Kurang sosialisasi, ratusan peserta CPNS terancam gagal

Rabu, 06 November 2013 - 05:03 WIB
Kurang sosialisasi,...
Kurang sosialisasi, ratusan peserta CPNS terancam gagal
A A A
Sindonews.com - Kurangnya sosialisasi, ratusan peserta Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) terancam gagal. Pasalnya mereka tidak mengikuti seleksi sampai tuntas, khususnya pada tahapan tes kemampuan bidang.

Pada proses seleksi abdi negara tersebut dilakukan dalam dua tahapan. Pertama, Tes Kemampuan Dasar (TKD) kemudian dilanjut Tes Kemampuan Bidang (TKB). Karena kurang sosialisasi tersebut, banyak peserta yang mengaku tidak mengetahui tahapan tersebut.

Demikian diungkapkan Assisten Ombudsman Perwakilan Jawa Barat Fitri Agustin saat dihubungi KORAN SINDO melalui sambungan telepon, Selasa (5/11/13).

"Jadi memang sempat diumumkan jika sehabis TKD, ada TKB. Namun karena diumumkannya melalui speaker pada saat peserta mengerjakan soal, ototmatis tidak terdengar. Karena peserta kan fokus pada soal," kata dia.

"Pengawas di ruangan pun tidak mengumumkan kembali mengenai tes ini. Akibatnya banyak yang tidak mengikuti tes ini," tambahnya.

Contohnya di Kabupaten Garut, kata dia, rata-rata dua sampai tiga peserta dalam satu ruangan tidak mengikuti tes kedua itu. Padahal di Garut terdapat 12 lokasi seleksi yang setiap lokasinya berisi lebih dari sepuluh ruangan.

Maka jika dihitung, setidaknya ada 240 sampai 360 peserta yang terancam gugur akibat tidak mengetahui ada dua tes dalam seleksi tersebut.

"Ya nanti kan nilai mereka akan diakumulasikan antara tes TKB dan TKD. Jadi susah juga kalau tidak ikut salah satu tes," jelas Fitri.

Selain kurangnya sosialisasi, Ombudsman pun menemukan panitia yang tidak menghancurkan sisa soal. Padahal menurut ketentuan, penghancuran itu penting untuk menghindari kecurangan.

Sisa soal malah disatukan dengan lembar jawab komputer (LJK).

"Jadi mereka pun tidak tahu jika sisanya harus langsung dibakar, tapi ini malah disimpan. LJK pun seharusnya langsung dikirim ke pusat, bukan disimpan," jelas Fitri yang mengaku semua temuan tersebut akan dilaporkan ke pusat.

Sementara itu Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kota Bandung Evi Shaleha mengklaim tidak menemukan masalah. Hanya saja dia menemukan akan beberapa peserta yang sedang sakit namun memaksa ikut seleksi.

"Awalnya mereka meminta kita datangi tapi sesuai ketentuan, hal itu tidak bisa dilakukan. Akhirnya mereka memaksakan diri datang. Ada yang terpaksa mengerjakannya di ambulance, ada juga d UKS sekolah," jelasnya.
(lns)
Berita Terkait
Pengumuman! Tahun Ini...
Pengumuman! Tahun Ini Tidak Ada Rekrutmen CPNS
BKN Sulsel Pastikan...
BKN Sulsel Pastikan Ujian SKB CPNS Tetap Dilaksanakan
Daftar Lengkap Formasi...
Daftar Lengkap Formasi dan Lowongan CPNS 2023, Ini Rinciannya
Corona, Pelamar CPNS...
Corona, Pelamar CPNS Bebas Pilih Lokasi Tes SKB di Luar Domisili
Seleksi CPNS 2021 Segera...
Seleksi CPNS 2021 Segera Dibuka, Persiapan Diri Jadi Kunci
Apa yang Dimaksud Masa...
Apa yang Dimaksud Masa Sanggah dalam CPNS 2023? Ini Pengertian dan Cara Mengajukannya
Berita Terkini
Bandar Narkoba yang...
Bandar Narkoba yang Bikin 3 Polisi Gugur di Katingan Ditangkap!
58 menit yang lalu
Yayasan Gugah Nurani...
Yayasan Gugah Nurani Indonesia Sabet CSR Award 2026 Pemkab Bekasi
2 jam yang lalu
Pemprov DKI Bakal Bangun...
Pemprov DKI Bakal Bangun 11 Rusun Baru, Pramono: Baru Dua yang Sudah Ada Angggarannya
3 jam yang lalu
Perbaikan MBG Harus...
Perbaikan MBG Harus Dimulai dari Ketepatan Sasaran hingga Transparansi Tata Kelola
3 jam yang lalu
Polisi Sebut Kaca Gedung...
Polisi Sebut Kaca Gedung BGN Pecah Akibat Pemuaian, Bukan Penembakan
3 jam yang lalu
LRT Jakarta Fase 1B...
LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Tersambung 100 Persen, Ditargetkan Beroperasi Agustus 2026
3 jam yang lalu
Infografis
4.155 Peserta Lolos...
4.155 Peserta Lolos PPPK Paruh Waktu Kemenag, Ini Langkah Selanjutnya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved