
4 Kombes Digeser ke Polda Pulau Jawa pada Mutasi Polri Mei 2026
8 jam yang lalu
Bayar PBB-P2 hingga...
Bayar PBB-P2 hingga 31 Juli, Warga Jakarta Otomatis Dapat Potongan 7,5%
8 jam yang lalu
Infografis
Daftar Lengkap Skuad...
Daftar Lengkap Skuad Timnas Jerman di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved